Bogor, 8 Juli 2026 – Menjadi seorang pemimpin bukan hanya tentang berani memiliki ambisi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menghadapi tantangan, beradaptasi dengan setiap perubahan, dan terus bertahan dalam setiap proses yang dijalani. Melalui hari kedua Local Conference 2026: Meliora the Legend of the Lost Clover, AIESEC in BINUS kembali mengajak para peserta untuk memahami bahwa setiap perjalanan kepemimpinan tidak hanya dibentuk oleh pencapaian, tetapi juga oleh pengalaman, pembelajaran, dan orang-orang yang selalu tumbuh bersama. Konferensi tersebut dihadiri oleh sekitar 43 peserta, 20 Conference Committee atau panitia konferensi, serta 10 fasilitator yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pada hari kedua.
Pada hari kedua, konferensi tersebut diawali dengan pemutaran rangkuman kegiatan pada hari pertama sebagai kilas balik perjalanan yang telah dilalui seluruh peserta. Konferensi kemudian disambut oleh Master of Ceremony, yakni Vanessa Agatha Alvina dan Georgia Ananta, kemudian dilanjutkan dengan roll dance yang diikuti oleh seluruh panitia dan peserta untuk membangun semangat sebelum memasuki rangkaian sesi.
Memasuki Morning Plenary, Sharon Serafim membawakan sesi mengenai bagaimana ambisi yang dimiliki seseorang selalu memiliki harga yang harus dibayar. Sesi tersebut mengajak para peserta memahami bahwa cara seseorang dalam mewujudkan ambisinya dapat memengaruhi dirinya sendiri maupun tim yang ada di sekitarnya. Melalui refleksi yang dibagikan, peserta diajak untuk melihat pentingnya menjaga komunikasi dan tujuan yang sama dalam sebuah tim. Salah satu peserta, Meyathala Razditya mengungkapkan refleksinya setelah mengikuti sesi tersebut, “Setiap ambisi pasti ada harga yang harus dibayar. Ketika dijalankan dengan cara yang kurang tepat, hal itu dapat menimbulkan kesalahpahaman di dalam tim dan membuat tujuan bersama kehilangan arah.”
Setelah sesi Morning Plenary, peserta mengikuti engagement activity yang mengharuskan setiap kelompok saling berhadapan dalam pertandingan satu lawan satu di tujuh pos permainan dengan tantangan yang berbeda-beda. Aktivitas tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk membangun kerja sama dan mempererat hubungan antarpeserta. Suasana kemudian berlanjut dengan sesi Fun Teams yang dipandu oleh Kay Pasha Muharram, Ervina Aprillia Hosan, dan Nasywa Aqilah melalui berbagai permainan yang semakin membangun kebersamaan selama konferensi berlangsung.
Memasuki sesi Executive Board (EB) 4, Shelomitha Flourensia dan Clarissa Lavinia Sunarly membagikan pengalaman mereka melalui sesi bertajuk Beyond the Map: Writing Your Scroll. Sesi tersebut menjelaskan bahwa harapan terhadap sebuah peran sering kali berbeda dengan kenyataan yang dihadapi. Namun, setiap tantangan yang dihadapi menjadi bagian dari proses untuk bertahan, beradaptasi, dan terus berkembang. “Bunga dapat mekar meski tumbuh di tengah lumpur. Begitu juga dengan kita, setiap kesulitan yang dihadapi adalah bagian dari proses yang membentuk kita menjadi pribadi yang kita impikan,” ujar Geovanny Theofilus Pepah selaku peserta pada Local Conference 2026.
Sesi EB 5 dan EB 6 dilanjutkan oleh Stephanie Wang dan Ayu Azalia dengan judul Between Glory and Burden: The Hidden Chronicle serta The Home We Discover: Beyond the Journey. Sesi tersebut membantu para peserta memahami kondisi AIESEC in BINUS saat ini sekaligus mengajak mereka merefleksikan alasan mengapa mereka tetap memilih untuk bertahan bersama. Selain itu, sesi tersebut juga mengingatkan bahwa Sunibiru bukan hanya sebuah organisasi, tetapi juga rumah yang selalu menjadi tempat untuk kembali. “Jangan pernah melupakan perjalanan yang sudah dilalui dan orang-orang yang selalu ada menemani setiap prosesnya,” ujar Ruben Valentino Hasibuan selaku peserta pada Local Conference 2026.
Menutup rangkaian pada hari kedua, Evening Plenary, Sharon Serafim mengajak peserta untuk merefleksikan kembali bagaimana ambisi yang tidak dijalankan dengan baik dapat menciptakan lingkungan yang kurang sehat. Sesi tersebut juga mengingatkan pentingnya membangun rasa saling peduli dan kekeluargaan di dalam AIESEC in BINUS. Momen reflektif ini meninggalkan kesan yang mendalam bagi Citra Lestari sebagai peserta, “Bagi saya, Sunibiru adalah rumah.”
Hari kedua Local Conference 2026: Meliora the Legend of the Lost Clover menjadi lanjutan perjalanan bagi para peserta untuk memahami bahwa setiap tantangan merupakan bagian dari proses kepemimpinan. Melalui refleksi, diskusi, serta pengalaman yang dibagikan oleh para pembicara, peserta tidak hanya memperoleh pembelajaran baru mengenai kepemimpinan, tetapi juga memahami bahwa setiap proses yang dijalani akan membentuk cara mereka memimpin, beradaptasi, dan bertumbuh bersama di AIESEC in BINUS.

