TECHXCHANGE 2026: Creating Impactful Communities Through Collaboration in Tech
Malang, 15 April 2026 – Di tengah pesatnya perkembangan industri teknologi, kebutuhan akan talenta yang tidak hanya unggul secara teknis tetapi juga mampu berkolaborasi lintas bidang semakin meningkat. Menjawab tantangan tersebut, Bina Nusantara Computer Club (BNCC) kembali menghadirkan TECHXCHANGE 2026, sebuah rangkaian acara yang terdiri dari seminar dan studi banding dengan mengusung tema besar “Synergy in Tech: Building Impactful Communities.”
TECHXCHANGE 2026 hadir sebagai wadah bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya kolaborasi lintas divisi, khususnya antara bidang Teknologi, Desain, dan Bisnis. Banyak mahasiswa saat ini memiliki kemampuan hard skill yang kuat secara individu, namun masih menghadapi kesulitan dalam beradaptasi di dunia kerja akibat kurangnya pengalaman dalam bekerja secara kolaboratif dan terjebak dalam mentalitas silo.
Rangkaian acara TECHXCHANGE 2026 diawali dengan seminar yang diselenggarakan pada 10 April 2026 dengan sub-tema “Synergy in Tech: Using Technology to Build Solid Cross-Functional Teams.” Dalam sesi ini, peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai bagaimana menyatukan berbagai peran dan keahlian dalam satu tim yang solid. Teknologi diperkenalkan sebagai enabler utama dalam proses kolaborasi, mulai dari tahap brainstorming hingga penyelarasan visi sebelum eksekusi proyek.
Seminar ini menghadirkan kak M. Farid Maulana (Product Manager & Jobhun Mentor) sebagai pembicara, yang membagikan insight praktis berdasarkan pengalaman profesionalnya dalam membangun dan mengelola tim lintas fungsi di dunia industri.
Materi seminar mencakup pemahaman tentang konsep cross-functional teams, tantangan yang sering muncul seperti miskomunikasi dan perbedaan pola pikir antar divisi, serta pentingnya alignment dalam menentukan tujuan bersama. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada berbagai tools kolaborasi digital seperti Miro untuk brainstorming visual, Notion untuk dokumentasi, Trello untuk manajemen tugas, serta Slack untuk komunikasi real-time. Tidak hanya itu, peserta juga mempelajari penerapan Systems Development Life Cycle (SDLC) sebagai kerangka kerja sistematis dalam pengembangan proyek, mulai dari tahap perencanaan hingga maintenance.
Sebagai lanjutan dari acara seminar, TECHXCHANGE 2026 juga menghadirkan kegiatan studi banding yang dilaksanakan pada 11 April 2026 bersama GDGoC Universitas Brawijaya. Mengusung sub-tema “Synergy in Tech: Cross Division Coordination in Practice,” sesi ini memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana koordinasi lintas divisi dijalankan dalam sebuah organisasi. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk mendiskusikan manajemen koordinasi lintas divisi, khususnya bagaimana pengurus organisasi mengatur komunikasi agar setiap divisi dapat bekerja secara selaras dan beriringan. Diskusi ini menjadi wadah untuk memahami praktik nyata dalam menjaga alur kerja yang efektif serta membangun kolaborasi yang terstruktur di dalam organisasi.
Dalam studi banding ini, kegiatan diawali dengan penyampaian grand design dari masing-masing organisasi sebagai gambaran menyeluruh mengenai visi, struktur, serta arah pengembangan organisasi ke depan. Sesi ini menjadi landasan awal bagi peserta untuk memahami bagaimana strategi dan sistem kerja diterapkan dalam menjalankan program secara efektif. Selanjutnya, acara diilanjutkan dengan sesi Forum Group Discussion (FGD) yang menjadi ruang interaktif bagi peserta untuk bertukar ide, pengalaman, serta praktik terbaik dalam mengelola organisasi dan menjalankan kolaborasi lintas divisi. Dalam sesi ini, peserta dibagi berdasarkan divisi masing-masing, sehingga diskusi dapat berjalan lebih fokus dan relevan sesuai peran serta tanggung jawab tiap divisi. Melalui diskusi yang berlangsung, tercipta suasana kolaboratif yang secara natural turut mempererat hubungan antar peserta.
Melalui TECHXCHANGE 2026, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami pentingnya kolaborasi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam proyek nyata. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam menjembatani kesenjangan antara kemampuan teknis mahasiswa dengan kebutuhan industri akan soft skill kolaborasi yang kuat.
Lebih dari sekadar rangkaian acara edukatif, TECHXCHANGE 2026 juga menjadi momentum untuk membangun komunitas yang saling terhubung, adaptif, dan berdampak. Dengan mengusung semangat sinergi, BNCC berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang belajar yang relevan dan aplikatif bagi generasi muda di bidang teknologi.
TECHXCHANGE 2026 juga mendapat dukungan dari Biznet Gio Cloud dan Jobhun selaku Bronze Sponsor yang turut berkontribusi dalam kesuksesan penyelenggaraan acara ini. Dengan terselenggaranya acara ini, BNCC kembali menegaskan perannya sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada pengembangan hard skill, tetapi juga pada pembentukan karakter kolaboratif yang menjadi kunci kesuksesan di dunia kerja modern.



