Social Media Marketing: Cara Terbaik untuk Menarik Pelanggan

Marketing merupakan sebuah metode bisnis untuk dikenal oleh banyak orang, lebih dekat dengan konsumen, dan juga meningkatkan profit pada bisnis. Pada era yang bergantung dengan internet, marketing melalui internet termasuk skill bisnis yang bisa kamu kuasai, lho! Nah, salah satunya adalah pemasaran melalui media sosial.

Apa Itu Social Media Marketing?

Social media marketing atau pemasaran melalui media sosial adalah pemasaran produk dan layanan perusahaan melalui penggunaan jaringan sosial dan media sosial.

Media sosial berkembang sangat pesat dari waktu ke waktu, terutama di Indonesia. Menurut Hootsuite 2020, platform media sosial yang paling banyak digunakan oleh masyarakat berusia 16 hingga 64 tahun adalah Youtube, yaitu sebesar 88%, diikuti oleh Whatsapp 84%, Facebook 82%, dan Instagram 79%. Peningkatan traffic, perolehan prospek, dan peningkatan loyalitas konsumen adalah alasan utama marketers melihat value melalui penggunaan media sosial dalam kampanyenya (Hubspot dalam Statista, 2019).

Jenis media yang umumnya digunakan dalam pemasaran konten, yakni blog, video, infografis, studi kasus, e-Bookwhite papperchecklist, wawancara, dan lainnya. Ternyata, video merupakan media yang paling efektif dan banyak digunakan, lho! Menurut Hubspot 2020, 93% brand mendapat pelanggan baru karena video di media sosial.

Nah, berikut lima pilar pemasaran melalui media sosial yang perlu kamu ketahui!

5 Pilar Pemasaran Melalui Media Sosial Menurut Buffer

1. Strategy

Nah, langkah pertama yang harus kamu pikirkan adalah strategi pemasaran. Hal ini diperlukan untuk mengetahui bagaimana media sosial dapat membantu mencapai tujuan bisnismu. Kemudian, platform apa yang akan kamu fokuskan untuk memasarkan produkmu. Contoh platform-nya, yaitu Instagram, Facebook, atau TikTok. Setelah itu, tentukan jenis konten yang menurutmu paling efektif.

2. Planning and Publishing

Kamu harus memiliki perencanaan yang tepat terkait waktu dan frekuensi publikasi kontenmu. Hal ini karena setiap media sosial memiliki algoritma yang berbeda-beda. Selain itu, kamu juga harus membuat draf perencanaan terkait konten yang akan dipublikasi, seperti video, gambar, dan lain sebagainya.

3. Listening and Engagement

Pantau apa yang pengguna, pelanggan, dan orang lain katakan tentang posting-an kamu, terkait produk dan aset bisnis lainnya. Jika feedback yang diberikan positif, maka dapat menjadi peluang sebagai pelanggan yang loyal bagi bisnismu. Namun sebaliknya, jika feedback-nya negatif, maka hal tersebut bisa menjadi bahan perbaikan untuk kedepannya.

Jika bisnismu sudah besar dan platform media sosial yang digunakan cukup banyak, kemungkinan besar kamu membutuhkan sebuah tool pemantau media sosial. Kamu bisa menggunakan tool gratis maupun berbayar.

4. Analytics and Reporting

Pada langkah ini, analitik dan pelaporan sangat penting dilakukan. Hal ini untuk mengetahui bagaimana kinerja pemasaran melalui media sosialmu. Apakah menjangkau lebih banyak orang dari bulan ke bulan, serta berapa banyak pengguna, pelanggan, dan feedback positif terkait produkmu selama satu bulan.

5. Advertising

Jika kamu mempunyai dana lebih, cobalah untuk memasarkan produkmu melalui iklan. Hal ini perlu dilakukan untuk memperluas jangkauan konsumen daripada mereka yang hanya mengikuti media sosialmu. Periklanan melalui media sosial saat ini merupakan cara yang tepat untuk membuat target konsumen berdasarkan demografi, minat, perilaku, dll.

