    {"id":7892,"date":"2024-01-31T13:51:25","date_gmt":"2024-01-31T06:51:25","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/?p=7892"},"modified":"2024-02-01T18:24:14","modified_gmt":"2024-02-01T11:24:14","slug":"save-the-ocean-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/2024\/01\/save-the-ocean-2024\/","title":{"rendered":"SAVE THE OCEAN 2024"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><em><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSave Our Sea: Let\u2019s Dive into Action\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Laut, sebuah keindahan biru yang memukau di bumi, kini menjadi saksi bisu dari kehancuran yang terus menerus oleh ulah manusia. Seperti permadani yang terhampar, panorama indah dengan warna-warni yang memukau kini terancam oleh perilaku manusia yang tidak terkendali. Penggunaan alat tangkap seperti pukat harimau dan jala besar tidak hanya mengancam kelangsungan hidup berbagai spesies, termasuk lumba-lumba, tetapi juga menciptakan gambaran serakah manusia yang menangkap, memotong, memakan, dan memanfaatkan ikan tanpa batas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Namun, kerusakan laut tidak terbatas pada tindakan tersebut saja. Sampah, terutama dari jala ikan, menjadi penyebab konkret penurunan kualitas laut, mencapai angka 48% dari total sampah yang mencemari lautan. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh biota laut, tetapi juga mengancam manusia, sebagai makhluk yang tak terpisahkan dari ekosistem laut. Fakta lainnya yang mencengangkan datang dari Kompas, di mana pengamatan hampir 12.000 kumpulan data mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, lebih dari 171 triliun keping plastik menyumbang pada krisis polusi laut yang semakin meresahkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tak hanya sampah plastik, limbah kimia juga meracuni kehidupan laut. Deterjen, sebagai contoh, meskipun dianggap tidak berbahaya, menjadi sumber pencemaran potensial karena sering dibuang begitu saja ke perairan. Ini menambah daftar ancaman terhadap ekosistem laut yang sudah terpukul oleh perubahan iklim, dengan 50-80% oksigen di bumi berasal dari tumbuhan laut dan fitoplankton.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Maka dari itu, perlindungan laut bukan lagi hanya panggilan moral, tetapi sebuah kewajiban untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi masa depan kita. Perubahan tindakan harus dilakukan, baik dalam pengelolaan sampah maupun penggunaan bahan kimia, agar surga biru ini tetap mempesona untuk generasi-generasi yang akan datang.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2024\/01\/IMG_7064.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-7904\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2024\/01\/IMG_7064.jpeg\" alt=\"\" width=\"586\" height=\"440\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada tanggal 29 Januari 2024 mengingat dengan kerusakan ekosistem dan biota laut yang diprediksi akan terus meningkat, TFISC regional Alam Sutera mengadakan program kerja tahunannya yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Save The Ocean<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dengan mengangkat tema \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Save Our Sea: Let\u2019s Dive into Action<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bagi anak muda dan masyarakat sekitar untuk menjaga ekosistem laut yang kualitasnya terus menurun dengan cara membersihkan pantai dari limbah berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit dan merusak keindahan pemandangan. <\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2024\/01\/IMG_7062.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-7902\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2024\/01\/IMG_7062.jpeg\" alt=\"\" width=\"609\" height=\"457\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kegiatan membersihkan pantai ini dilakukan di Pantai Tanjung Kait, Banten dan diawali dengan keberangkatan 45 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">volunteers<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> beserta 12 panitia dan 1 PIC. Sesampainya di Pantai Tanjung Kait para peserta membentuk barisan rapi sesuai dengan kelompok masing-masing dan mendengarkan sambutan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">project manager <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sekaligus perwakilan Desa Tanjung Anom, kemudian diikuti oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">briefing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">singkat dari panitia kepada para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">volunteers<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sehingga mereka dapat menjalankan tugas mereka sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">volunteers <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dengan baik. Sambil mendengarkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">briefing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, para volunteers diberikan satu karung untuk satu kelompok dengan target pengumpulan sampah 8 kilogram. Kegiatan ini pun berjalan lancar dengan antusiasme para volunteers yang mampu mengumpulkan sampah mencapai belasan kilogram dan ditutup dengan foto bersama untuk mengakhiri acara bersih-bersih pantai.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2024\/01\/IMG_7063.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-7903\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2024\/01\/IMG_7063.jpeg\" alt=\"\" width=\"586\" height=\"440\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak berhenti sampai di sana saja, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Save The Ocean 2024<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga menjangkau anak-anak dengan memberikan sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">workshop<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> pembuatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ecoenzym <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang bertujuan untuk memberikan edukasi tentang cara-cara mengolah limbah organik dengan metode ramah lingkungan dan dapat menghasilkan suatu produk yang berguna. