Belajar desain interior ternyata bisa dimulai jauh sebelum menginjak dunia perkuliahan. Membawa semangat ini, Himpunan Mahasiswa Desain Interior (HIMDI) menggelar program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMA Kristen Yusuf. Alih-alih sekadar memberikan presentasi di depan kelas, HIMDI merancang kegiatan ini menjadi sebuah workshop interaktif setiap hari Jumat selama tiga minggu berturut-turut. Target utamanya adalah mengajak para siswa melihat langsung proses di balik layar pembuatan elemen interior, dari material mentah hingga menjadi karya fungsional.
Jumat Pertama: Sosialisasi Kegiatan dan Pengenalan Material
Rangkaian acara dimulai pada Jumat pertama, yaitu pada Jumat, 2 Oktober 2026, pukul 7.50–9.25, dengan sesi pengenalan. Mahasiswa HIMDI membuka kelas dengan membedah apa itu desain interior dan bagaimana material interior diaplikasikan dalam keseharian. Agar para siswa lebih relaks dan tidak kaku, sesi ini dibalut dengan ice-breaking sekaligus pembagian kelompok kerja untuk ke depannya. Sebagai penutup pertemuan pertama, tim HIMDI memberikan cuplikan mengenai proyek akhir yang menanti mereka, yaitu membuat sebuah terrazzo dan juga stool. Tim HIMDI juga menugaskan mereka untuk mulai mengumpulkan bahan-bahan berupa sampah plastik, kertas, dsb untuk keperluan membuat corak terazzo.
Jumat Kedua: Bereksperimen Membuat Terazzo
Antusiasme peserta mulai naik pada minggu kedua, Jumat, 16 Oktober 2026, saat sesi teori beralih menjadi sesi praktik murni. Tim HIMDI menantang para siswa untuk membuat material terazzo mereka sendiri. Tahapan ini menuntut ketelitian, mulai dari menakar bahan baku, memadukan warna, mencampur dengan bahan bekas yang sudah mereka kumpulkan, hingga menuangkan adonan ke dalam cetakan. Didampingi oleh mahasiswa yang turun langsung sebagai mentor di setiap kelompok, para siswa terlihat sangat menikmati proses hands-on ini. Walaupun tangan harus sedikit kotor, pengalaman mengolah material secara langsung sukses membangun suasana kelas yang seru dan interaktif.
Jumat Ketiga: Merakit Karya Nyata
Pertemuan terakhir pada Jumat, 23 Oktober 2026, diisi dengan dua kegiatan di dua tempat. Periode pertemuan terakhir ini juga diperpanjang hingga pukul 11.25 siang.
Periode pertama dilakukan di lapangan, merancang stool dari kayu jati belanda. Para siswa SMA Kristen Yusuf diberikan demo terlebih dahulu, kemudian mulai merakit sesuai kelompok. Antusiasme dari para siswa bisa dirasakan karena ini merupakan pengalaman mereka membuat stool dan menggunakan alat bor untuk merancang sebuah stool. Mereka menyusun kayu-kayu dari rangka yang sudah disiapkan menjadi satu stool yang bisa diduduki. Para siswa belajar untuk merancang kursi yang stabil dan layak digunakan dengan aman. Tidak lupa, mereka juga melakukan finishing dengan woodpaint yang disediakan oleh Tim HIMDI. Para siswa juga selalu didampingi oleh para mentor setiap kelompok.
Setelah selesai istirahat selama 20 menit, para siswa diminta kembali ke perpustakaan untuk melanjutkan kegiatan kedua, yaitu finishing terazzo mereka. Mereka mengamplas terazzo yang sudah mereka buat satu minggu yang lalu di pertemuan kedua. Setelah selesai, Tim HIMDI memberikan gantungan untuk digantungkan pada terrazzo keychain yang sudah mereka buat.
Setelah selesai, tim HIMDI siap mengumumkan pemenang dari stool terbaik yang sudah dinilai dibantu oleh Pak Gayung. Sistem penilaian yang dimasukkan dalam rubrik adalah kestabilan dari stool, kerapian, dan juga kerja sama tim. Pemenang dibagi menjadi 3, Juara 1, Juara 2, dan Juara 3. Setelah pembagian hadiah, maka kegiatan PKM dinyatakan selesai dengan kesan baik dari setiap siswa-siswi dan Tim HIMDI.



