    {"id":5308,"date":"2021-08-23T21:07:01","date_gmt":"2021-08-23T14:07:01","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/?p=5308"},"modified":"2021-09-05T21:14:28","modified_gmt":"2021-09-05T14:14:28","slug":"pentingnya-penggunaan-sunscreen-dan-sunblock","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/2021\/08\/pentingnya-penggunaan-sunscreen-dan-sunblock\/","title":{"rendered":"Pentingnya Penggunaan Sunscreen dan Sunblock"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Pentingnya Penggunaan Sunscreen dan Sunblock<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebagai salah satu negara yang berada di garis Khatulistiwa, Indonesia memiliki iklim tropis yang disinari matahari sepanjang tahun. Kamu pasti tahu bahwa sinar matahari terdapat sinar ultraviolet (UV) yang dapat diubah tubuh untuk menjadi vitamin D. Sinar ultraviolet ini juga dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan panjang gelombangnya: <em>UVA <\/em>(gelombang panjang), <em>UVB <\/em>(pendek), dan <em>UVC <\/em>(sangat pendek). Semakin pendeknya panjang gelombangnya, maka semakin tinggi tingkat radiasinya. Namun berkat lapisan ozon bumi, tidak semua sinar ultraviolet langsung mengenai kita, seperti <em>UVC <\/em>yang sangat berbahaya bagi makhluk hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">95% sinar ultraviolet yang mencapai bumi ialah sinar <em>UVA <\/em>yang mampu menembus awan serta kaca. Meskipun tidak begitu berbahaya, jenis sinar UV ini tetap berpotensi menyebabkan kerusakan kulit, penuaan dini, ataupun kanker kulit. Hal ini disebabkan karena sinar <em>UVA <\/em>dapat menembus hingga lapisan dermis. Selain <em>UVA<\/em>, masih ada sinar <em>UVB <\/em>yang mampu mencapai permukaan bumi. Jika dibandingkan dengan sinar <em>UVA<\/em>, sinar <em>UVB <\/em>hanya mampu mencapai bagian atas lapisan epidermis. Namun, dikarenakan gelombangnya yang lebih pendek, radiasi <em>UVB <\/em>dapat menyebabkan kulit merah, perih, terasa terbakar, hingga membuat kulit cenderung lebih gelap.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2021\/09\/2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-5309\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2021\/09\/2.png\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"830\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan oleh sinar UV, maka kulit memerlukan perlindungan dari sinar matahari, yang mana dapat diperoleh dari penggunaan <em>sunscreen<\/em> dan <em>sunblock<\/em>. <em>Sunscreen<\/em> merupakan <em>lotion<\/em> tabir surya yang mengandung senyawa kimia yang bertugas menyerap sinar matahari seperti <em>oxybenzone <\/em>atau <em>avobenzone<\/em>, sehingga dapat diserap oleh kulit sebelum sinar <em>UV<\/em> mencapai lapisan kulit dan merusaknya. Umumnya, <em>sunscreen<\/em> hanya dapat melindungi kulit dari sinar <em>UVB<\/em>. Sedangkan, <em>sunblock<\/em> merupakan tabir surya yang mengandung titanium dioksida atau seng oksida di dalamnya dimana dapat menghalangi dan memantulkan sinar matahari dari kulit. Dengan adanya kandungan tersebut, <em>sunblock <\/em>dinilai ampuh dalam melindungi kulit dari sinar <em>UVA <\/em>dan <em>UVB<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada dasarnya kedua jenis <em>lotion <\/em>tersebut sama-sama berfungsi secara optimal untuk mencegah efek buruk dari sinar <em>UV<\/em>, sehingga kembali lagi ke preferensi pengguna terkait kandungan apa saja yang dibutuhkan kulit pada saat tersebut, seperti untuk penggunaan sehari-hari dimana tidak terpapar sinar matahari secara langsung, <em>sunscreen<\/em> dianggap sudah cukup. Sedangkan, untuk aktivitas di luar ruangan dimana mengharuskan kulit untuk terpapar sinar matahari secara langsung, maka <em>sunblock <\/em>menjadi pilihan yang cocok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tetapi, penggunaan <em>sunscreen <\/em>dan <em>sunblock<\/em> yang kurang tepat tidak dapat memberikan perlindungan yang optimal terhadap kulit dari sinar matahari. