    {"id":7896,"date":"2024-01-31T14:02:17","date_gmt":"2024-01-31T07:02:17","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/?p=7896"},"modified":"2024-01-31T14:02:17","modified_gmt":"2024-01-31T07:02:17","slug":"dampak-perkembangan-industri-terhadap-lingkungan-bagi-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/2024\/01\/dampak-perkembangan-industri-terhadap-lingkungan-bagi-kesehatan\/","title":{"rendered":"DAMPAK PERKEMBANGAN INDUSTRI TERHADAP LINGKUNGAN BAGI KESEHATAN"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2024\/01\/GAMBAR-ART-2-GROUP-7.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7897 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2024\/01\/GAMBAR-ART-2-GROUP-7.jpg\" alt=\"\" width=\"424\" height=\"212\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">sumber : <a href=\"https:\/\/images.app.goo.gl\/Z7bK4cTdN2vtYuNKA\">https:\/\/images.app.goo.gl\/Z7bK4cTdN2vtYuNKA<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Pendahuluan<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Perkembangan sektor industri merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Sebesar 4,83% merupakan angka pertumbuhan Industri pada triwulan III tahun 2022, yang secara jelas 0,71% lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Tercatat di Indonesia, emisi karbon per kapita mencapai 2,3 ton setiap tahunnya. Lalu, bagaimana sektor industri berdampak langsung pada kesehatan?. Singkatnya, semakin banyak industri yang berkembang maka akan membuka peluang besar penggundulan hutan. Hutan sendiri merupakan penghasil oksigen sekaligus penyerap CO2 terbesar yang membantu kelangsungan hidup manusia. Ketika hutan semakin gundul, maka emisi CO2 akan bercampur dengan oksigen di udara. Tingginya kadar CO2 yang terhirup oleh manusia akan menyebabkan masalah kesehatan serius berupa asidosis. Kondisi di mana oksigen dalam darah sulit dilepaskan ke dalam sel tubuh sehingga tubuh kekurangan oksigen. Selain itu, rasa mual, muntah, pusing, sakit kepala dan lainnya akan timbul ketika manusia menghirup udara yang tidak baik. Lalu, dari manakah CO2 berasal?. Gas CO2 diperoleh dari hasil pembakaran langsung minyak bumi dan gas alam, serta bahan bakar. Selain itu, penyumbang terbesar lainnya berasal dari sektor Industri Manufaktur seperti Industri semen, kertas, petrokimia, keramik dan lainnya. Proses produksi pabrik akan menghasilkan limbah cair maupun gas yang sering dibuang langsung pada ekosistem manusia. Melalui tindakan tersebut lah titik awal bagaimana Industri berperan bagi kesehatan manusia. Gas emisi yang dihasilkan akan bercampur dengan oksigen, yang secara langsung berdampak bagi kesehatan manusia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Dampak Negatif\u00a0 dari Perkembangan Industri<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Perkembangan industri tidak lepas dari sisi negatif yang berdampak pada kesehatan. Limbah pabrik maupun emisi adalah titik utama timbulnya polusi dan pencemaran air maupun udara. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kesadaran Industri dalam mengelola limbah yang dihasilkan. Dampak ini secara langsung dirasakan oleh manusia ataupun hewan sekitar. Berbagai macam penyakit\u00a0 bisa timbul dari limbah maupun emisi pabrik, mulai dari gangguan pernafasan, tekanan darah tinggi hingga kanker. Pencemaran air menyebabkan munculnya penyakit hepatitis dan diare.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Upaya pencegahan dari dampak negatif\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Upaya mencegah dampak negatif dari perkembangan industri terhadap lingkungan bagi kesehatan manusia dapat dilakukan oleh pemerintah, pengelola industri, serta masyarakat sendiri. Pencegahan ini dapat dimulai dari pemerintah yang bisa menerapkan peraturan secara ketat terkait upaya pengendalian pencemaran lingkungan, mengawasi bahwa peraturan lingkungan dilaksanakan dengan baik dengan cara menyediakan lembaga pengawas yang dapat memeriksa dan memastikan perusahaan-perusahaan yang melakukan kegiatan industri mematuhi serta mengimplementasi aturan-aturan lingkungan. Pemerintah juga harus menyiapkan anggaran yang cukup dalam rangka untuk melaksanakan proyek atau kegiatan pengelolaan lingkungan yang mencakup penelitian, pembangunan teknologi ramah lingkungan dan sebagai upaya untuk memperkuat lembaga-lembaga tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai perusahaan industri, ketika