{"id":9108,"date":"2025-02-07T20:32:27","date_gmt":"2025-02-07T13:32:27","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/?p=9108"},"modified":"2025-02-07T20:35:45","modified_gmt":"2025-02-07T13:35:45","slug":"memahami-dampak-kerusakan-lingkungan-akibat-pakaian-beralih-dari-fast-fashion-menuju-slow-fashion","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/2025\/02\/memahami-dampak-kerusakan-lingkungan-akibat-pakaian-beralih-dari-fast-fashion-menuju-slow-fashion\/","title":{"rendered":"Memahami Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Pakaian: Beralih Dari Fast Fashion Menuju Slow Fashion"},"content":{"rendered":"<p><strong>Mengenal <em>Fast Fashion<\/em><\/strong><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400\">Fast fashion<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, istilah yang ramai dibicarakan dan sering didengar di media sosial. Dalam industri tekstil, istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;fast fashion&#8221;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mengacu pada produksi cepat dan terus menerus berbagai model pakaian yang selalu berubah sesuai tren dalam waktu yang sangat singkat. Produksi cepat ini seringkali tidak memperhatikan dampak lingkungan, seperti polusi dan limbah tekstil, serta keselamatan pekerja, yang seringkali bekerja dalam kondisi buruk dengan upah rendah. Industri <em>fast fashion<\/em> sebagian besar beroperasi di negara-negara berkembang di Asia, di mana peraturan lingkungan dan perlindungan tenaga kerja kurang mendukung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sejarah <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">fast fashion<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> dimulai pada akhir abad ke-19 dan berkembang pesat sejak awal abad ke-21. Pada awal abad ke-20, awalnya, pakaian dibuat secara lambat dan terbatas oleh pengrajin rumahan atau lokal. Konsumen pada masa ini sering memesan pakaian yang disesuaikan dari penjahit atau toko kain setempat, yang menyebabkan produksi pakaian menjadi lebih lambat dan kurang standar dibandingkan dengan masa depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pakaian &#8220;<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ready-to-wear<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">&#8221; mulai diproduksi massal oleh bisnis seperti Benetton dan Zara pada tahun 1950-1970-an, yang menawarkan pakaian terjangkau dan mengikuti tren global. Pada tahun 1980-1990-an, kemajuan teknologi dan globalisasi mempercepat produksi pakaian, dengan munculnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">chain store <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan toko retail <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fashion.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perusahaan fast fashion seperti H&amp;M, Zara, dan Forever 21 mendominasi pasar pada tahun 2000-an karena era internet memungkinkan tren<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\"> fashion <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">menyebar dengan cepat. Sejak 2010, kesadaran akan dampak lingkungan dan sosial industri <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">fashion<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> meningkat, mendorong gerakan menuju mode yang lebih etis dan berkelanjutan serta transparansi dalam rantai pasokan.<\/span><\/p>\n<p><strong>Dampak <em>Fast Fashion<\/em><\/strong><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400\">Fast fashion<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> memiliki perkembangan yang cepat dan harga yang terjangkau. Namun dibalik kenyamanan tersebut, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">fast fashion<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> memiliki dampak bagi lingkungan seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menghasilkan polusi yang besar<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Proses produksi produk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fast fashion<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memerlukan air yang cukup banyak, mengeluarkan karbon dioksida (CO2), membutuhkan bahan-bahan tidak terbarukan serta diproduksi dalam jumlah besar. Hal inilah yang menjadikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fast fashion <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sebagai donatur polusi terbesar, selain itu gas yang dihasilkan merusak kualitas udara yang kita hirup.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Merusak lingkungan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Produk <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">fast fashion<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang sudah tidak digunakan ataupun rusak akan dibuang. Gas metana yang dikeluarkan oleh produk <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">fast fashion<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> dapat mencemari lingkungan, merusak saluran udara sehingga dapat menyebabkan serangan asma, bahkan meningkatkan angka kelahiran bayi prematur.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Mendorong tren belanja yang konsumtif<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400\">Fast fashion<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> mendorong masyarakat untuk sering berbelanja, karena mereka cenderung memproduksi barang secara massa dan cepat untuk mengikuti tren baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Beralih menuju <em>Slow Fashion<\/em><\/strong><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400\">Slow fashion<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan pilihan yang tepat untuk meminimalisir dampak negatif dari <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">fast fashion<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400\">Slow fashion<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> berfokus pada <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">fashion<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang berkelanjutan dan etis. Kedua pendekatan tersebut fokus pada produksi pakaian dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, ekonomi, estetika dan budaya. Selain itu, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">slow fashion <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">dapat mengurangi penggunaan sumber daya alam yang tidak terbarukan, pengurangan pencemaran lingkungan, pengurangan limbah, emisi karbon, pengurangan polusi air, penghematan biaya jangka panjang melalui penggunaan jangka panjang, dan peningkatan kenyamanan pelanggan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400\">Slow fashion<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> mempromosikan keberlanjutan dengan menggunakan bahan-bahan organik, daur ulang, atau berkelanjutan, sehingga lebih hemat biaya dan lebih aman bagi pekerja.<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\"> Slow fashi<\/span><span style=\"font-weight: 400\">o<\/span><span style=\"font-weight: 400\">n<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> mengedepankan<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\"> zero waste<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> karena tidak memiliki target produksi besar dalam waktu singkat. Meski produk yang dihasilkan lebih mahal, produk <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">slow fashion<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> menciptakan pakaian klasik yang dapat bertahan lama, sehingga memungkinkan pengguna memakainya terus menerus tanpa takut ketinggalan zaman, sehingga mengurangi limbah pakaian dari tren <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">fashion<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> cepat yang dinamis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pakaian yang modis, tahan lama, dan mengurangi limbah plastik. Tunggu apa lagi? Ayo ubah <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">fashion<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> kamu menuju <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"><em>slow fashion<\/em>!<\/span><\/i><\/p>\n<p><strong>Referensi<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Rukhaya, S., Yadav, S., Rose, N. M., &amp; Grover, A. (2021). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Sustainable approach to <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400\">counter the environmental impact of fast fashion.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> 10(8), 517\u2013523.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Zero Waste Indonesia. (2020, January 6). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Mengenal Fast Fashion dan Dampak yang Ditimbulkan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/zerowaste.id\/zero-waste-lifestyle\/mengenal-fast-fashion-dan-dampak-yang-ditimbulkan\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/zerowaste.id\/zero-waste-lifestyle\/mengenal-fast-fashion-dan-dampak-yang-ditimbulkan\/<\/span><\/a><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\">L, H. (2024, March 6). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">2021 Our Planet Week | juli janny<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Pinterest. <\/span><a href=\"https:\/\/pin.it\/3iWhvwLkv\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/pin.it\/3iWhvwLkv<\/span><\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengenal Fast Fashion Fast fashion, istilah yang ramai dibicarakan dan sering didengar di media sosial. Dalam industri tekstil, istilah &#8220;fast fashion&#8221; mengacu pada produksi cepat dan terus menerus berbagai model pakaian yang selalu berubah sesuai tren dalam waktu yang sangat singkat. Produksi cepat ini seringkali tidak memperhatikan dampak lingkungan, seperti polusi dan limbah tekstil, serta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-9108","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9108","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9108"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9108\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9109,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9108\/revisions\/9109"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9108"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9108"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9108"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}