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui bagaimana cara mengaplikasikan <em>sunscreen<\/em> dan <em>sunblock<\/em> dengan tepat. Sebaiknya, <em>sunscreen<\/em> dioleskan 20 menit sebelum keluar dari ruangan dikarenakan kandungannya yang memerlukan waktu untuk menyerap ke dalam kulit. Sedangkan <em>sunblock<\/em> dapat langsung bekerja sesaat setelah dioleskan ke kulit. Untuk hasil yang maksimal, keduanya perlu dioleskan kembali setiap 2-3 jam dengan takaran satu sendok makan pada wajah, dan sekitar 2 ons pada tubuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Sunscreen <\/em>atau <em>sunblock <\/em>dapat menjadi rangkaian yang tepat dalam melindungi kulit dari paparan sinar <em>ultraviolet<\/em>. Keduanya mampu memberikan perlindungan yang optimal berdasarkan preferensi pengguna terkait kandungan apa saja yang dibutuhkan kulit pada saat tersebut, apabila diaplikasikan dengan cara yang tepat. <em>Sunblock <\/em>sebaiknya dipilih jika kita akan melakukan aktivitas di luar ruangan dimana akan terpapar sinar matahari secara langsung dalam waktu yang lama, sedangkan<em> sunscreen <\/em>dapat dipilih jika kita tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/www.alodokter.com\/manfaatkan-berjemur-sinar-matahari-pagi-demi-kesehatan-kulit\">www.alodokter.com\/manfaatkan-berjemur-sinar-matahari-pagi-demi-kesehatan-kulit<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.loreal-paris.co.id\/beauty-magazine\/6-manfaat-menggunakan-sunscreen-yang-perlu-diketahui\">https:\/\/www.loreal-paris.co.id\/beauty-magazine\/6-manfaat-menggunakan-sunscreen-yang-perlu-diketahui<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/penyakit-kulit\/perawatan-kulit\/bedanya-sunscreen-dan-sunblock\/\">https:\/\/hellosehat.com\/penyakit-kulit\/perawatan-kulit\/bedanya-sunscreen-dan-sunblock\/<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.popmama.com\/life\/fashion-and-beauty\/faela-shafa\/perbedaan-sunscreen-dan-sunblock-serta-manfaatnya\/6\">https:\/\/www.popmama.com\/life\/fashion-and-beauty\/faela-shafa\/perbedaan-sunscreen-dan-sunblock-serta-manfaatnya\/6<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/saintif.com\/lapisan-ozon\/\">https:\/\/saintif.com\/lapisan-ozon\/<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.thebodyshop.co.id\/blog\/perbedaan-uva-dan-uvb\">https:\/\/www.thebodyshop.co.id\/blog\/perbedaan-uva-dan-uvb<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/penyakit-kulit\/perawatan-kulit\/cara-memakai-sunscreen-yang-benar\/\">https:\/\/hellosehat.com\/penyakit-kulit\/perawatan-kulit\/cara-memakai-sunscreen-yang-benar\/<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.popbela.com\/beauty\/skin\/dinalathifa\/cara-menggunakan-sunblock\/full\">https:\/\/www.popbela.com\/beauty\/skin\/dinalathifa\/cara-menggunakan-sunblock\/full<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/penyakit-kulit\/perawatan-kulit\/bedanya-sunscreen-dan-sunblock\/\">https:\/\/hellosehat.com\/penyakit-kulit\/perawatan-kulit\/bedanya-sunscreen-dan-sunblock\/<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Gambar:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/ak.picdn.net\/shutterstock\/videos\/8749108\/thumb\/9.jpg\">https:\/\/ak.picdn.net\/shutterstock\/videos\/8749108\/thumb\/9.jpg<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.wexfordskinclinic.ie\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/UVA-UVB.png\">https:\/\/www.wexfordskinclinic.ie\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/UVA-UVB.png<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pentingnya Penggunaan Sunscreen dan Sunblock Sebagai salah satu negara yang berada di garis Khatulistiwa, Indonesia memiliki iklim tropis yang disinari matahari sepanjang tahun. Kamu pasti tahu bahwa sinar matahari terdapat sinar ultraviolet (UV) yang dapat diubah tubuh untuk menjadi vitamin D. Sinar ultraviolet ini juga dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan panjang gelombangnya: UVA (gelombang panjang), [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":5310,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-5308","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5308","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5308"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5308\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5311,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5308\/revisions\/5311"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5310"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5308"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5308"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}