B-Preneur Warehouse Project 2026: The Unseen – The Guest Who Was Never Invited
[Tangerang Selatan, Indonesia] – Pada 15 Mei 2026, B-Preneur dengan bangga mengadakan acara B-Preneur Warehouse Project: The Unseen – The Guest Who Was Never Invited. Acara ini telah berlangsung di Graha Bhara Daksa, Tangerang Selatan.
B-Preneur Warehouse Project merupakan acara gathering yang diselenggarakan oleh region Alam Sutera, yang menghadirkan anggota B-Preneur dari BINUS @Alam Sutera, BINUS @Kemanggisan, dan BINUS @Bekasi untuk berkumpul dan melaksanakan berbagai aktivitas bersama. Program kerja dari region Alam Sutera ini bertujuan untuk mempererat hubungan dan meningkatkan keakraban antar anggota B-Preneur, sekaligus mendorong para peserta untuk keluar dari zona nyaman dalam menghadapi berbagai tantangan bersama anggota kelompok.
B-Preneur Warehouse Project hadir dengan konsep Murder Mystery Game, sebuah kegiatan interaktif yang menggabungkan unsur investigasi, tantangan, dan kerja sama tim dalam satu pengalaman yang penuh misteri. Sekitar 80 peserta dibagi secara acak ke dalam kelompok kecil beranggotakan 7–8 orang, sehingga banyak peserta dipertemukan dengan anggota tim yang belum saling mereka kenal sebelumnya. Melalui rangkaian permainan yang menuntut komunikasi dan strategi, peserta diajak untuk keluar dari zona nyaman sekaligus membangun koneksi baru dalam suasana yang menegangkan namun tetap menyenangkan.
Mengusung tema The Unseen, kegiatan ini menggambarkan bahwa dalam sebuah organisasi, seringkali terdapat dinamika tersembunyi yang tidak terlihat secara langsung. Konflik, asumsi, hingga keputusan yang tidak diungkapkan dapat mempengaruhi hubungan antar individu serta proses kerja sama dalam kelompok. Oleh karena itu, peserta tidak hanya dituntut untuk menyelesaikan permainan, tetapi juga dilatih untuk memahami situasi, membaca petunjuk, dan mengambil keputusan di tengah keterbatasan informasi.
Perjalanan dimulai dari Pos 1 Scene Investigation, dimana peserta berperan sebagai tim investigasi pertama yang tiba di lokasi kejadian perkara. Peserta harus membaca kronologi kasus, memecahkan kode, serta menggunakan UV flashlight untuk menemukan petunjuk tersembunyi di area TKP. Dari petunjuk tersebut, peserta menyusun sebuah kalimat utama yang menjadi clue penting dalam misteri pembunuhan. Tantangan berlanjut di Pos 2 The Venturer, di mana dua kelompok harus bekerja sama mengendalikan spidol menggunakan tali untuk menyelesaikan labirin tanpa keluar jalur. Koordinasi dan komunikasi menjadi kunci utama dalam permainan ini.
Pada Pos 3 Flying Mystery, peserta diuji melalui permainan keseimbangan dan kepercayaan. Satu anggota tim diangkat menggunakan tali untuk melempar ring ke target tanpa menyentuh tanah, sehingga seluruh anggota harus menjaga kestabilan dan sinkronisasi gerakan. Sementara itu, Pos 4 Documented Crime membawa peserta kembali pada suasana investigasi melalui analisis dokumen seperti autopsy report, forensic sketch, dan papan cerita untuk merekonstruksi kronologi kejadian serta menemukan kode rahasia yang tersembunyi.
Ketegangan semakin meningkat di Pos 5 Judgement, dimana peserta harus menentukan apakah pernyataan lawan merupakan fakta atau kebohongan melalui sesi presentasi individu. Permainan ini menguji kemampuan observasi dan penilaian terhadap orang lain. Selanjutnya, di Pos 6 Liar’s Bar, dua kelompok saling berhadapan dalam permainan berbasis kepercayaan dan risiko. Peserta harus memutuskan apakah lawan berkata jujur atau berbohong, sementara kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat membawa konsekuensi eliminasi melalui sistem “revolver” yang semakin menambah ketegangan dalam permainan.
Permainan kemudian berlanjut di Pos 7 Identity Shift, sebuah permainan memori dan kebingungan identitas di mana peserta memegang nama yang bukan miliknya dan harus mengingat distribusi identitas seluruh anggota tim. Situasi yang penuh kekacauan tercipta ketika peserta berebut kursi tengah sambil berusaha memahami identitas satu sama lain. Sementara itu, Pos 8 Shock menjadi tantangan terakhir yang menguji fokus dan koordinasi tim melalui permainan reaksi cepat. Peserta harus meneruskan sinyal hanya melalui sentuhan tangan tanpa berbicara, hingga anggota terdepan dapat mengambil objek dengan cepat dan tepat.
Seluruh clue yang diperoleh dari setiap pos saling terhubung untuk membantu peserta memecahkan misteri utama dalam permainan. Melalui konsep ini, peserta tidak hanya diajak untuk bermain, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis, bekerja sama, membangun komunikasi, serta memahami pentingnya kepercayaan dalam tim. Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan sesi After Party yang menjadi momen bagi seluruh peserta untuk merayakan kebersamaan dan pengalaman yang telah dilalui bersama selama B-Preneur Warehouse Project berlangsung.
Melalui B-Preneur Warehouse Project, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman bermain yang seru dan menegangkan, tetapi juga kesempatan untuk belajar mengenai pentingnya komunikasi, kerjasama, kepercayaan, dan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berbagai situasi. Setiap tantangan yang dihadirkan menjadi simbol bahwa tidak semua hal dapat dilihat secara langsung, sehingga dibutuhkan kepekaan dan pemahaman yang lebih mendalam dalam membangun hubungan serta bekerja dalam sebuah tim. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat membawa pengalaman, pelajaran, dan koneksi baru yang telah terbentuk selama kegiatan berlangsung, sehingga semangat kebersamaan dan solidaritas antar anggota B-Preneur dapat terus terjalin dengan lebih erat ke depannya.
Ditulis oleh:
Tiffany Rivera
Secretary of B-Preneur Warehouse Project 2026




