{"id":7501,"date":"2023-09-20T10:14:44","date_gmt":"2023-09-20T03:14:44","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/?p=7501"},"modified":"2023-09-20T10:14:44","modified_gmt":"2023-09-20T03:14:44","slug":"pengaruh-pola-hidup-remaja-zaman-sekarang-terhadap-risiko-gangguan-kesehatan-mental","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/2023\/09\/pengaruh-pola-hidup-remaja-zaman-sekarang-terhadap-risiko-gangguan-kesehatan-mental\/","title":{"rendered":"Pengaruh Pola Hidup Remaja Zaman Sekarang Terhadap Risiko Gangguan Kesehatan Mental"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2023\/09\/Foto-artikel-stress.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7502 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2023\/09\/Foto-artikel-stress.jpg\" alt=\"\" width=\"458\" height=\"268\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Source: <\/span><a href=\"https:\/\/i1.wp.com\/pantirehab.com\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/gangguan-jiwa-ilustrasi.jpg?fit=1009%2C589&amp;ssl=1\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/i1.wp.com\/pantirehab.com\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/gangguan-jiwa-ilustrasi.jpg?fit=1009%2C589&amp;ssl=1<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pola hidup remaja zaman sekarang telah mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan generasi sebelumnya<\/span><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Gaya hidup remaja saat ini dapat berpengaruh signifikan terhadap risiko gangguan kesehatan jiwa. Perubahan sosial, teknologi, dan budaya telah berdampak besar pada gaya hidup anak muda saat ini, yang dimana pada akhirnya dapat mempengaruhi kesehatan mental mereka. Dilansir dari hasil Riskedas 2018, di Indonesia, <\/span><span style=\"font-weight: 400\">pada usia remaja (15-24 tahun) memiliki persentase depresi sebesar 6,2%. Depresi berat akan mengalami kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">self harm<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) hingga bunuh diri. Sebesar 80 \u2013 90% kasus bunuh diri merupakan akibat dari depresi dan kecemasan. Menurut ahli <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">suciodologist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> 4.2% siswa di Indonesia pernah berpikir bunuh diri. Pada kalangan mahasiswa sebesar 6,9% mempunyai niatan untuk bunuh diri sedangkan 3% lain pernah melakukan percobaan bunuh diri.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> Adanya perubahan sosial, teknologi, dan budaya tentunya memberikan dampak pada kesehatan mental remaja Indonesia. Artikel ini mengulas secara mendalam bagaimana pola hidup anak muda saat ini dapat mempengaruhi risiko gangguan kesehatan mental dan implikasinya bagi kesehatan mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pertama, <\/span><span style=\"font-weight: 400\">media sosial dan teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak muda saat ini. Namun, paparan media sosial yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental mereka. Beberapa risiko yang muncul antara lain perbandingan sosial yang kurang baik, citra diri yang rendah, dan tekanan untuk selalu tampil sempurna di dunia maya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Pengertian kesehatan mental<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Menurut kementerian kesehatan, kesehatan mental merupakan kondisi seorang individu yang memiliki kesejahteraan yang tampak dari dirinya yang mampu untuk menyadari potensi diri, memiliki kemampuan untuk dapat mengatasi tekanan hidup normal dalam berbagai situasi kehidupan, dapat bekerja secara produktif dan menghasilkan serta mampu memberikan kontribusi kepada lingkungan dan komunitasnya. Sedangkan gangguan kesehatan yakni kondisi dimana kesehatan yang mempengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku, suasana hati, atau kombinasi diantaranya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Pola hidup remaja masa kini<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pola hidup merupakan cara seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk kebiasaan, aktivitas, dan gaya hidup yang memengaruhi kesehatan tubuh dan jiwa<\/span><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">Pada generasi milenial, yaitu masyarakat terkhusus pada remaja cenderung lebih memilih menghabiskan waktu luangnya dalam menjelajahi sosial media atau game. Karena kehidupan generasi milenial sekarang ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi dan internet, menjadikannya terjadi penyalah gunaan dalam menerapkan ke dalam gaya hidupnya.\u00a0 Generasi muda lebih suka mengikuti gaya kebarat-baratan dan sangat bergantung pada teknologi. Berikut ini merupakan\u00a0 macam-macam pola hidup remaja masa kini.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bangun tidur, hal yang pertama kali dicari adalah gadget yang menyebabkan kebiasaan buruk, yaitu kemalasan untuk melakukan aktivitas lain.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Selalu ingin mencoba trend baru terutama pada bertata krama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak suka dikritik dan menutup pemikiran menjadikan remaja sulit untuk dinasehati dan membantah masukan orang lain.