Loading
Loading...
Menu BINUS

AIESEC in BINUS Perdana Gelar Lead The Change 2026, Wadah Anak Muda Membuat Bisnis Berkelanjutan

Jakarta, 9 Oktober 2026 – Bagaimana jika ide sederhana yang muncul hari ini justru menjadi solusi bagi permasalahan di masa depan? Berangkat dari semangat tersebut, AIESEC in BINUS menghadirkan Lead The Change (LTC) 2026, kompetisi business plan pertamanya yang berlangsung pada 10 Agustus hingga 9 Oktober 2026. Melalui kompetisi ini, generasi muda tidak hanya ditantang untuk menghasilkan ide bisnis yang kreatif, tetapi juga mengembangkan solusi nyata yang inovatif, relevan, dan berdampak bagi masyarakat.

Perjalanan Lead The Change 2026 diisi dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperluas wawasan peserta sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia bisnis. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Lead The Change x Wardah dalam collaboration event yaitu Creator Connect: Beyond Beauty, Building a Sustainable Futur Lead The Change x Wardah dalam collaborati, yang diselenggarakan pada 18 September 2026 di Atrium BINUS Alam Sutera. Mengangkat isu keberlanjutan dalam industri kecantikan, kegiatan ini mengajak generasi muda memahami bahwa pilihan produk kosmetik juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan.

Acara diawali dengan booth activation dari Wardah yang menyediakan layanan pemeriksaan kulit secara personal serta rekomendasi produk sesuai kebutuhan peserta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi talk show bersama Aprilia Zahra, seorang Content Creator, dan Danya Utomo, seorang Content Creator sekaligus Make Up Artist. Melalui diskusi mengenai kecantikan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan, peserta diajak untuk melihat bahwa merawat diri dan menjaga keberlanjutan dapat berjalan beriringan.

Tidak berhenti pada perluasan wawasan, LTC 2026 juga membekali peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan ide bisnis. Pada 15 September 2026, Semifinal Technical Meeting dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Dalam sesi ini, 61 tim semifinalis diumumkan secara resmi dan memperoleh penjelasan mengenai tahapan kompetisi berikutnya.

Persiapan dilanjutkan melalui Semifinal Coaching Clinic pada 17 September 2026 yang menghadirkan Muhammad Nur Ihsan, praktisi di bidang Project Management dan Software Project Management di Pertamina Retail. Dengan topik How to Make a Good Business Proposal, peserta memperoleh wawasan tentang cara menyusun proposal bisnis yang terstruktur, memperkuat gagasan, serta mengomunikasikan ide secara efektif agar lebih mudah dipahami dan dikembangkan.

Memasuki tahap final, Final Technical Meeting & Coaching Clinic diselenggarakan pada 2 Oktober 2026 melalui Zoom Meeting. Sesi ini menghadirkan Octa Ramayanan, Head of Content and Partnership di Senyawa+, yang membawakan materi How to Make a Good Pitch Deck. Peserta mendapatkan arahan mengenai cara menyampaikan ide bisnis secara jelas, menarik, dan meyakinkan. Pada kesempatan yang sama, sepuluh tim finalis diumumkan, yaitu VIMORA, SSO V2, Masukkan Nama Tim Anda, Concreate Team, Kim Poel, SPPG Lenteng Agung, D’Winner, INNOBIZ, Anak AbDi, dan TECHGIRLS.

Puncak perjalanan LTC 2026 berlangsung melalui Final Pitching Day pada 9 Oktober 2026 di BINUS Senayan. Sepuluh tim finalis mempresentasikan gagasan dan solusi bisnis mereka di hadapan dewan juri yang terdiri atas Fergi Beatrice, Moon Marva, dan Fransiscus Leonardo. Berbagai solusi dipresentasikan untuk menjawab tantangan di bidang teknologi, pengemasan, hingga permasalahan banjir. Setiap presentasi menjadi kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan memecahkan masalah.

Setelah melalui rangkaian kompetisi, SSO V2 berhasil meraih Juara 1, disusul TECHGIRLS sebagai Juara 2 dan Kim Poel sebagai Juara 3. Sementara itu, penghargaan Best Innovation diberikan kepada VIMORA, sedangkan Anak AbDi berhasil meraih penghargaan Best Pitching.

“Menurut saya, LTC merupakan kompetisi bisnis yang sangat ramah bagi pemula. Sebagai seseorang yang belum pernah mengikuti kompetisi business plan sebelumnya, saya mendapatkan banyak pembelajaran tentang cara mengembangkan ide bisnis. Secara keseluruhan, pengalaman ini sangat menyenangkan dan bermanfaat,” ujar Amandari Zahara Adjani, salah satu peserta Lead The Change 2026.

Pengalaman para peserta menjadi salah satu gambaran bagaimana LTC tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang belajar bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi mereka. Hal ini turut tercermin dalam pandangan Farrel Gunharie, OCP of Lead The Change 2026, yang melihat langsung perkembangan para peserta sepanjang rangkaian kegiatan.

“Sepanjang LTC, saya melihat bagaimana para peserta terus menantang diri mereka untuk mengubah ide menjadi solusi yang bermakna. Melihat perkembangan, kreativitas, dan dedikasi mereka sepanjang perjalanan ini menjadi pengalaman yang sangat menginspirasi. Saya berharap pengalaman ini mendorong mereka untuk terus berinovasi dan menciptakan dampak positif di luar kompetisi,” ujar Farrel Gunharie, Organizing Committee President of Lead The Change 2026.

Berakhirnya Lead The Change 2026 bukan berarti perjalanan para peserta untuk menciptakan perubahan ikut selesai. Melalui pengalaman belajar, kolaborasi dengan praktisi industri, dan kesempatan menguji gagasan secara langsung, LTC 2026 mendorong generasi muda untuk berani melangkah lebih jauh dari sekadar memiliki ide. Sebab, perubahan besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dari keberanian untuk mengembangkan satu ide menjadi solusi yang berarti.

 

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.