Loading
Loading...
Menu BINUS

AIESEC Future Leaders Summer Peak 2026 Ajak Generasi Muda Pahami Konflik Antarbudaya Lewat Capacity Building 2

Jakarta, 9 Mei 2026 – Di tengah lingkungan global yang semakin beragam, kemampuan seseorang untuk memahami dan mengelola konflik antarbudaya menjadi keahlian penting bagi generasi muda. AIESEC Future Leaders Summer Peak 2026 kembali melanjutkan program pengembangan kepemimpinan melalui kegiatan Capacity Building 2 yang diselenggarakan pada Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 19.05 WIB melalui platform Zoom Meeting Conference hadir untuk menjawab keluhan tersebut. Kegiatan ini menjadi acara kedua dalam rangkaian program AIESEC Future Leaders yang berfokus kepada pengembangan kemampuan delegates dalam menghadapi tantangan komunikasi dan kerja sama lintas budaya.

Hadirkan Pembahasan Intercultural Conflict Bersama Pembicara Berpengalaman 

     Capacity Building 2 diikuti oleh 16 orang panitia dan dihadiri oleh 19 coaches serta 113 delegates dari latar belakang yang berbeda. Pada sesi ini, peserta mendapat materi yang membahas pentingnya mengelola intercultural conflict agar tidak menjadi konflik yang lebih besar. Materi dibawakan oleh oleh Kezia Angelica, lulusan BINUS University yang saat ini bekerja sebagai Management Associate di AIA. Selain itu, Kezia juga memiliki pengalaman sebagai awardee IISMA 2024, sebuah program pertukaran pelajar yang didanai pemerintah Indonesia, serta pernah menjadi Student Representative di Radboud University. Dengan pengalaman akademik dan internasional yang dimilikinya, Kezia membagikan wawasan mengenai pentingnya memahami keberagaman budaya dalam kehidupan sehari-hari.

     Kegiatan ini juga membahas macam-macam prinsip analisis budaya yang membantu peserta untuk memahami alasan terjadinya konflik, bagaimana cara menghadapinya, hingga langkah mitigasi yang dapat dilakukan agar konflik tidak semakin membesar. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi delegates dalam menghadapi situasi sehari-hari, baik di lingkungan akademik, organisasi, maupun dunia profesional di masa depan.

Delegates Diajak Menyelesaikan Studi Kasus Secara Interaktif 

     Tidak hanya menerima materi secara teori, delegates juga mengikuti Special Track Activities. Pada sesi ini, peserta diberikan berbagai kasus realistis yang berkaitan dengan konflik antarbudaya untuk dianalisis dan diselesaikan bersama kelompok mereka. Aktivitas ini bertujuan agar bisa membantu delegates menerapkan poin-poin penting yang telah dijelaskan speaker ke dalam situasi nyata.

     Melalui sesi praktik tersebut, delegates belajar untuk berpikir kritis, mendengarkan sudut pandang orang lain, serta mencari solusi yang tepat dalam menghadapi konflik. Diskusi berlangsung secara aktif dan interaktif, dengan para coaches turut mendampingi peserta selama proses analisis kasus berlangsung.

     “Menurut saya, secara keseluruhan acaranya berjalan dengan baik, terutama dari segi aktivitas dan perencanaan pembicara. Namun, tantangan terbesar yang perlu diperhatikan adalah pengelolaan waktu selama acara berlangsung,” ujar Elena selaku Coach dalam AIESEC Future Leaders Summer Peak 2026.

     Antusiasme peserta juga terlihat dari keterlibatan aktif delegates selama sesi berlangsung. “Materi yang saya pelajari dari CB2 sangat insightful. Saya juga senang bisa aktif selama sesi dan mendapatkan respons yang baik. Namun, koneksi pembicara terkadang sedikit mengganggu karena beberapa kali suara terputus saat menyampaikan materi maupun menjawab pertanyaan,” ujar Brent Nicholas Anthony selaku delegate dalam AIESEC Future Leaders Summer Peak 2026.

Dorong Generasi Muda Menjadi Lebih Inklusif dan Adaptif 

     Meskipun terdapat beberapa kendala teknis selama sesi berlangsung, kegiatan Capacity Building 2 tetap berjalan secara interaktif dan mendapatkan respons positif dari peserta. Delegates terlihat sangat aktif dalam bertanya, berdiskusi, serta menyampaikan pendapat selama kegiatan berlangsung.

     Melalui Capacity Building 2, AIESEC Future Leaders Summer Peak 2026 berharap para delegates dapat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memahami keberagaman budaya dan mengelola konflik secara konstruktif. Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan mampu membangun hubungan yang sehat, profesional, dan inklusif di lingkungan yang semakin multikultural.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.