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Lebih menyukai dunia maya dibandingkan dunia nyata, menjadikan remaja lebih menyukai berinteraksi di dunia maya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Lebih banyak rebahan, rebahan menjadi aktivitas favorit dikalangan remaja saat ini. Sehingga dapat menyebabkan gangguan pada mentalnya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Ciri-ciri kesehatan mental baik<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kesehatan mental seseorang dapat dilihat dari beberapa ciri-ciri umum, yaitu:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Merasa lebih bahagia dan lebih positif tentang diri mereka sendiri dan menikmati hidup.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bangkit kembali dari kesalahan dan kekecewaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memiliki hubungan yang lebih sehat dengan keluarga dan teman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Melakukan aktivitas fisik dan makan makanan sehat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Terlibat dalam kegiatan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memiliki pencapaian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bisa bersantai dan tidur nyenyak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Merasa nyaman dalam berkomunikasi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Gejala gangguan mental<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Terdapat beberapa gejala dalam gangguan mental yang dapat terjadi pada anak yakni:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perubahan perilaku<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perubahan mood<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kesulitan berkonsentrasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Penurunan berat badan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menyakiti diri sendiri<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Muncul berbagai masalah kesehatan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perasaan yang intens<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Cara mencegah dan menjaga kesehatan mental<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Untuk menjaga kesehatan mental dan mencegah terjadinya gangguan kesehatan mental tentu terdapat beberapa hal yang harus kita lakukan dan persiapkan. Bagi remaja pada masa kini banyak yang merasa bahwa dirinya telah terkena gangguan kesehatan mental. Untuk mencegah dan menjaga kesehatan mental dibutuhkan kemauan dari diri sendiri dan dapat dibantu dari faktor eksternal. Dari diri sendiri menjaga kesehatan mental dapat dilakukan dalam beberapa cara yaitu:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Sadari dan pahami bahwa kecemasan kita merupakan hal yang wajar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mencari pengalihan\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Fokus pada diri sendiri<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Selami perasaanmu<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Katakan Hal positif pada diri sendiri<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tulis hal hal yang harus disyukuri<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Olahraga<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Makanlah makanan makanan yang enak dan disukai<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Terbukalah pada seseorang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Melakukan sesuatu bagi orang lain<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Istirahat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidur tepat waktu<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Cara mengatasi gangguan mental<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengatasi gangguan mental tergantung pada jenis\u00a0 gangguan apa yang dialami oleh remaja tersebut dan tingkat keparahannya. Jika gangguan mental yang dialami sudah ada pada tingkat keparahan yang tinggi, maka diharuskan untuk melakukan konsultasi terhadap pihak yang bersangkutan, yaitu dokter. Berikut ini merupakan beberapa cara dalam mengobati gangguan mental.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Terapi perilaku koginitif<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Terapi ini merupakan jenis psikoterapi yang bertujuan untuk mengubah pola pikir dan respon pasien dari negatif menjadi positif. Terapi menjadi pilihan utama pada orang yang mengalami gangguan kecemasan, gangguan bipolar, gangguan tidur, depresi dan skizofrenia.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Obat-obat<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Demi meredakan gejala yang dialami pasien dan meningkatkan efektifitas psikoterapi, dokter akan merespkan beberapa obat.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perubahan gaya hidup<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Melakukan kegiatan hidup sehat dapat memperbaiki kualitas hidup, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam menerapkan perubahan gaya hidup, antara lain:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengurangi asupan gula pada makanan dan minuman<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memperbanyak mengonsumsi buah dan sayur<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Membatasi diri untuk mengonsumsi kafein<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengelola stress dengan baik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Melakukan olahraga secara rutin dan efesien<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sumber:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Alifah, J. Q. (2023, August 10). