
Perkembangan teknologi saat ini telah membawa perubahanyang besar dalam kehidupan mahasiswa. Salah satuperkembangan teknologi yang paling terasa adalah kehadirankecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Teknologiini memungkinkan mahasiswa mendapatkan informasi dengancepat, mulai dari penjelasan materi, rangkuman, hinggabantuan dalam memahami topik perkuliahan.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan ini tentumemberikan banyak manfaat. Mahasiswa tidak lagisepenuhnya bergantung pada satu sumber, seperti buku ataupenjelasan di kelas, lalu ketika mahasiswa mengalamikesulitan, mahasiswa dapat mencari penjelasan tambahansecara mandiri. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebihfleksibel dan mudah diakses.
Menurut UNESCO, teknologi AI memiliki potensi untukmendukung pembelajaran dan membantu mahasiswa dalammemahami materi dengan lebih baik. Dengan kata lain, teknologi AI dapat menjadi alat pendukung yang memperkayapengalaman belajar mahasiswa. Namun, di balik setiapkemudahan yang ada tentu saja akan muncul tantangan baru. Tantangan yang muncul berupa kemampuan untukmendapatkan jawaban secara instan dapat membuatmahasiswa terbiasa menerima informasi tanpa melalui proses berpikir yang mendalam, yang di mana mahasiswa mungkinakan memahami hasil akhirnya, tetapi tidak memahamiprosesnya secara mendalam.
Tantangan ini tentu menjadi perhatian penting, karena proses belajar tidak hanya tentang menemukan jawaban, tetapi juga tentang bagaimana memahami dan memaknai informasi yang mereka dapatkan. OECD juga menjelaskan bahwa teknologidigital dalam pendidikan seharusnya digunakan untukmendukung kemampuan berpikir, bukan menggantikan proses berpikir itu sendiri. Artinya, teknologi dapat membantu, tetapitidak dapat menggantikan peran mahasiswa dalam belajar.
Di sisi lain, penggunaan teknologi sebenarnya dapat menjadipeluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuanbelajar mandiri. Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat, mahasiswa dapat memperluas wawasan, memahami materilebih dalam, dan mengembangkan rasa ingin tahu. Hal initergantung pada bagaimana teknologi tersebut digunakan.
Jika teknologi digunakan sebagai alat bantu untuk memahami, teknologi dapat meningkatkan kualitas belajar. Namun, jikadigunakan hanya untuk mendapatkan jawaban secara instantanpa memahami, maka makna belajar itu sendiri dapatberkurang. Hal ini juga sejalan dengan pandanganKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologiyang menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi dalampendidikan bertujuan untuk mendukung pembelajaran dan mengembangkan kompetensi peserta didik.
Pada akhirnya, teknologi tentu tidak dapat menggantikanperan mahasiswa dalam proses belajar secara menyuluruh. Teknologi hanyalah alat yang digunakan untuk membantu. Proses memahami, berpikir, dan memaknai tetap menjadibagian penting yang harus dilakukan oleh mahasiswa itu sendiri.
Di era teknologi ini, tantangan terbesar bukan lagi tentangbagaimana mendapatkan informasi, tetapi bagaimanamenggunakan informasi tersebut secara bijak. Denganpenggunaan yang tepat, teknologi dapat menjadi pendukungyang membantu mahasiswa berkembang. Namun, mahasiswatetap perlu memastikan bahwa kemudahan yang ada tidakmembuat mereka kehilangan makna dari proses belajar itusendiri.
Referensi:
- UNESCO. (2023). Guidance for Generative AI in Education and Research. (https://www.unesco.org/en/articles/guidance-generative-ai-education-and-research)
- OECD. (2021). Digital Education Outlook.(https://www.oecd.org/en/publications/2021/06/oecd-digital-education-outlook-2021_0f1487d9.html)
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Transformasi Digital Pendidikan.(https://repositori.kemendikdasmen.go.id/31338/?utm_)
