EKSKURSI HIMDI 2021

Pada tanggal 27 Februari dan 1 sampai 2 Maret 2021, mahasiswa desain interior beserta dosen mengikuti acara Ekskursi yang diadakan oleh HIMDI. Ini menjadi acara Ekskursi pertama yang diselenggarakan oleh HIMDI secara online. Tema Ekskursi tahun ini adalah “Studying Bandung Local’s Artworks”, dengan tujuan untuk mempelajari karya seni lokal Kota Bandung juga interior dan arsitektur bangunan-bangunan bersejarah.

Acara ekskursi ini dibantu oleh jasa Bandung Good Guide (BGG) yang menyediakan tur virtual keliling Kota Bandung. Dengan menggunakan Zoom Meeting, pemandu tur dari BGG akan menampilkan dan memandu secara langsung dari lokasi sambil menceritakan sejarah dan informasi penting dari lokasi yang dituju.

Hari pertama diawali dengan melakukan studi banding bersama Ikatan Mahasiswa Desain Interior ITB (IMDI ITB). Disini juga hadir dosen dari ITB yaitu Bapak Kukuh Rizki Satriaji dan Ibu Arsaika Widasati, juga didampingi oleh Bapak Christianto Roesli sebagai perwakilan dosen dari BINUS. Pada kesempatan ini, para mahasiswa saling bertukar informasi mengenai himpunan masing-masing, hasil karya, tugas kuliah, kegiatan himpunan dan seputaran perkuliahan.

Setelah itu, acara dipandu oleh Kak Fitria dan Kak Edgar dari tim BGG yang sudah berada di tempat destinasi pertama yaitu Studio Rosid.

Kak Edgar mengawali acara dengan menyapa para peserta dengan ucapan salam Sampurasun khas masyarakat Sunda. Dari bagian depan sampai memasuki rumah budaya ini, terdapat koleksi artefak dan elemen-elemen yang mewakili profesi seorang petani. Bangunan yang ada di Studio Rosid ini banyak menggunakan material dari alam seperti kayu, bambu untuk partisi dan atap ruangan dan juga bebatuan.

Memasuki studio, kami diperlihatkan galeri seni Pak Rosid, yaitu seorang seniman dan pendiri rumah budaya ini. Lukisannya banyak dibuat dengan pensil, sehingga proses pengerjaannya lama. Karya beliau banyak terinspirasi dari sosok ayahnya yang adalah seorang petani. Setelah banyak diperlihatkan hasil karya Pak Rosid, kami diberikan kesempatan untuk berbicara dan bertanya secara langsung dengan Pak Rosid.

Di hari ke-2, kami dibawa jalan-jalan oleh Kak Rifqi dari BGG ke Jalan Braga menuju destinasi pertama, yaitu Toko Roti Sumber Hidangan. Toko roti ini sudah berdiri sejak tahun 1920-an. Interiornya sengaja tidak diubah, sehingga terlihat antik dan unik. Setelah itu, tur berlanjut melewati De Braga by Artotel yang dulunya adalah pertokoan Sarinah. Bangunan tidak banyak diubah sehingga fasad bangunan masih seperti dulu.

Setelah itu, Kak Rifqi mengajak kami ke Gedung Bank BJB. Gedung ini menjadi saksi perjuangan pemuda Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan. Diceritakan juga oleh Kak Rifqi tentang perobekan bendera Belanda di depan gedung ini.

Dari gedung Bank BJB, akhirnya sampai ke destinasi utama kami, De Majestic. Kami diperlihatkan tampilan luar gedung yang berbentuk kaleng dan bergaya Art Deco. Selanjutnya, diperlihatkan interior dari gedung ini yang dulunya merupakan bioskop pertama di Kota Bandung. Terjadi juga tragedi pahit di gedung ini sehingga beralih fungsi menjadi gedung pagelaran dan pertunjukan.

Pada hari ke-3, acara dipandu kembali oleh Kak Rifqi ke salah satu hotel tertua di Bandung yaitu Hotel Grand Preanger. Pembangunan awalnya dilakukan oleh W. H. C. van Deeterkom, namun pada tahun 1929 gedung ini direnovasi dan didesain ulang oleh Prof. Charles Prosper Wolff Schoemaker. Diceritakan juga bahwa ada beberapa tokoh terkenal yang pernah mengunjungi hotel ini seperti Charlie Chaplin dan Amelia Earhart. Mahasiswa diperlihatkan sisi arsitektur dari hotel tersebut yang bergaya Indische Empire dengan interiornya yang bergaya Art Deco. Kak Rifqi memperlihatkan sambil menjelaskan setiap ruangan, interior sampai furniture dari hotel.

Acara ditutup dengan foto bersama dan pembagian hadiah.