SERUPA TAPI TAK SAMA: Brown Sugar VS Gula Aren VS Gula Jawa

Oleh:

Gracella Kusuma – 2301882193

Hayo…kira-kira siapa sih hari ini yang tidak tahu boba brown sugar yang sedang lagi hits-hits nya sekarang? Tentunya untuk sebagian besar orang, khususnya para penggemar bubble drink, pasti sudah mengetahui salah satu jenis gula yang sedang naik daun ini, yaitu brown sugar. Brown sugar yang sekarang sedang sering dijadikan bahan utama untuk dicampur bersama boba dalam kopi, teh, dan susu tersebut telah menarik hati banyak orang, karena terasa sangat manis dan cocok disatupadankan dengan berbagai minuman. Nah, selain itu terdapat juga jenis gula lainnya, seperti gula aren dan gula jawa yang sekarang tidak kalah sering pula dicampur ke dalam berbagai minuman hits untuk meningkatkan rasa manis nan legit. Warna yang sama-sama berwarna cokelat dan bercita rasa manis membuat brown sugar, gula aren, dan gula jawa lumayan sulit dibedakan jika kita hanya melihat dari sekilas saja. Namun ternyata, ketiga jenis gula tersebut memiliki beberapa perbedaan yang membuatnya unik pada masing-masing jenisnya, baik dari asalnya maupun rasa khas yang dihasilkan ketiga jenis gula tersebut. Yuk, kita cari tahu perbedaannya!!

Gula coklat atau yang sering kita sebut dengan brown sugar adalah gula yang tampak luarnya

 hampir serupa dengan gula aren dan gula jawa, namun tidak bisa kita langsung samakan begitu saja, karena dari asal-usul maupun rasanya saja sudah berbeda. Brown sugar ini lebih cocok jika disebut serupa dengan gula pasir, sebab sama-sama berasal dari ekstrak tebu yang dikristalisasi dan berbentuk bubuk kristal. Pada awalnya pula, sebenarnya brown sugar ini memang berupa gula pasir. Namun, setelah diproses lebih lanjut dengan proses pencampuran molase, maka gula pasir akan berubah warna menjadi coklat. Molase atau yang dikenal dengan tetes tebu ini berupa cairan kental berwarna coklat

hasil dari sisa-sisa pengolahan gula dari tebu yang telah dipisahkan dari gula kristal dan memiliki peran yang besar dalam menentukan seberapa pekatnya warna coklat pada hasil pencampurannya dalam pembuatan brown sugar. Kepekatan warna molase tersebut bergantung terhadap berapa lama waktu pemanasan molase yang akan dicampurkan ke gula pasir, semakin lama pemanasan molase yang dilakukan, maka semakin pekat juga warna coklat yang dihasilkan nantinya. Sehingga tidak jarang kita temui bahwa terdapat dua warna brown sugar yang beredar dipasaran, yaitu warna terang dan warna

gelap namun warna brown sugar yang paling sering terlihat dan digunakan adalah warna terang yang terlihat seperti warna bening kecokelatan. Uniknya, brown sugar yang telah dicampurkan ke dalam makanan maupun minuman akan menghasilkan aroma khas seperti caramel yang manis sebagai sisi unik dari gula yang satu ini, serta tingkat kemanisannya sekitar 65% dari gula pasir putih pada umumnya. Selain dimanfaatkan untuk membuat minuman boba, brown sugar juga lebih banyak dimanfaatkan untuk roti maupun kue karena caramel yang dihasilkan khas dari brown sugar tampak lebih berkilau terang daripada gula biasa.