melakukan kegiatan industri yang mereka sadar kegiatan itu merupakan pekerjaan mereka maka mereka harus siap juga dalam menanggung dampak negatif nya dengan cara setelah melakukan kegiatan industri mereka perlu mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan. Yakni salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan ialah dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan seperti mempromosikan pemanfaatan sumber daya terbarukan dan pengendalian limbah yang efektif, mengelola hasil limbah industri dengan cara melakukan sistem daur ulang guna meminimalisir limbah yang ditimbulkan, menggunakan teknologi hijau yang memakai sistem informasi dalam pengawasan dan pengelolaan data lingkungan yang meliputi pengelolaan limbah serta dampaknya dan bisa juga menggunakan robotika dan otomatisasi dalam rangka meningkatkan efisiensi dan mengurangi limbah dalam proses produksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, penting juga memberikan edukasi tentang masalah lingkungan guna meningkatkan kesadaran karyawan terhadap dampak negatif yang ditimbulkan serta membantu karyawan dalam memahami bagaimana aktivitas perusahaan berdampak pada lingkungan. Kesadaran ini nantinya dapat dipraktekkan sehari-hari oleh karyawan di perusahaan, seperti menggunakan bahan ramah lingkungan dan menghemat energi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Kesimpulan<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dengan pertumbuhan sektor industri yang pesat, emisi karbon dan pengelolaan limbah menjadi masalah utama. Angka emisi karbon per kapita di Indonesia mencapai 2,3 ton per tahun menunjukkan pertumbuhan industri yang pesat. Disebabkan oleh proses produksi dan pembuangan limbah, industri, khususnya sektor manufaktur, bertanggung jawab atas sebagian besar emisi karbon dioksida. Tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga langsung pada kesehatan manusia. Penggundulan hutan dapat meningkatkan emisi CO2, yang dapat menyebabkan asidosis dan masalah kesehatan serius lainnya. Limbah industri dan emisi gas beracun mencemari air dan udara, menyebabkan gangguan pernafasan hingga kanker. Akibatnya, kesadaran dan tindakan perusahaan, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk mengatasi efek negatif ini. Peraturan ketat, pengawasan yang efektif, dan alokasi anggaran yang memadai dapat membantu mencegah. Perusahaan harus mengadopsi teknologi yang ramah lingkungan, mengelola limbah dengan baik, dan meningkatkan kesadaran karyawan. Lingkungan menjadi lebih sehat dan berkelanjutan karena inisiatif ini menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kesejahteraan manusia serta lingkungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Referensi :\u00a0<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Alodokter. (2019). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Peran dan Dampak Karbon Dioksida terhadap Tubuh Manusia.\u00a0<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/mari-telusuri-seluk-beluk-karbon-dioksida-di-dalam-tubuh-kita#:~:text=Terlalu%20tingginya%20kadar%20karbon%20dioksida,tubuh%2C%20sehingga%20tubuh%20kekurangan%20oksigen\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.alodokter.com\/mari-telusuri-seluk-beluk-karbon-dioksida-di-dalam-tubuh-kita#:~:text=Terlalu%20tingginya%20kadar%20karbon%20dioksida,tubuh%2C%20sehingga%20tubuh%20kekurangan%20oksigen<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Binus University. (2020). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Dampak Positif dan Negatif Revolusi Industri 4.0 Dalam Perekonomian dan Bisnis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span> <a href=\"https:\/\/accounting.binus.ac.id\/2020\/07\/14\/dampak-positif-dan-negatif-revolusi-indutri-4-0-dalam-perekonomian-dan-bisnis\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/accounting.binus.ac.id\/2020\/07\/14\/dampak-positif-dan-negatif-revolusi-indutri-4-0-dalam-perekonomian-dan-bisnis\/<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Direktorat P2PTM. (2019). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">DAMPAK PENCEMARAN UDARA (POLUSI UDARA) TERHADAP PENYAKIT HIPERTENSI <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/p2ptm.kemkes.go.id\/post\/dampak-pencemaran-udara-polusi-udara-terhadap-penyakit-hipertensi\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/p2ptm.kemkes.go.id\/post\/dampak-pencemaran-udara-polusi-udara-terhadap-penyakit-hipertensi<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dinas Lingkungan Hidup. (2020). