{"id":7550,"date":"2023-10-06T22:53:00","date_gmt":"2023-10-06T15:53:00","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/?p=7550"},"modified":"2023-10-06T23:02:44","modified_gmt":"2023-10-06T16:02:44","slug":"suhu-panas-di-indonesia-bikin-tidak-betah-apa-penyebabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/2023\/10\/suhu-panas-di-indonesia-bikin-tidak-betah-apa-penyebabnya\/","title":{"rendered":"Suhu Panas Di Indonesia Bikin Tidak Betah  Apa Penyebabnya?"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2023\/10\/IMG_5091.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-7552\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2023\/10\/IMG_5091.jpeg\" alt=\"\" width=\"462\" height=\"260\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Sumber : <\/span><a href=\"https:\/\/bengkuluekspress.disway.id\/read\/144922\/cuaca-panas-ekstrem-ini-wilayah-di-indonesia-dengan-suhu-terpanas\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/bengkuluekspress.disway.id\/read\/144922\/cuaca-panas-ekstrem-ini-wilayah-di-indonesia-dengan-suhu-terpanas<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Indonesia, sebuah negara tropis yang dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, seringkali dihantui oleh tantangan serius yang disebabkan oleh suhu panas yang berkepanjangan. Cuaca yang panas dan lembab di seluruh negeri ini dapat menciptakan ketidaknyamanan bagi penduduknya dan bahkan mengganggu kesejahteraan mereka. Analisis data dari 118 stasiun pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa suhu udara rata-rata pada bulan Agustus 2023 mencapai 26,7\u00b0C. Angka ini melampaui suhu udara normal untuk bulan Agustus, yang sekitar 26,2\u00b0C berdasarkan data klimatologis periode 1991-2020. Oleh karena itu, terjadi anomali suhu positif sekitar 0,5\u00b0C pada bulan Agustus 2023, yang merupakan anomali tertinggi ke-4 sejak tahun 1981.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2023\/10\/IMG_5092.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-7553\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2023\/10\/IMG_5092.jpeg\" alt=\"\" width=\"513\" height=\"203\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Sumber : <\/span><a href=\"https:\/\/www.bmkg.go.id\/iklim\/?p=ekstrem-perubahan-iklim\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.bmkg.go.id\/iklim\/?p=ekstrem-perubahan-iklim<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2023\/10\/IMG_5093.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-7556\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2023\/10\/IMG_5093.jpeg\" alt=\"\" width=\"505\" height=\"215\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber : <a href=\"https:\/\/www.bmkg.go.id\/iklim\/?p=ekstrem-perubahan-iklim\">https:\/\/www.bmkg.go.id\/iklim\/?p=ekstrem-perubahan-iklim\u00a0<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Secara keseluruhan, suhu udara rata-rata di setiap stasiun pengamatan di Indonesia pada bulan Agustus 2023 cenderung lebih tinggi dari rerata klimatologisnya. Anomali suhu terbesar tercatat di Stasiun Meteorologi Emalamo &#8211; Sanana dengan peningkatan suhu sekitar 1,2\u00b0C, sementara anomali terendah tercatat di Stasiun Klimatologi Sumatera Utara &#8211; Medan dengan penurunan suhu sekitar -1,9\u00b0C.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, perbandingan suhu udara rata-rata antara bulan Agustus 2023 dan bulan Agustus 2023 di 151 stasiun pengamatan BMKG menunjukkan adanya penurunan suhu secara umum. Peningkatan suhu tertinggi tercatat di Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi &#8211; Manado sekitar 0,4\u00b0C, sementara penurunan suhu terbesar tercatat di Stasiun Meteorologi Yogyakarta &#8211; Kab. Kulon Progo sekitar -1,5\u00b0C.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2023\/10\/IMG_5094.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-7555\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2023\/10\/IMG_5094.jpeg\" alt=\"\" width=\"510\" height=\"361\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber : <a href=\"https:\/\/www.bmkg.go.id\/iklim\/?p=ekstrem-perubahan-iklim\">https:\/\/www.bmkg.go.id\/iklim\/?p=ekstrem-perubahan-iklim<\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2023\/10\/IMG_5095.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-7554\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2023\/10\/IMG_5095.jpeg\" alt=\"\" width=\"504\" height=\"356\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber : <a href=\"https:\/\/www.bmkg.go.id\/iklim\/?p=ekstrem-perubahan-iklim\">https:\/\/www.bmkg.go.id\/iklim\/?p=ekstrem-perubahan-iklim\u00a0<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada Sabtu (12\/8), data Ikhtisar Cuaca Harian BMKG menunjukkan bahwa hanya beberapa daerah yang menerima curah hujan, seperti Stasiun Geofisika Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan curah hujan mencapai 58,5 mm, dan Stasiun Meteorologi Tebelian, Kalimantan Barat, dengan 41,7 mm curah hujan. Daerah Jabodetabek hanya mencatat hujan tipis di dua stasiun, yaitu AWS IPB Bogor dengan curah hujan 1,0 mm dan Cibeureum Bogor dengan 0,2 mm. Sementara itu, suhu di Jakarta pada Minggu (13\/8) diperkirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Fenomena awal dari gelombang panas ini adalah El Ni\u00f1o, yang menggambarkan pemanasan permukaan air di Samudera Pasifik timur. Meskipun El Ni\u00f1o saat ini lemah, dampaknya telah dirasakan di beberapa wilayah bagian selatan khatulistiwa. Meski demikian, beberapa indikator menunjukkan bahwa El Ni\u00f1o masih tidak signifikan, termasuk Southern Oscillation Index (SOI) yang berada pada angka -13, Indeks NINO 3.4 sekitar +1,04 (menunjukkan El Ni\u00f1o lemah), dan Indeks Dipole Mode di Samudera Hindia (Indian Ocean Dipole &#8211; IOD) sekitar +0,20. Dampak dari El Ni\u00f1o ini berupa kekeringan yang diperkirakan akan terjadi di wilayah-wilayah seperti Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua bagian selatan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, sekitar 63 persen atau 439 Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah mengalami musim kemarau, menunjukkan bahwa sekitar 63 persen wilayah tersebut telah terdampak langsung oleh El Ni\u00f1o.