Berbeda dengan brown sugar yang berasal dari tebu, gula aren yang lebih dikenal untuk kudapan tradisional atau kopi susu gula aren ini berasal dari nira pohon aren yang disadap. Nira atau getah ini berupa seperti cairan manis yang dihasilkan dari penyadapan batang pohon aren yang termasuk ke dalam keluarga pohon palem-paleman. Oleh karena itu, gula aren tersebut juga dikenal dengan nama kerennya, yaitu palm sugar. Setelah nira dipanen dari batang pohon, maka nira akan melalui proses pemasakan selama berjam-jam hingga mengental dan menjadi berwarna cokelat. Kemudian dicetak hingga mengeras. Tidak seperti brown sugar yang hanya selalu berbentuk seperti gula kristal, gula aren yang beredar di pasaran memiliki berbagai bentuk, dari berupa serbuk sampai padatan besar seperti silinder, tabung, dan setengah batok kelapa. Namun tidak seperti sekarang, dulu gula aren lebih banyak dijual dalam padatan besar yang dicetak dengan menggunakan batok kelapa dan bambu, sehingga menghasilkan bentuk-bentuk seperti cetakannya tersebut. Tekstur gula aren yang dihasilkan pun kasar, dan berpasir, serta lebih mudah hancur. Kemudian, warna cokelat pada gula aren lebih pekat dan tingkat kemanisannya lebih tinggi daripada brown sugar, serta memiliki sedikit sensasi rasa pahit yang khas dari gula aren tersebut. Pada pemanfaatannya, gula aren yang bercita rasa otentik ini tidak hanya sebagai pemanis utama dalam pembuatan kue-kue tradisional Indonesia saja, namun juga ditambahkan pada beberapa makanan berat seperti gudeg Jogja yang menggunakan gula aren sebagai rasa manis yang khas.

Untuk sebagian orang awam, banyak yang menganggap bahwa gula aren dan gula jawa adalah jenis gula yang sama, dan jarang yang bisa membedakannya pula. Namun, nyatanya anggapan tersebut sepenuhnya salah sebab gula aren dan gula jawa memiliki beberapa perbedaan yang cukup signifikan jika kita cermati lebih lanjut. Gula jawa atau gula merah ini adalah salah satu gula yang cenderung paling banyak dijumpai di pasaran dan digunakan untuk berbagai makanan maupun minuman sejak dulu. Gula jawa berasal dari getah palma atau sari dari pohon kelapa yang telah disadap. Asalnya yang berasal dari pohon kelapa tersebut, membuat beberapa kalangan menyebut gula jawa dengan sebutan gula kelapa atau gula jawa kelapa. Selebihnya, pembuatan gula jawa akan berlangsung sama seperti gula aren, yaitu getah palma akan dimasak selama berjam-jam dengan suhu yang tinggi sekitar 110°C – 120°C hingga mengental dan berwarna cokelat, kemudian hasilnya dimasukkan ke dalam cetakan bambu atau batok kelapa hingga mengeras. Bentuk gula jawa yang beredar, tidak hanya berbentuk silinder dan batok kelapa, namun juga bisa berbentuk butiran ataupun cairan. Jika dilihat dari tekstur dan tingkat kemanisannya, gula jawa memiliki tekstur yang sedikit lebih keras dibandingkan tekstur gula aren yang cenderung empuk ketika dipegang dan rasa manisnya tidak sepekat milik gula aren. Warna yang dimiliki gula jawa juga cenderung lebih gelap dengan warna kecokelatan yang kelihatan seperti agak kemerahan, maka dari itu muncul lah sebutan lain dari gula jawa ini dengan sebutan gula merah karena warnanya yang cokelat kemerahan. Selain menjadi pemanis utama pada manisan tradisional, umumnya gula merah lebih banyak digunakan untuk makanan-makanan tradisional, seperti untuk masakan semur dan pembuatan kecap. Hal tersebut dikarenakan rasa manis dan aroma gula merah yang tidak terlalu pekat membuatnya tidak terlalu mempengaruhi rasa makanan juga secara berlebihan.

Nah, setelah mengetahui perbedaan-perbedaan apa saja yang ada pada brown sugar, gula aren, dan gula jawa. Jangan sampai kita salah lagi dalam mengenali ketiga jenis gula ini ya, apalagi ketika ingin membuat makanan! Kita harus cermat-cermat dalam melihat perbedaan ketiga jenis gula ini agar bisa menggunakannya sesuai dengan pemanfaatannya di tiap makanan.

Sumber:

https://www.indozone.id/food/5jsl70/ini-dia-perbedaan-antara-brown-sugar-gula-aren-dan-gula-jawa/read-all

https://www.idntimes.com/food/recipe/dian-septi-arthasalina-1/perbedaan-brown-sugar-vs-gula-aren-c1c2/4

https://www.masakapahariini.com/makanan-gaya-hidup/perbedaan-gula-aren-dan-jenis-lainnya/

https://www.merdeka.com/trending/sering-dianggap-sama-ini-perbedaan-gula-aren-dan-gula-jawa-kln.html