Secara etimologis, istilah “sketsa” berasal dari bahasa Inggris sketch, yang berakar dari bahasa Yunani shedios estempore, yang memiliki makna: sebuah gagasan yang dibuat secara spontan atau tanpa persiapan. Dalam pengertian umum, sketsa merupakan gambaran awal yang masih bersifat kasar atau sederhana, yang berfungsi untuk menuangkan ide yang sebelumnya masih abstrak dalam pikiran ke dalam bentuk visual.
Dalam proses pembuatannya, sketsa memiliki beberapa fungsi penting. Sketsa dapat digunakan sebagai alat bantu untuk meminimalkan kesalahan dalam proses pembuatan gambar atau lukisan, sekaligus memberikan gambaran mengenai konsep karya yang akan dibuat. Selain itu, sketsa juga membantu seniman dalam melakukan pengamatan terhadap objek sebelum mulai menciptakan karya. Proses membuat sketsa turut melatih kemampuan seniman dalam mengkoordinasikan hasil pengamatan dengan keterampilan tangan, sehingga ide dan objek yang diamati dapat dituangkan ke dalam bentuk visual dengan lebih baik.
Sumber: pixabay.com
Sumber: pixabay.com
Sumber: gramedia.com
Sumber: ngertiaja.com
Melalui sketsa, seseorang dapat memahami gambaran umum mengenai bentuk dan material yang akan digunakan dalam suatu karya. Tahap pembuatan sketsa juga memungkinkan pencipta karya untuk mengamati dan menentukan elemen-elemen utama dari objek, seperti bentuk keseluruhan, posisi, kemiringan, serta garis-garis penting dengan memperhatikan proporsi. Dengan kata lain, sketsa dapat menjadi acuan awal untuk mengembangkan karya agar lebih terarah.
Dalam dunia desain interior, kemampuan menuangkan ide secara visual merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dikuasai. Melihat pentingnya kemampuan tersebut, Himpunan Mahasiswa Desain Interior menghadirkan program kerja SKENA (Sketsa Kemana) sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan live-sketching dan rendering. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026 di Taman Suropati dan diikuti oleh mahasiswa BINUS maupun non-BINUS. Selain menjadi ajang untuk mengasah keterampilan, kegiatan SKENA juga menghadirkan dosen-dosen yang turut berbagi ilmu, pengalaman, serta wawasan kepada para peserta yang hadir.
Taman Suropati sendiri juga menjadi lokasi yang ideal yang mendukung pelaksanaan kegiatan SKENA. Letaknya yang di outdoor dan dikelilingi pepohonan yang rindang, taman ini memberikan suasana sejuk di siang hari walaupun berada di tengah kota Jakarta. Selain lingkungan hijaunya, taman Suropati juga memiliki 6 monumen yang merepresentasikan negara-negara ASEAN, antara lain: Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand dan Brunei. Monumen-monumen tersebut menjadi objek utama untuk live sketching SKENA.
Sebelum sketching dimulai, para peserta terlebih dahulu mendapatkan briefing tentang kegiatan SKENA. Acara dibuka dengan kata sambutan dari dosen pembicara. Selanjutnya, souvenir peserta dibagikan yang berisi drawing pen, alas untuk kertas dan watercolor yang merupakan dukungan sponsorship dari LYRA. Setelah seluruh peserta mendapatkan perlengkapan dan memahami mekanisme kegiatan, mereka dibagi ke dalam 6 kelompok. Masing-masing kelompok kemudian menerima clue yang mengarahkan mereka menuju monumen yang telah ditentukan sebagai objek sketsa pertama.
Untuk membuat kegiatan sketsa lebih interaktif, setiap peserta diberikan quest yang menjadi panduan dalam melengkapi sketsa monumen mereka. Sebagai contoh, monumen Singapura melambangkan semangat ASEAN, maka peserta diminta untuk menggambar aktivitas orang di taman seperti membaca buku, jalan santai, berfoto, dan lainnya. Setelah menyelesaikan proses sketsa dan rendering dalam waktu 1 jam, peserta akan mendapatkan clue yang mengarahkan mereka menuju monumen berikutnya untuk mengerjakan sketsa kedua mereka. Dengan kehadiran quest di setiap monumen, peserta merasa terbantu karena quest tersebut memberikan inspirasi lebih yang mengembangkan sketsa monumen ASEAN mereka.
Melalui kegiatan SKENA ini, peserta dapat menuangkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar ke dalam bentuk visual sekaligus mengasah kemampuan dalam mengolah perspektif, proporsi, detail, dan teknik pewarnaan. Dengan terlaksananya kegiatan SKENA di Taman Suropati, peserta diharapkan memperoleh pengalaman baru yang menyenangkan. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya HIMDI dalam menciptakan ruang belajar yang lebih eksploratif, dan interaktif dengan lingkungan.








