Everything You Need to Know about Japandi Style

Oleh :

Syahrizal Bachtiar (2501995124), Maura Wianda Z. (2502003756)

Gambar 1. Interior dengan gaya Japandi

Japandi adalah gaya desain interior yang menggabungkan pengaruh desain dari budaya Jepang dan Skandinavia. Di Jepang, dikenal filosofi hidup wabi-sabi yang berarti hadirnya keindahan dan estetika dari satu hal yang justru kurang atau tidak sempurrna. Perpaduan dua budaya tersebut memiliki ciri khas, keunikan, serta penampilan yang natural. Japandi diklaim sangat cocok dengan gaya hidup modern yang super sibuk. Ini memungkinkan orang-orang untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tenang dimana mereka dapat benar-benar bersantai.

Setiap gaya desain interior pasti memiliki ciri khas nya masing-masing, termasuk gaya Japandi. Japandi memiliki beberapa ciri khas tersendiri, diantaranya yaitu : Pertama, mengunakan warna netral pada hunian. Warna-warna monokrom dan kalem masih menjadi primadona dala desain interior masa kini. Warna putih dan abu-abu sering ditemui di gaya desain interior Japandi karena putih adalah warna utama, sedangkan abu-abu dan krem adalah warna sekunder. Penggunaan warna-warna yang lebih terang dalam jumlah kecil bisa digunakan sebagai aksen.

Kedua, area tinggal dengan konsep terbuka. Konsep terbuka yang dimaksud yaitu open space dimana sering ditemui pada rumah tinggal saat ini. Konsep terbuka yang paling umum adalah menggabungkan ruang keluarga, dapur, dan ruang makan dalam satu area besar tanpa sekat permanen. Didukung oleh pengaplikasian warna-warna netral yang disebutkan pada poin sebelumnya, bagian interior rumah akan terasa terang dan luas yang merupakan karakteristik Japandi.

Ketiga, perpaduan metal dan kayu dalam Japandi industrial. Meskipun Japandi merupakan gaya desain interior yang dapat berdiri sendiri, fleksibilitas Japandi memungkinkan untuk menggabungkan industrial dengan Japandi. Japandi-Industrial adalah salah satu pengembangan desain Japandi yang trendi. Selain material ekspos pada lantai atau dinding, penggunaan material alami seperti kayu atau rotan pada furniture berpadu dengan selaras pada Japandi-Industrial. Furnitur kayu yang timeless biasanya hadir bersama unsur logam.

Keempat, trend warna pastel yang menyegarkan dan manis. Walaupun penggunaan warna pastel pada dasarnya hanya sebagai aksen, tetapi masih memungkinkan untuk pengguna yang menginginkan warna pastel menjadi warna dominan pada gaya Japandi. Japandi Urban tidak melupakan unsur-unsur esensial Japandi seperti monokrom dan furnitur kontemporer. Namun, warna-warna muted pastel yang dipadukan dengan kayu terang-medium membuat tampilan interior yang lebih beda dan menarik.

Kelima, tanaman indoor di area tempat tinggal. Nuansa alami yang ditampilkan dalam desain Japandi melalui penggunaan material seperti kayu, rotan, atau tanah liat juga bisa didapatkan dengan tanaman dalam ruangan. Tanaman berdaun hijau yang ditempatkan dalam pot tanah liat menjadi dekorasi yang tepat untuk desain Japandi. Desain interior yang baik selayaknya memenuhi gaya hidup pemilik rumah. Dari dua kolaborasi penerapan dua gaya desain beserta filosofi yang dibawa keduanya, Japandi hadir dengan konsep gaya hidup esensial. Melalui Japandi, pemilik rumah akan besikap lebih mindful saat menata dan merawat hunian. Tak hanya hunian yang terasa nyaman untuk ditinggali, Japandi membuat anda sebagai penguin rumah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.  Hal ini dikarenakan perpaduan gaya hidup yang hadir dalam gaya Japandi. Pengguna pun semakin nyaman untuk beraktivitas dan beristirahat di rumah.

Reference :
https://investor.id/lifestyle/247037/6-ciriciri-desain-japandi-yang-sedanghits#:~:text=Merujuk%20pada%20namanya%2C%20Japandi%20adalah,justru%20kurang%20atau%20tidak%20sempurna.
https://www.dekoruma.com/artikel/125511/mengenal-desain-japandi