    {"id":6135,"date":"2022-06-24T21:26:15","date_gmt":"2022-06-24T14:26:15","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/?p=6135"},"modified":"2022-06-24T21:26:15","modified_gmt":"2022-06-24T14:26:15","slug":"bahaya-self-diagnose-yang-marak-terjadi-di-kalangan-kaum-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/2022\/06\/bahaya-self-diagnose-yang-marak-terjadi-di-kalangan-kaum-muda\/","title":{"rendered":"Bahaya Self Diagnose Yang Marak Terjadi di Kalangan Kaum Muda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><em><strong>Source: <a href=\"https:\/\/lpmperspektif.com\/2020\/04\/12\/self-diagnosis-tindakan-berbahaya-bagi-diri-sendiri\/\">https:\/\/lpmperspektif.com\/2020\/04\/12\/self-diagnosis-tindakan-berbahaya-bagi-diri-sendiri\/<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em><span style=\"font-weight: 400\">Self diagnose<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan kata yang cukup sering kita dengar belakangan ini, khususnya di tengah kalangan kaum muda dan dalam konteks pembahasan kesehatan mental. Perilaku ini sudah semakin berkembang dan semakin banyak terjadi karena cepatnya penyebaran informasi melalui <em>media sosial<\/em>, terlebih banyak sekali kaum muda yang salah mengartikan informasi tersebut. Akibat dari tindakan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">self diagnose<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> ini banyak kaum muda yang tidak ragu untuk menyatakan kondisi kesehatan mental mereka ke <em>media sosial<\/em> dari hasil <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">self diagnose<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> tersebut yang belum tentu benar dan sesuai. Tindakan ini juga dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan mental maupun fisik orang tersebut. Lantas, apa <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">self diagnose<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> itu sebenarnya dan apa saja bahaya dari <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">self diagnose <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">yang marak terjadi di kalangan kaum muda?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em><span style=\"font-weight: 400\">Self diagnose<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> adalah tindakan mendiagnosis diri sendiri berdasarkan informasi yang didapatkan melalui internet atau media lainnya yang mereka dengar atau baca dan dirasa sesuai dengan apa yang mereka rasakan. Saat melakukan tindakan tersebut, seseorang cenderung untuk menyimpulkan informasi yang didapat sesuai fakta yang ada disekitarnya tanpa adanya bantuan dari pihak profesional yang memang pakar di bidangnya, khususnya dalam hal kesehatan mental. Tindakan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">self diagnose<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> biasa dilatarbelakangi oleh rasa takut akan gejala yang dirasakan, tetapi keterbatasan ekonomi juga menjadi salah satu faktor pendorong <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">self diagnose <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">sehingga tidak dapat melakukan konsultasi ke dokter atau pihak profesional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu ciri dari <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">self<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">diagnose<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> adalah kepanikan yang berlarut-larut hingga membuat seseorang mengalami stress. Banyak yang merasa bahwa dengan mendiagnosis diri sendiri dirasa lebih mudah dan praktis dibandingkan harus melakukan konsultasi dengan dokter atau pihak profesional. Akhirnya, perilaku inilah yang membuat seseorang menjadi stres atau muncul permasalahan kesehatan mental lainnya akibat dari terlalu sering memikirkan penyakit yang belum tentu benar karena hanya mengandalkan informasi yang bersumber dari internet atau media lainnya. Mereka yang terbiasa melakukan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">self diagnose<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> cenderung akan menyangkal dan menganggap sepele kesehatan mentalnya. Hal ini tentu saja berbahaya karena seseorang hanya menebak-nebak tanpa mengetahui secara pasti dan tidak paham betul mengenai kesehatan mental atau penyakit yang dialami.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><strong>Dampak dari S<em>elf Diagnose<\/p>\n<p><\/em><\/strong><\/strong><strong><strong><em><i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">Self diagnose <\/span><\/i><\/em><span style=\"font-weight: 400\">dapat mempengaruhi kesehatan mental seperti menyebabkan seseorang mengalami kekhawatiran akan hal yang tidak perlu hingga mengalami gangguan kecemasan umum. Gangguan kecemasan umum sendiri adalah sebuah kondisi mental yang disebabkan oleh kekhawatiran seseorang terhadap sesuatu secara berlebihan. Contohnya seperti ketika seseorang sering mengalami sakit kepala kemudian orang tersebut mencari tahu sendiri mengenai penyebab dari sakit kepala yang dialaminya itu dan hasil dari internet menunjukkan bahwa sakit kepala yang sering kali muncul mengindikasikan beberapa penyakit serius. Padahal hal tersebut belum tentu benar.