Pengaruh Psikologis saat Berpuasa

Caroline Wynne Surya
200153634
Aktivis Badan Pendidikan Kajian dan Keilmuan

 

Pengaruh Psikologis saat Berpuasa: Puasa sebagai Alat Pengendalian Diri dan Kesehatan Mental

Helloooo semua! Wah gak terasa ya sobat  sekarang udah masuk bulan Ramadhan lagi aja. Gimana nih kalian puasanya hari ini? Masih kuat gak? Atau jangan-jangan udah ada yang batal gara-gara haus? Duh harus tahan dong Hehehehe. Semoga masih kuat ya puasanya dan lanjut terus sampe adzan maghrib nanti haha. Kali ini kita Bspeak punya tema spesial nih khusus di bulan Ramadhan ini. Kita akan memberikan kalian informasi penting seputar efek psikologis dari puasa lohhhh. Sekedar info aja ternyata puasa gak Cuma bermanfaat buat kesehatan atau menurunkan berat badan aja guys, tapi dari sisi psikologis juga ternyata puasa punya manfaat yang banyak!!! Dengan kalian menahan makan dan minum selama kurang lebih 13 jam, sejumlah penelitian menunjukkan kalo puasa berpengaruh pada kesehatan mental.

Sebelumnya apa sih puasa itu? Puasa adalah salah satu ritual penting yang bisa dilakuin oleh sejumlah agama guys. Khususnya buat Agama Islam di seluruh dunia, puasa adalah salah satu ritual penting yang wajib dilakuin oleh umat Muslim pada bulan Ramadhan. Secara bahasa puasa artinya menahan diri dari sesuatu. Seorang Muslim diwajibkan untuk menahan makan dan minum dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Eitsss, tapi gak cuma itu, dalam berpuasa seseorang juga diharuskan untuk menahan nafsu serta emosinya guys. Gimana..puasa lumayan berat kan? Hehe. Walopun kelihatannya cukup berat, kalo ditinjau dari sisi psikologis berpuasa punya arti banyak loh, berpuasa berarti belajar dan berusaha mengontrol diri dan emosi..

Nah, dengan berpuasa tentunya seseorang dapat mengendalikan amarah. Ketika tidak ada asupan makanan atau minuman yang masuk, maka orang akan menjadi lebih tenang dan hal itu dapat membuat orang lebih mudah mengendalikan emosinya. Kadang-kadang nih kalo orang udah berlebihan makan, akibatnya muncul perilaku egois loh. Untuk itu, puasa dapat menjadi alternatif cara untuk mengendalikan diri yang dalam istilah psikologinya disebut self control.

Orang yang lapar, cenderung mengalami keadaan fisik yang lemas akibatnya hal itu menghasilkan penguasaan diri dan peningkatan self-control yang tentunya sangat berguna bagi kesehatan mental. Self-control itu apa sih ? Self-control adalah suatu fungsi di dalam tubuh kita untuk dapat mengatur apa yang akan kita lakukan sekarang dan merencanakan apa yang kita akan lakukan untuk kedepannya, jadi intinya Self-control ini membuat kita dapat mengatur segala macam perilaku kita. Terus fungsinya apa ? Puasa juga dapat mengurangi gejala depresi, kecemasan, insomnia, dan meningkatkan fungsi sosial. Khususnya buat kita-kita para mahasiswa yang lagi bermasalah sama stress soal perkuliahan, dengan berpuasa tentunya dapat mengurangi stress itu, ditambah lagi dengan Self-control tadi, orang akan merasa lebih rileks, merasa jiwanyatentram, damai, dan membantu mengatasi masalah pribadi. Dijamin deh kalo puasa dan ibadahnya rajin udah dapet kesehatan fisik trus dapet juga kesehatan mental, otak kita akan jadi berpikiran positif…wah gela sih mantep banget gak tuh.

  Dari tadi cuma pembahasannya doang nih, pembahasan dari para tokohnya mana? Tenang aja guys ada kok. Ketika orang berpuasa, orang diharuskan untuk menahan dorongan alamiah itu, dan berusaha menghindari kenikmatan itu. Seorang ahli psikologi perkembangan, Hurlock, juga mengatakan bahwa self control terkait dengan bagaimana orang dapat mengendalikan dorongan dalam dirinya. Dalam hal ini ‘musuh’ dari orang yang berpuasa adalah makanan dan minuman.

Intinya, puasa dapat menjadi alat pengendalian diri seseorang dari tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Nah…udh jelas banget kan kalo bulan Ramadhan merupakan sebuah momen berharga untuk berpuasa sekaligus menciptakan mental yang sehat, puasa bukan cuma sekedar ritual menahan laper dan haus aja guys tapi bermanfaat juga secara psikologis kayak yang udah kita jelasin tadi hehe. Makanya guys, kalo puasa jangan cuma fokus nahan laper dan haus aja, tapi difokusin juga tuh pengendalian diri dan yang paling penting ibadahnya yaa. Sebagai penutup ada satu kalimat motivasi bagus nih buat bikin puasa kita lebih afdol lagi, disimak yaa: “Puasa bukanlah ‘diet’ untuk membakar kalori, melainkan membakar ego, kebangaan, dan pikiran negatif.” Mantep kan tuh quotes-nya hahaha. Terima kasih ya udah dengerin kita di Bspeak, buat kalian yang puasa tetap semangat ya puasanya, kalo bisa jangan bolong sampe hari lebaran nanti hehehe. Kita dari Bspeak pamit undur diri, selamat siang dan selamat berpuasa, salam!!

 

 

 

 

Referensi:

Fikroti, Dian Apriastiana. 2017. Mengendalikan Diri dengan Berpuasa. URL=pijarpsikologi.org/mengendalikan-diri-dengan-berpuasa/amp/ {diakses pada 18 Mei 2018}

Mobayed, Tamim. 2017. Here are 5 Scientifically Proven Physical and Psychological Benefits of Fasting.URL=mvslim.com/here-are-5-scientifically-proven-physical-and-psychological-benefits-of-fasting {diakses pada 18 Mei 2018}

Mousavi SA, Rezael M, Amiri Baghni S, Seifi M. 2014. Effect of Fasting on Mental Health in the General Population of Kermanshah, Iran. Journal of Fasting and Health (JFH).

Wiwaha, Sari Kurnia. (n.d). Psikologi Manusia Berpuasa. URL=www.academia.edu/11434242/Psikologi_Manusia_Berpuasa {diakses pada 18 Mei 2018}