Dari Peserta Menjadi Penggerak: LDK-A FARCO Greater Jakarta 2026–2027
Semangat kolaborasi, kepemimpinan, dan identitas organisasi menjadi benang merah dalam pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan Anggota (LDK-A) FARCO Periode 2026–2027 wilayah Greater Jakarta (Kemanggisan & Alam Sutera). Diselenggarakan pada Minggu, 26 April 2026 di Creative Space BINUS Syahdan @ Kemanggisan, kegiatan ini menjadi titik awal bagi para anggota untuk tidak hanya memahami FARCO, tetapi juga mulai membentuk cara mereka berpikir, bersikap, dan berkontribusi sebagai bagian dari organisasi.
Rangkaian dimulai dengan pembukaan dan doa bersama yang menandai dimulainya perjalanan penuh pembelajaran. Atmosfer kemudian diperkaya melalui rangkaian sambutan dari Advisor FARCO, Bernat Konduwes, yang menekankan pentingnya peran anggota dalam menjaga arah dan nilai organisasi. Perspektif tersebut diperkuat oleh Aliza Salma Afina selaku Ketua Umum periode 2025/2026, yang menghadirkan pesan motivasional mengenai makna menjadi aktivis yang bertanggung jawab. Sementara itu, Natasha Lestari Ripoche sebagai Ketua Umum periode 2026/2027 membawa visi keberlanjutan FARCO dengan penekanan pada kontribusi nyata dan pertumbuhan bersama.
Suasana kemudian bertransisi menjadi lebih dinamis melalui sesi ice breaking yang dirancang interaktif, membuka ruang bagi peserta untuk saling terhubung dan membangun kenyamanan. Momentum ini berlanjut ke pengenalan FARCO melalui pendekatan yang lebih engaging, dimulai dari quiz interaktif hingga pemaparan mengenai struktur organisasi, divisi, serta arah program kerja ke depan.
Memasuki inti pembekalan, peserta diperkenalkan pada tiga fondasi utama dalam berorganisasi: leadership, pengelolaan keuangan, serta operasional dan administrasi. Ketiga aspek ini tidak hanya disampaikan sebagai teori, tetapi sebagai kerangka berpikir yang akan mereka gunakan dalam menjalankan peran secara profesional dan bertanggung jawab di FARCO.
Eksplorasi peran organisasi diperdalam melalui perkenalan masing-masing divisi, yang memberikan gambaran nyata mengenai dinamika kerja di dalamnya. Pemahaman ini kemudian diuji secara langsung melalui sistem rotating island, di mana peserta terlibat dalam berbagai simulasi tugas lintas divisi. Pengalaman ini membuka ruang bagi mereka untuk mengenali minat, kemampuan, serta tantangan yang mungkin dihadapi dalam setiap peran.
Menjelang akhir rangkaian, refleksi menjadi fokus utama melalui evaluasi kelompok dan sesi debriefing, yang memungkinkan peserta untuk mengolah kembali pengalaman yang telah dilalui. Acara kemudian ditutup dengan awarding and celebration sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan performa, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan yang telah terbangun sepanjang kegiatan.
Secara keseluruhan, LDK-A FARCO wilayah Greater Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai pembekalan awal, tetapi juga sebagai ruang transformasi—di mana anggota mulai berkembang dari individu menjadi bagian dari sistem yang lebih besar. Melalui pengalaman yang interaktif dan reflektif, diharapkan setiap peserta mampu membawa nilai, tanggung jawab, dan semangat kolaborasi ke dalam perjalanan mereka di FARCO periode 2026–2027.