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Maktabul Aitam, di hari yang sama, dengan total anak sebanyak 15 orang didampingi oleh 10 orang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">volunteers <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang telah terpilih. Kegiatan juga diawali oleh pembukaan oleh Project Manager dan pengurus dari Panti Asuhan Maktabul Aitam yang sangat hangat, diikuti dengan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> games<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> untuk menyemarakkan acara.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2024\/01\/IMG_7060.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-7900\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2024\/01\/IMG_7060.jpeg\" alt=\"\" width=\"590\" height=\"442\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan materi-materi oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">volunteers <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tentang kerusakan laut dan bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut sekaligus penjelasan pembuatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ecoenzym <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sehingga anak-anak akan lebih memahami fungsi utama dan pembuatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ecoenzym <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">itu sendiri. Pembuatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ecoenzym<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dimulai dari mencampurkan gula merah dengan air dan diaduk hingga merata. Setelah tercampur, masukkan sampah organik (sisa buah\/sayur) kedalam larutan gula merah dan aduk hingga merata. Setelah semuanya tercampur, botol kemudian ditutup dan didiamkan hingga 3 bulan. Selama sebulan kedepan botol <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ecoenzym <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">perlu dibuka dan ditutup untuk mengeluarkan gas yang dihasilkan baru didiamkan kembali hingga bulan ketiga. Bila sudah jadi, cairan ecoenzym akan berubah lebih kecoklatan dan baunya asam seperti cuka<\/span><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Dalam penjelasan pembuatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ecoenzym <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tersebut anak-anak sangat antusias mendengarkan penjelasan dari para volunteers dan turut serta membantu pembuatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ecoenzym<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Akhirnya program kerja ini ditutup dengan foto bersama dan kata penutup dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Project Manager<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> serta pihak Panti Asuhan Maktabul Aitam. Seluruh panitia, volunteers, dan PIC pun kembali ke kampus Binus Alam Sutera.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2024\/01\/IMG_7061.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-7901\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2024\/01\/IMG_7061.jpeg\" alt=\"\" width=\"587\" height=\"326\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>References <\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Green Info. (2021, April 6). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ancaman yang Dihadapi Ekosistem Laut &#8211; Green Info<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Https:\/\/Greeneration.org\/. https:\/\/greeneration.org\/publication\/green-info\/ancaman-yang-dihadapi-ekosistem-laut\/<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Imam Taufik. (2006). PENCEMARAN DETERJEN DALAM PERAIRAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP ORGANISME AIR. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Media Akuakultur<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">1<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(1), 25\u201332. https:\/\/doi.org\/10.15578\/ma.1.1.2006.25-32<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Novena, M., &amp; Sumartiningtyas, H. K. N. (2023, April 1). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Berapa Banyak Sampah Plastik yang Ada di Lautan?<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> KOMPAS.com. https:\/\/www.kompas.com\/sains\/read\/2023\/04\/01\/103000323\/berapa-banyak-sampah-plastik-yang-ada-di-lautan-#google_vignette<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Nurhadi. (2022, June 15). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Fitoplankton, Mikroorganisme Penghasil Oksigen Terbesar di Bumi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Tempo. https:\/\/tekno.tempo.co\/read\/1601940\/fitoplankton-mikroorganisme-penghasil-oksigen-terbesar-di-bumi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSave Our Sea: Let\u2019s Dive into Action\u201d Laut, sebuah keindahan biru yang memukau di bumi, kini menjadi saksi bisu dari kehancuran yang terus menerus oleh ulah manusia. Seperti permadani yang terhampar, panorama indah dengan warna-warni yang memukau kini terancam oleh perilaku manusia yang tidak terkendali. Penggunaan alat tangkap seperti pukat harimau dan jala besar tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":7894,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7892","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7892","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7892"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7892\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7907,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7892\/revisions\/7907"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7894"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}