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Cara Menanggulangi Dampak Kerusakan Lingkungan.\u00a0 <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/dlh.semarangkota.go.id\/5-cara-menanggulangi-dampak-kerusakan-lingkungan\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/dlh.semarangkota.go.id\/5-cara-menanggulangi-dampak-kerusakan-lingkungan\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kemenperin. (2022). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Tumbuh 4,83 Persen, Sektor Industri Paling Moncer di Triwulan III &#8211; 2022.<\/span><\/i> <a href=\"https:\/\/kemenperin.go.id\/artikel\/23683\/Tumbuh-4,83-Persen,-Sektor-Industri-Paling-Moncer-di-Triwulan-III-2022\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/kemenperin.go.id\/artikel\/23683\/Tumbuh-4,83-Persen,-Sektor-Industri-Paling-Moncer-di-Triwulan-III-2022<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Labila D, dkk. (2018). Sebaran Emisi CO2 dan Implikasinya Terhadap Penataan Ruang Area Industri di Kendal.<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> Jurnal Pengembangan Kota<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Vol 6(2).\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Putri, A. (2023). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Termasuk Indonesia, Ini Negara Penyumbang Polusi Terbesar.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> CNBC Indonesia.\u00a0<\/span><a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/research\/20230525072754-128-440369\/termasuk-indonesia-ini-negara-penyumbang-polusi-terbesar\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/research\/20230525072754-128-440369\/termasuk-indonesia-ini-negara-penyumbang-polusi-terbesar<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Putra, M. U. M. (2022, April 19). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Artikel Dilemma Industri Bagi lingkungan hidup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. . https:\/\/pemkomedan.go.id\/artikel-22247-dilemma-industri-bagi-lingkungan-hidup.html\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Rahmat, R. (2023, March 1). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Mengatasi Isu Lingkungan di Kawasan industri<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Indonesia Environment &amp; Energy Center. https:\/\/environment-indonesia.com\/mengatasi-isu-lingkungan-di-kawasan-industri\/\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Shafiyurrahman M, F. (2021). Perancangan Pabrik CO2 Cair dengan Proses Carbon Capture di PLTGU(PJB) dengan Kapasitas 25.000 ton\/tahun. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Universitas Gadjah Mada.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><a href=\"https:\/\/etd.repository.ugm.ac.id\/penelitian\/detail\/200798#:~:text=Gas%20CO2%20diperoleh%20dari%20hasil,dengan%20udara%20serta%20bahan%20bakar\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/etd.repository.ugm.ac.id\/penelitian\/detail\/200798#:~:text=Gas%20CO2%20diperoleh%20dari%20hasil,dengan%20udara%20serta%20bahan%20bakar<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>sumber : https:\/\/images.app.goo.gl\/Z7bK4cTdN2vtYuNKA Pendahuluan Perkembangan sektor industri merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Sebesar 4,83% merupakan angka pertumbuhan Industri pada triwulan III tahun 2022, yang secara jelas 0,71% lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Tercatat di Indonesia, emisi karbon per kapita mencapai 2,3 ton setiap tahunnya. Lalu, bagaimana sektor industri berdampak langsung pada kesehatan?. Singkatnya, semakin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":7897,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-7896","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7896","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7896"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7896\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7898,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7896\/revisions\/7898"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7897"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7896"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7896"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7896"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}