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Suhu panas yang melanda Indonesia memiliki dampak yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan manusia, dan\u00a0 lingkungan. Sebagai negara yang terletak di daerah tropis, Indonesia sering mengalami suhu panas sepanjang tahun. Berikut adalah dampak dari peningkatan suhu terhadap kehidupan manusia dan lingkungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dampak terhadap kehidupan manusia. Suhu yang sangat tinggi dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Terutama, risiko penyakit yang terkait dengan panas, seperti serangan panas, dehidrasi, dan kelelahan akibat panas, menjadi lebih tinggi. Ini adalah masalah serius, terutama bagi mereka yang bekerja di luar ruangan, seperti petani dan pekerja konstruksi. Selain itu, suhu panas juga dapat memperburuk masalah kesehatan yang sudah ada, seperti penyakit jantung dan gangguan pernapasan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dampak lingkungan juga sangat nyata. Pemanasan global dan suhu tinggi di Indonesia memberikan dampak negatif pada lingkungan. Hutan dan lahan gambut menjadi rentan terhadap kebakaran hutan karena suhu yang sangat tinggi. Hal ini mengakibatkan kerugian besar dalam hal kerusakan lingkungan, peningkatan emisi gas rumah kaca, dan hilangnya habitat satwa liar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya mitigasi dan adaptasi untuk mengatasi dampak suhu panas ini. Langkah-langkah tersebut mencakup program reboisasi untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, peningkatan infrastruktur yang tahan terhadap perubahan iklim, serta kampanye kesadaran masyarakat tentang pentingnya melindungi diri dari dampak suhu panas yang ekstrem. Upaya ini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan suhu panas yang semakin meningkat di Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dengan demikian, suhu panas di Indonesia memiliki dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan manusia,dan lingkungan. Dalam konteks ini, upaya mitigasi dan adaptasi, seperti penghijauan kota, pengurangan emisi karbon, dan pengelolaan yang bijak terhadap sumber daya alam, menjadi kunci untuk mengatasi tantangan suhu panas yang semakin meningkat di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Referensi<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bmkg. (n.d.).\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ekstrem Perubahan Iklim | BMKG<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. BMKG | Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika.\u00a0<\/span><a href=\"https:\/\/www.bmkg.go.id\/iklim\/?p=ekstrem-perubahan-iklim\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.bmkg.go.id\/iklim\/?p=ekstrem-perubahan-iklim<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Bmkg. (n.d.).\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ekstrem Perubahan Iklim | BMKG<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. BMKG | Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika.<\/span><a href=\"https:\/\/www.bmkg.go.id\/berita\/?p=63-wilayah-sudah-masuk-musim-kemarau-indonesia-bersiap-hadapi-el-nino&amp;lang=ID#:~:text=BMKG%20memprediksi%20puncak%20dampak%20El,kering%20dari%20tiga%20tahun%20sebelumnya\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.bmkg.go.id\/berita\/?p=63-wilayah-sudah-masuk-musim-kemarau-indonesia-bersiap-hadapi-el-nino&amp;lang=ID#:~:text=BMKG%20memprediksi%20puncak%20dampak%20El,kering%20dari%20tiga%20tahun%20sebelumnya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dmi. (2023, August 12). Masih Normalkah Panas di Indonesia? Simak PenjelasanBMKG.\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Teknologi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0https:\/\/www.cnnindonesia.com\/teknologi\/20230811132648-199-984853\/masih-normalkah-panas-di-indonesia-simak-penjelasan-bmkg.<\/span><a href=\"https:\/\/education.nationalgeographic.org\/resource\/el-nino\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/education.nationalgeographic.org\/resource\/el-nino\/<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Laporan Pojok Iklim 2017<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. (n.d.).http:\/\/pojokiklim.menlhk.go.id\/read\/laporan-pojok-iklim-2017<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber : https:\/\/bengkuluekspress.disway.id\/read\/144922\/cuaca-panas-ekstrem-ini-wilayah-di-indonesia-dengan-suhu-terpanas Indonesia, sebuah negara tropis yang dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, seringkali dihantui oleh tantangan serius yang disebabkan oleh suhu panas yang berkepanjangan. Cuaca yang panas dan lembab di seluruh negeri ini dapat menciptakan ketidaknyamanan bagi penduduknya dan bahkan mengganggu kesejahteraan mereka. Analisis data dari 118 stasiun pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":7552,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-7550","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7550","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7550"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7550\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7559,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7550\/revisions\/7559"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7552"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7550"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7550"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7550"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}