Posttraumatic Stress Disorder (PTSD)

Definisi

Hmm apa itu PTSD?

Pernah ga sih kita ngalamin hal-hal yang traumatis gitu kayak ditinggal pacar, kecelakaan, atau hal-hal yang nakutin lainnya? Pasti teman-teman sekalian pernah deh ngalamin hal kayak gitu. Nah ketika kita ngalamin hal-hal yang nakutin kayak gitu pasti kita jadi galau karna sakit hati atau takut, atau mungkin sedih banget. Tapi nih biasanya semua perasaan itu bisa teratasi dan ilang sering berjalannya waktu. Iya kan?

Nah bedanya sama orang yang menderita PTSD ketika mereka mengalami pengalaman yang nakutin, mereka bisa mengalami stres berat di mana ingatan tentang pengalaman yang buruk itu ga bisa dilupain atau bisa dibilang mereka ga terima dengan kenyataan yang dialami. Nah itu yang dibilang Posttraumatic Stress Disorder.

Salah satu contoh yang paling sering kita temuin nih, misalnya kita putus sama pacar. Nah ketika itu kita jadi stres, jadi pendiam padahal tadinya kita orangnya riang, atau kita jadi ga mau ketemu siapa-siapa, bahkan kita ada keinginan pengen bunuh diri.

Jadi PTSD itu awalnya dari pengalaman yang buruk dulu terus berkembang deh jadi hal-hal yang udah disebutin tadi.

 Penyebab

PTSD dapat disebabkan oleh respon terhadap suatu trauma yang ekstrem. Sebuah kejadian yang mengerikan yang seseorang alami, saksikan, atau dipelajari, terutama yang mengancam hidup atau yang menyebabkan penderitaan fisik. Pengalaman tersebut menyebabkan seseorang merasakan takut yang sangat kuat, atau perasaan tidak berdaya.

Dampak

PTSD juga bisa mempunyai efek psikologis dan perilaku yang kemudian dapat mempengaruhi kesehatan fisik, seperti :

  • Depresi
  • Isolasi sosial dan gangguan dalam berhubungan dengan orang lain
  • Meningkatkan permusuhan dan kemarahan
  • Keterampilan penanganan yang salah
  • Meningkatnya konsumsi alkohol dan merokok
  • Kebiasaan makan yang salah

Studi pada pasien yang mencari penanganan kesehatan fisik menunjukkan bahwa banyak orang telah terekspos trauma dan mengalami stres traumatis, tetapi belum mendapatkan penanganan kesehatan mental yang diperlukan. Bukti terkini menyarankan bahwa bantuan penanganan masalah emosional dapat mencegah atau mengurangi secara nyata kepelikan PTSD.

Gejala

Tiga tipe gejala yang sering terjadi pada PTSD adalah

Pertama, pengulangan pengalaman trauma, ditunjukkan dengan selalu teringat akan peristiwa yang menyedihkan yang telah dialami itu, flashback (merasa seolah-olah peristiwa yang menyedihkan terulang kembali), nightmares (mimpi buruk tentang kejadian-kejadian yang membuatnya sedih), reaksi emosional dan fisik yang berlebihan karena dipicu oleh kenangan akan peristiwa yang menyedihkan.

Kedua, penghindaran dan emosional yang dangkal, ditunjukkan dengan menghindari aktivitas, tempat, berpikir, merasakan, atau percakapan yang berhubungan dengan trauma. Selain itu juga kehilangan minat terhadap semua hal, perasaan terasing dari orang lain, dan emosi yang dangkal

Ketiga, sensitivitas yang meningkat, ditunjukkan dengan susah tidur, mudah marah/tidak dapat mengendalikan marah, susah berkonsentrasi, kewaspadaan yang berlebih, respon yang berlebihan atas segala sesuatu (Anonim, 2005a; Anonim, 2005b).

Cara Mengatasi

Pengobatan bisa termasuk psikoterapi (mendukung dan melakukan terapi) dan pemberian obat antidepresan. Pengobatan memerlukan psikoterapi (termasuk terapi kontak) dan terapi obat. Karena sering kegelisahan hebat yang dihubungkan dengan kenangan yang menggoncangkan jiwa, psikoterapi mendukung memainkan tugas yang teramat penting pada pengobatan. Ahli terapi secara terbuka berempati dan bersimpati dalam mengenal rasa sakit psikologis. Ahli terapi menenteramkan orang bahwa respon mereka nyata tetapi menganjurkan mereka menghadapi kenangan mereka (sebagai bentuk terapi kontak). Mereka juga diajar cara untuk kegelisahan kontrol, yang menolong memodulasi dan mengintegrasikan kenangan menyiksa ke dalam kepribadian mereka.

Psikoterapi insight-oriented bisa membantu orang yang merasa bersalah, memahami mengapa mereka menghukum diri mereka sendiri dan membantu menghilangkan perasaan bersalah.

Obat antidepresi kelihatannya memberikan beberapa keuntungan. Gangguan stress posttraumatic kronis bisa tidak hilang tetapi seringkali sangat berkurang seiring waktu bahkan tanpa pengobatan. Meskipun demikian, beberapa orang menjadi cacat tetap dengan gangguan tersebut.

Daftar Pustaka:

Posttraumatic Stress disorder (ptsd). Diambil 6 Oktober 2015, dari http://drhasto.blogspot.co.id/2012/08/post-traumatic-stress-disorder-ptsd.html?m=1

(2010, Mei 21). Posttraumatic stress disorder (gangguan stres pascatrauma). Diambil 6 Oktober 2015, dari https://technurlogy.wordpress.com/2010/05/31/post- traumatic-stress-disorder-gangguan-stres-pascatrauma/