    {"id":2684,"date":"2020-05-30T17:17:20","date_gmt":"2020-05-30T10:17:20","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/?p=2684"},"modified":"2019-11-26T12:07:02","modified_gmt":"2019-11-26T05:07:02","slug":"10-fakta-tentang-difteri-yang-harus-kita-ketahui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/2020\/05\/10-fakta-tentang-difteri-yang-harus-kita-ketahui\/","title":{"rendered":"10 Fakta Tentang Difteri Yang Harus Kita Ketahui"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2018\/07\/Picture2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2742\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2018\/07\/Picture2.png\" alt=\"\" width=\"493\" height=\"335\" \/><\/a><\/p>\n<p>1. Penyakit Menular Yang Disebabkan oleh Bakteri<br \/>\nDifteri merupakan penyakit kuno yang sudah lama hilang. Dalam beberapa waktu<br \/>\nterakhir difteri ditemukan kembali di Indonesia dan membawa kecemasan terhadap<br \/>\nmasyarakat karena penyakit ini sangat mudah menular. Difteri disebabkan oleh<br \/>\nbakteri Corynebacterium Diphtheriae, yang mudah menular dan menyerang saluran<br \/>\npernafasan manusia. Umumnya difteri menyerang saluran pernafasan, tenggorokan,<br \/>\nhidung,dan terkadang kulit dan telinga. Infeksi oleh bakteri ini berpotensi fatal seperti<br \/>\nkematian.<br \/>\n2. Gejala Lanjutan<br \/>\nBakteri memiliki masa inkubasi yang berbeda, bagi bakteri yang satu ini memerlukan<br \/>\nmasa inkubasi 2 sampai 5 hari sejak bakteri masuk ke dalam tubuh sampai munculnya<br \/>\ngejala. Gejala yang ditimbulkan adalah demam suhu rendah berkisar antara 38 derajat<br \/>\ncelcius sampai demam suhu tinggi 40 derajat celcius, sakit tenggorokan, susah<br \/>\nmenelan, dan terdapat benjolan di leher atau pembengkakan pada kelenjar leher serta<br \/>\nmuncul bercak putih keabu-abuan pada selaput lendir dan hidung.<br \/>\n3. Kasus Difteri di Indonesia<br \/>\nSepanjang catatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Indonesia telah<br \/>\nterjangkit difteri sebanyak empat kali, yaitu pada tahun 1990, 2009, 2013, dan<br \/>\npenghujung tahun 2017 lalu. WHO pada tahun 2014 juga mencatat bahwa terdapat<br \/>\n7.321 kasus difteri di seluruh dunia. Catatan ini belum termasuk kasus lain yang<br \/>\nmungkinbelum terlaporkan.<br \/>\n4. Wabah Difteri di Provinsi-Provinsi Indonesia<br \/>\nSebagaimana yang dikutip dalam BBC Indonesia, Data dari Kementrian Kesehatan<br \/>\nmenunjukan sampai dengan November 2017 lalu, ada 95 kabupaten dan kota dari 20<\/p>\n<p>provinsi di Indonesia yang melaporkan kasus difteri. Secara keseluruhan terdapat 622<br \/>\nkasus difteri dan 32 kasus diantaranya dinyatakan meninggal dunia.<br \/>\n5. Kejadian Luar Biasa yang Disebabkan oleh Difteri<br \/>\nPada bulan Oktober hingga November 2017 yang lalu, terdapat sebelas provinsi yang<br \/>\nmelaporkan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri, diantaranya Jawa Barat,<br \/>\nSumatra Barat, Riau, Banten, Sumatra Selatan, Jawa Tengah, Aceh, Sulawesi Selatan,<br \/>\nKalimantan Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.<br \/>\n6. Penyebaran Difteri<br \/>\nBakteri Corynebacterium diphtheria ini menyebar melalui 3 rute yaitu melalui Bersin<br \/>\natau batuk dimana penderita mengeluarkan uap atau airliur terkontaminasi ke luar<br \/>\ndari badannya dan memungkinkan orang yang ada di sekitarnya terkena bakteri<br \/>\ntersebut, melalui kontaminasi barang pribadi, dan barang rumah tangga.<br \/>\n7. Penderita<br \/>\nPenyakit ini tidak pandang buluh dalam melakukan infeksinya, penderita penyakit ini<br \/>\nberasal dari berbagai kalangantanpa batasan usia. Kebanyakan kasus tercatat terkait<br \/>\npenyakit ini, penderitamerupakan anak berusia dibawah 5 tahun dan orang dewasa<br \/>\ndiatas 40 tahun yang disebabkan imuniasi yang tidak lengkap. Orang-orang yang<br \/>\ntinggal di daerah padat dan tidak sehat juga sangat rentan terinfeksi oleh penyakit ini.<br \/>\n8. Dapat Menyebabkan Kematian<br \/>\nPenderita difteri harus segera ditangani dengan tepat dan cepat, jika tidak dapat<br \/>\nmenyebabkan kematian karena bakteri ini akan mengeluarkan racun dalam saluran<br \/>\npernafasan yang kemudian akan mematikan sel jaringan baik dan membentuk bercak<br \/>\nputih keabuan pada tenggorokan dan hidung sehingga penderita kesulitan bernafas.<br \/>\n9. Pengobatan<br \/>\nPenanganan penderita difteri diawali dengan mengisolasi penderita selama 2-3<br \/>\nminggu. Dalam masa isolasi ini, pasien harus beristirahat dengan berbaring,<br \/>\nmencukupi kebutuhan cairan, menerapkan diet yang sesuai dengan petunjuk dokter,<br \/>\ndan menjaga agar napas tetap bebas. Kemudian dokter akan memberikan antibiotik<br \/>\ntergantung pada tingkat infeksi yang telah terjadi, gejala dan lamanya pasien<br \/>\nmenderita difteri. Setelah itu dokter akan memberikan antitoksin untuk menetralisir<br \/>\nracun dalam tubuh penderita. Selama masapengobatan disarankan untuk<br \/>\ntidakmerawat penderita dirumah karena berpotensi menular kepada orang lain.<br \/>\nSetelah pulih dari difteri penderita diharuskan untuk melakukan vaksin difteri secara<br \/>\nrutin untuk mencegah kembali terjangkit penyakit ini. Pernah menderitadifteri tidak<br \/>\nmenjamin tidakakan terjangkit lagi jika tidak mendapatkan imunisasi lengkap.<br \/>\n10. Pencegahan<br \/>\nPencegahan dapat dilakukan dengan menghimbau masysarakat untuk mengikuti<br \/>\nprogram imuniasi difteri wajib pemerintah Indonesia. Imuniasi ini dikombinasikan<br \/>\ndengan pertusis dan tetanus sehingga dikenal dengan sebutan imuniasi DPT. Sebelum<br \/>\nusia 1 tahun, anak diwajibkan imunisasi DPT, dan dianjurkan juga bagi masyarakat<br \/>\nuntuk menerapkan gaya hidup sehat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; 1. Penyakit Menular Yang Disebabkan oleh Bakteri Difteri merupakan penyakit kuno yang sudah lama hilang. Dalam beberapa waktu terakhir difteri ditemukan kembali di Indonesia dan membawa kecemasan terhadap masyarakat karena penyakit ini sangat mudah menular. Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphtheriae, yang mudah menular dan menyerang saluran pernafasan manusia. Umumnya difteri menyerang saluran pernafasan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-2684","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2684","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2684"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2684\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2868,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2684\/revisions\/2868"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2684"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2684"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2684"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}