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">5 Gaya Hidup Remaja Masa Kini, Bangun Tidur Cari Gadget<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Okezone Lifestyle. Retrieved August 13, 2023, from <\/span><a href=\"https:\/\/lifestyle.okezone.com\/read\/2023\/08\/10\/612\/2861638\/5-gaya-hidup-remaja-masa-kini-bangun-tidur-cari-gadget\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/lifestyle.okezone.com\/read\/2023\/08\/10\/612\/2861638\/5-gaya-hidup-remaja-masa-kini-bangun-tidur-cari-gadget <\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Antari Puspita Primananda (2022, Augustus 16) Definisi Mental Illness (Gangguan Mental), Apa itu mental illness atau gangguan mental?, <\/span> <a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/yankes.kemkes.go.id\/view_artikel\/1314\/definisi-mental-illnessgangguan-mental#:~:text=Mental%20illness%20(mental%20disorder)%2C,suasana%20hati%2C%20atau%20kombinasi%20diantaranya\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/yankes.kemkes.go.id\/view_artikel\/1314\/definisi-mental-illnessgangguan-mental#:~:text=Mental%20illness%20(mental%20disorder)%2C,suasana%20hati%2C%20atau%20kombinasi%20diantaranya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Elsa S. (2022, July 21). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. Retrieved August 13, 2023, from <\/span><a href=\"https:\/\/yankes.kemkes.go.id\/view_artikel\/362\/mengenal-pentingnya-kesehatan-mental-pada-remaja\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/yankes.kemkes.go.id\/view_artikel\/362\/mengenal-pentingnya-kesehatan-mental-pada-remaja<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pittara. (2022, April 20). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Gangguan Mental &#8211; Gejala, penyebab dan mengobati<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Alodokter. Retrieved August 13, 2023, from <\/span><a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/kesehatan-mental\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.alodokter.com\/kesehatan-mental<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Halodoc (2023, Mei 25). 9 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental, <\/span><a href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/9-cara-sederhana-menjaga-kesehatan-mental\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/9-cara-sederhana-menjaga-kesehatan-mental<\/span><\/a> <span style=\"font-weight: 400\">Rizal Fadli (2023, Juni 8) Halodoc, Kesehatan Mental, <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/kesehatan\/kesehatan-mental\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.halodoc.com\/kesehatan\/kesehatan-mental<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Egsaugm (2020, November 27) Darurat Kesehatan Mental bagi Remaja,\u00a0 <\/span><a href=\"https:\/\/egsa.geo.ugm.ac.id\/2020\/11\/27\/darurat-kesehatan-mental-bagi-remaja\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/egsa.geo.ugm.ac.id\/2020\/11\/27\/darurat-kesehatan-mental-bagi-remaja\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mandy Rich (2020, April 14) UNICEF, 6 tips remaja bisa menjaga kesehatan mental selama coronavirus Bagaimana remaja dapat menghadapi situasi normal yang baru,<\/span> <a href=\"https:\/\/yankes.kemkes.go.id\/view_artikel\/1314\/definisi-mental-illnessgangguan-mental#:~:text=Mental%20illness%20(mental%20disorder)%2C,suasana%20hati%2C%20atau%20kombinasi%20diantaranya\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/yankes.kemkes.go.id\/view_artikel\/1314\/definisi-mental-illnessgangguan-mental#:~:text=Mental%20illness%20(mental%20disorder)%2C,suasana%20hati%2C%20atau%20kombinasi%20diantaranya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Source: https:\/\/i1.wp.com\/pantirehab.com\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/gangguan-jiwa-ilustrasi.jpg?fit=1009%2C589&amp;ssl=1\u00a0 Pola hidup remaja zaman sekarang telah mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Gaya hidup remaja saat ini dapat berpengaruh signifikan terhadap risiko gangguan kesehatan jiwa. Perubahan sosial, teknologi, dan budaya telah berdampak besar pada gaya hidup anak muda saat ini, yang dimana pada akhirnya dapat mempengaruhi kesehatan mental mereka. Dilansir dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":7502,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-7501","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7501","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7501"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7501\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7503,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7501\/revisions\/7503"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7502"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7501"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7501"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7501"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}