<\/span><\/strong><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selain itu<strong><strong>, <em><span style=\"font-weight: 400\">self diagnose <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Hal tersebut dikarenakan masalah kesehatan yang ada diasumsikan belum tentu benar karena informasi yang didapatkan berasal dari internet tanpa adanya pengecekan oleh dokter. Hal ini tentunya dapat membuat penanganan yang dilakukan menjadi kurang tepat seperti mengonsumsi obat yang salah, sehingga terdapat efek samping yang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan lainnya, bahkan menjadi semakin buruk.<\/span><em><br \/>\n<\/em><\/strong><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sudah seharusnya tindakan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">self diagnose<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> itu tidak dilakukan karena bagi siapapun yang merasa tidak sehat secara fisik maupun mental, sebaiknya melakukan konsultasi langsung ke pihak profesional. Terlebih lagi di zaman sekarang sudah bisa melakukan konsultasi secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dengan biaya yang lebih terjangkau dan juga bisa menggunakan akses BPJS apabila berkonsultasi secara langsung. Dengan demikian, tidak akan ada lagi yang melakukan tindakan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">self diagnose<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> yang dapat membahayakan diri sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dapat disimpulkan bahwa <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">self diagnose <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">merupakan tindakan yang tidak benar untuk dilakukan dan dapat membahayakan. Tindakan ini dapat memberikan banyak dampak negatif lain yang berpotensi memperparah keadaan yang sudah ada yang diakibatkan oleh beban pikiran atau akibat kesalahan dalam penanganan penyakit. Banyak sekali dampak negatif beruntun yang dapat dihasilkan dari tindakan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">self diagnose<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> ini. Oleh karena itu, selalu konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan dan diagnosa yang tepat untuk menghindari berbagai dampak negatif tersebut.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p>Referensi:<\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Ananda. (2022). <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Self Diagnosis: Pengertian, Ciri, Bahaya, dan Cara Mengatasinya<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-diagnosis\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-diagnosis\/<\/span><\/a><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Makarim, d. F. (2021). <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Bahaya Self-Diagnosis yang Berpengaruh pada Kesehatan Mental<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved from Halodoc: <\/span><a href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/bahaya-self-diagnosis-yang-berpengaruh-pada-kesehatan-mental\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/bahaya-self-diagnosis-yang-berpengaruh-pada-kesehatan-mental<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Ardine, V, D. (2021). <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Mengenal Self Diagnosis di Kalangan Milenial<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/vanessadevara9487\/61c1619d17e4ac25390707b3\/mengenal-self-diagnosis-dikalangan-milenial\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.kompasiana.com\/vanessadevara9487\/61c1619d17e4ac25390707b3\/mengenal-self-diagnosis-dikalangan-milenial<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Dianawanti, V. (2021). <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">Cek 5 Tanda Kamu Kena Self Diagnose, Gangguan Mental Karena Terlalu Sering Googling<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/i> <a href=\"https:\/\/www.fimela.com\/lifestyle\/read\/4651226\/cek-5-tanda-kamu-kena-self-diagnose-gangguan-mental-karena-terlalu-sering-googling\"><span style=\"font-weight: 400\">:\/\/www.fimela.com\/lifestyle\/read\/4651226\/cek-5-tanda-kamu-kena-self-diagnose-gangguan-mental-karena-terlalu-sering-googling<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Source: https:\/\/lpmperspektif.com\/2020\/04\/12\/self-diagnosis-tindakan-berbahaya-bagi-diri-sendiri\/ Self diagnose merupakan kata yang cukup sering kita dengar belakangan ini, khususnya di tengah kalangan kaum muda dan dalam konteks pembahasan kesehatan mental. Perilaku ini sudah semakin berkembang dan semakin banyak terjadi karena cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial, terlebih banyak sekali kaum muda yang salah mengartikan informasi tersebut. Akibat dari tindakan self [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":6136,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-6135","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6135","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6135"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6135\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6137,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6135\/revisions\/6137"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6136"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6135"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6135"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6135"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}