Kesuksesan Pemasaran Starbucks Melalui Media Sosial

Siapa sih yang tidak kenal dengan Starbucks? Sebuah kedai kopi multinasional asal Amerika Serikat. Ternyata dibalik kesuksesannya, Starbucks menggunakan sosial media untuk pemasarannya, lho!

Selama beberapa tahun, Starbucks telah menjadi yang terdepan dalam memperkenalkan pemasaran melalui media sosial ke dalam bisnisnya. Nah, pada dasarnya, Starbucks berusaha untuk lebih memahami konsumennya untuk meningkatkan standar layanan dan pengalaman brand kepada konsumennya.

Salah satu cara untuk mencapainya adalah melalui partisipasi media sosial yang masif dan lebih dari 50 juta pengikut di beberapa platform media sosial, seperti Facebook, YouTube, Twitter, dan juga Instagram. Selain itu, Starbucks sangat kompeten saat berhubungan dengan konsumennya karena terlebih dahulu untuk izin sebelum berinteraksi dengan mereka.

Hmmm… Mungkin kamu bertanya-tanya. Kok bisa, ya?

Dilansir dari meetsoci.com, ada beberapa strategi yang dilakukan oleh Starbucks dalam pemasaran melalui media sosialnya:

Quality Content

Starbucks sangat memperhatikan kualitas dibandingkan dengan kuantitas. Banyak kreativitas yang dibagikan oleh Starbucks melalui media sosialnya dengan media, seperti video, GIF, foto, dan juga artikel.

Seperti pada video Youtube diatas, Starbucks berhasil mendapatkan lebih dari 4,5 juta views dan itu sangat mengesankan, bukan?

 

Creative Captions

Yap, strategi ini perlu dilakukan untuk mengajak orang lain membeli produk kita, seperti yang dilakukan oleh Starbucks. Mereka menggunakan emoji untuk menggambarkan sesuatu yang berkaitan dengan apa yang dibagikan melalui media sosialnya. Selain itu, sertakan hashtag untuk memperluas jangkauan pengguna. Seperti pada foto dibawah ini:

 

The Human Factor

Salah satu faktor kesuksesan pemasaran melalui media sosial adalah menanggapi feedbacks yang diberikan oleh konsumennya. Dengan begitu, konsumen merasa lebih dekat dan nyaman dengan pelayanan yang diberikan oleh Starbucks. Dibawah ini contohnya:

 

Product Personality

Product personality atau kepribadian sebuah produk berarti karakteristik yang melekat pada sebuah produk. Hal inilah yang membuat konsumen lebih dekat dengan produk-produk yang ada di Starbucks. Terlebih, adanya product personaliity yang unik membuat konsumen lebih mudah mengidentifikasi suatu produk.

Contoh diatas, Starbucks membuat akun baru untuk jenis produk ini, yaitu Pumpkin Spice Latte.

 

Sense of Urgency

Menciptakan sense of urgency adalah strategi pemasaran yang berguna untuk meningkatkan penjualan dan membedakan produk kita dengan para pesaing. Nah, marketers menggunakan strategi ini untuk mengubah pola pikir konsumennya. Seperti halnya:

“Aku akan menandainya dulu” menjadi “Di mana aku dapat membeli produk ini sekarang?”

Seperti yang dilakukan oleh Starbucks pada feed Instagram diatas, mereka melakukan sebuah penawaran berupa double star ketika membeli kopi pada tanggal 11–15 Mei 2020.

Apakah kamu tertarik untuk mempelajari pemasaran melalui media sosial lebih dalam? Oh ya, buat kamu yang suka baca artikel informatif dan juga menghibur, Filemagz.com cocok banget nih buat kamu. Tunggu apa lagi? Jangan mau ketinggalan dan kunjungi website nya sekarang juga!