Do’s and Don’ts: Berkenalan di Era Pandemi

Do’s and Don’ts: Berkenalan di Era Pandemi

Halo, teman-teman! Kita berjumpa lagi di artikel Psikopedia yang selalu membahas topik-topik seru dalam perspektif Psikologi. Dalam artikel ini, kita akan kembali membahas seputar salah satu masalah pendidikan yang sedang terjadi di nusantara selama diadakannya sistem pembelajaran daring, yaitu kecemasan. Artikel ini akan berfokus pada cara menghadapi kecemasan tersebut. Kita juga akan membahas tentang apa saja dampak pandemi terhadap mahasiswa dan tips untuk berkenalan di era pandemi. Ayo kita simak baik-baik ya, teman-teman!

Kecemasan mahasiswa selama menjalani sistem pembelajaran daring
Seperti yang sudah dibahas dalam artikel sebelumnya yang berjudul “Kecemasan Mahasiswa di Indonesia dalam Menjalani Pembelajaran Jarak Jauh”, perubahan mendadak akibat diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan kini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak pada kecemasan yang dialami oleh mahasiswa. Salah satu dari perubahannya adalah cara menjaga kehidupan sosial mereka dengan berkenalan dengan orang-orang baru dan menjalin hubungan secara daring, baik hubungan profesional maupun hubungan non-profesional. Kecemasan tersebut menjadi salah satu kecemasan terbesar mahasiswa baru.

Dampak pandemi terhadap mahasiswa
Menurut Arimatea (n.d.) dan Harapani (n.d.), ada dua jenis dampak yang dirasakan mahasiswa akibat pandemi:

1. Dampak negatif

  • Semua kegiatan dilakukan secara daring, termasuk perkuliahan dan kegiatan organisasi kemahasiswaan.
  • Mental mahasiswa dapat menjadi tidak stabil atau dapat berada dalam kondisi yang tidak baik.

2. Dampak positif

  • Mahasiswa menjadi mempunyai banyak waktu untuk dihabiskan bersama dengan keluarga atau orang yang tinggal serumah.
  • Meningkatkan penggunaan teknologi mahasiswa sehingga mahasiswa dapat memperluas relasi dengan orang banyak melalui media sosial atau platform lainnya.
  • Mahasiswa menjadi lebih mandiri dalam proses belajar.

Tips berkenalan di era pandemi
Nah, setelah kita memahami dampak positif dan negatif dari pandemi, barulah kita dapat membahas cara menanggulangi kecemasan kita tersebut. Bagi beberapa orang, berkenalan dengan orang baru dan bersosialisasi dapat membuat mereka merasa tidak nyaman dan sangat menguras energi, baik sebelum maupun setelah pandemi. Maka dari itu, yuk kita simak tips berkenalan di era pandemi di bawah ini (Anastasia, 2020; Hidayati, 2021)!

1. Do’s

  • Ikut perkumpulan online dengan mahasiswa baru lainnya
    Biasanya, untuk mengakrabkan diri, selalu ada orang-orang yang memulai pembicaraan dan mengajak rekannya untuk mengobrol, baik melalui voice call maupun melalui video call. Kalian tidak harus menjadi orang yang memimpin pembicaraan, tetapi ikuti saja pembicaraan yang ada. Dengan itu, kalian akan dengan mudah menentukan siapa-siapa saja yang cocok dengan kepribadian kalian.
  • Tawarkan bantuan kepada rekan
    Saat semuanya masih sama-sama baru di lingkungan perkuliahan, biasanya mahasiswa akan saling bertumpu supaya tidak ada yang ketinggalan informasi. Gunakan kesempatan ini untuk memperluas relasi dengan menawarkan bantuan kepada rekan yang mengekspresikan kesulitannya dalam materi pelajaran atau masalah lainnya. Berawal dari teman curhat, kalian dapat menjadi teman dekat, lho!
  • Tampil percaya diri
    Orang-orang akan menjadi lebih tertarik dalam mengenal kalian lebih dalam apabila mereka tertarik dengan kepribadianmu. Selalu tampil percaya diri dan ceria, sehingga kemungkinan kamu mendapatkan teman banyak lebih besar!

2. Don’ts

  • Menolak untuk mengikuti perkumpulan online
    Apabila kalian diajak untuk mengikuti pertemuan virtual, jangan tolak apabila kalian tidak mempunyai kesibukan lainnya. Ingat, orang lain juga sedang berada dalam tahap mencari teman melalui pertemuan tersebut.
  • Mengambil kesimpulan secara sepihak
    Salah satu kesalahan fatal yang dilakukan saat seseorang berada dalam lingkungan yang asing adalah menyimpulkan sendiri tanpa memastikan kebenarannya. Misalnya, saat kegiatan orientasi, Andi merasa Budi merupakan orang yang sombong karena ia pernah suatu kali tidak menyapa Andi, sehingga ketika mereka bertemu, Andi tidak menyapa Budi. Melihat itu, Budi juga menganggap bahwa Andi sombong dan kemudian tidak menyapa Andi. Setelah itu, Andi mengonfirmasi pendapatnya mengenai Budi: Budi merupakan orang yang sombong. Buktinya, ia tidak menyapa Andi. Jadi, coba hindari mengambil kesimpulan secara sepihak ya.

Nah, sekian pembahasan dari Psikopedia mengenai tips berkenalan di era pandemi. Semoga artikel ini dapat membantu teman-teman semua dalam menghadapi kecemasan berkenalan virtual ya! See you in the next article!

Referensi:
Anastasia, T. (2020, 13 Juli). Masih sekolah online, ini cara remaja kenalan dengan teman sekelas baru! KlikDokter. https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3641414/masih-sekolah-online-ini-cara-remaja-kenalan-dengan-teman-sekelas-baru

Arimatea. (n.d.). Dampak-dampak Covid-19 yang dirasakan bagi kehidupan mahasiswa. PsyArXiv. DAMPAK-DAMPAK COVID-19 YANG DIRASAKAN BAGI …https://psyarxiv.com › tkqfx › download

Aronson, E., Wilson, T. D., & Akert, R. M. (2013). Social psychology (8th ed., p. 53). New Jersey, NJ: Pearson Education, Inc.

Harapani, A. (n.d.). Pengaruh kuliah daring saat pandemi Covid-19 terhadap kemampuan mahasiswa. PsyArXiv. PENGARUH KULIAH DARING SAAT PANDEMI COVID-19 …https://psyarxiv.com › download

Hidayati, K. F. (2021, 14 Agustus). 4 trik kenalan dengan rekan kerja di tengah pandemi. Glints. https://glints.com/id/lowongan/kenalan-dengan-rekan-kerja-di-tengah-pandemi/#.YSY2bS0RqRs

Penulis: Janice Olivia Limawan

Janice Olivia Limawan