{"id":11991,"date":"2026-09-29T13:15:37","date_gmt":"2026-09-29T06:15:37","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/?p=11991"},"modified":"2026-10-18T13:46:29","modified_gmt":"2026-10-18T06:46:29","slug":"are-you-really-motivated-a-deep-dive-into-motivation-through-maslows-hierarchy-of-needs","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/2026\/09\/are-you-really-motivated-a-deep-dive-into-motivation-through-maslows-hierarchy-of-needs\/","title":{"rendered":"Are You Really Motivated? A Deep Dive into Motivation Through Maslow\u2019s Hierarchy of Needs"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/external-content.duckduckgo.com\/iu\/?u=https%3A%2F%2Fwww.simplypsychology.org%2Fwp-content%2Fuploads%2FMaslows-Hierarchy-8-Levels-1024x1024.jpeg&amp;f=1&amp;nofb=1&amp;ipt=0db9f1acd4f8e055d186807149d5c9c414506907501a05c2be4ffb7f0fd81775&amp;ipo=images\" alt=\"Maslow's Hierarchy Of Needs And Motivation | Nordic Online\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em>Source: https:\/\/nordicprofilefaironline.com\/artikel\/maslows-hierarchy-of-needs-and-motivation.html<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Setiap orang mungkin pernah merasa membutuhkan dorongan untuk melakukan sesuatu. Entah itu menyelesaikan pekerjaan, mengejar target, atau memulai sesuatu yang sudah lama ditunda. Dorongan inilah yang disebut motivasi. Ketika seseorang tidak memiliki dorongan untuk mengerjakan suatu tugas, ia dapat dikatakan tidak termotivasi. Sebaliknya, seseorang yang memiliki dorongan untuk mencapai suatu tujuan dapat dikatakan termotivasi. Motivasi dapat membantu seseorang mengarahkan usaha dan mempertahankan ketekunan dalam mencapai tujuan, baik untuk dirinya sendiri maupun dalam lingkungan organisasi (Ihensekhien &amp; Joel Arimie, 2023).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Lantas, jika motivasi memiliki peran penting dalam mencapai tujuan, bagaimana kebutuhan manusia memengaruhi motivasi tersebut?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Salah satu teori yang dapat digunakan untuk memahami hal ini adalah <em>Maslow\u2019s Hierarchy of Needs<\/em>. Teori ini menjelaskan bahwa manusia memiliki berbagai kebutuhan yang digambarkan dalam tingkatan tertentu, mulai dari kebutuhan dasar untuk bertahan hidup hingga kebutuhan untuk mengembangkan potensi diri. Secara umum, kebutuhan pada tingkat yang lebih dasar dapat menjadi landasan bagi seseorang untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Namun, kebutuhan dasar tidak harus terpenuhi sepenuhnya sebelum seseorang mulai mengejar kebutuhan pada tingkat yang lebih tinggi (Adeoye, 2022).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mari mulai dari kebutuhan yang paling dasar, yaitu <em>physiological needs<\/em>. Kebutuhan ini berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup, seperti makanan, minuman, tidur, pakaian, dan tempat tinggal. Pemenuhan kebutuhan tersebut membantu manusia menjalani kehidupan sehari-hari dan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku mereka (<em>McLeod<\/em>, 2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah kebutuhan dasar mulai terpenuhi, manusia juga membutuhkan rasa aman atau <em>safety needs<\/em>. Selain bertahan hidup, manusia ingin menjalani kehidupan yang terasa stabil dan terkendali. Kebutuhan ini dapat berkaitan dengan kesehatan, keamanan finansial, serta aturan dan ketertiban dalam kehidupan sehari-hari. Rasa aman juga dapat diperoleh melalui dukungan keluarga dan lingkungan sekitar (<em>McLeod<\/em>, 2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Namun, kehidupan yang aman saja belum tentu membuat seseorang merasa cukup. Manusia juga membutuhkan <em>love and belongingness<\/em>, yaitu hubungan emosional dan sosial yang memberikan rasa memiliki serta penerimaan. Kebutuhan ini dapat terpenuhi melalui persahabatan, keluarga, kedekatan, kepercayaan, dan kasih sayang (<em>McLeod<\/em>, 2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selain itu, manusia memiliki kebutuhan untuk merasa dihargai dan memiliki nilai diri, yang disebut <em>self-esteem<\/em>. Penghargaan ini dapat berasal dari dalam diri, seperti rasa percaya diri, kemandirian, dan pencapaian, maupun dari orang lain dalam bentuk pengakuan, status, dan penghormatan. Pekerjaan, organisasi, atau hobi dapat membantu seseorang merasakan kompetensi dan pencapaian, sekaligus memberikan kesempatan untuk memperoleh pengakuan atas kontribusinya (<em>McLeod<\/em>, 2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada tingkat yang lebih tinggi terdapat <em>self-actualization<\/em>, yaitu kebutuhan untuk mengembangkan kemampuan dan potensi diri. Hal ini tidak berarti seseorang harus mencapai kesempurnaan dalam hidup. Sebaliknya, proses tersebut dapat melibatkan upaya untuk bertumbuh, menggunakan kemampuan yang dimiliki, dan memperoleh pengalaman puncak yang mendalam serta bermakna. Pengalaman semacam ini dikenal sebagai <em>peak experiences<\/em> (<em>McLeod<\/em>, 2025).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong><em>Is It Always in That Order?<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ketika melihat piramida Maslow, kita mungkin berpikir bahwa semua kebutuhan harus dipenuhi secara berurutan. Namun, hierarki tersebut merupakan gambaran umum dalam teori Maslow, bukan aturan mutlak yang selalu berlaku bagi setiap orang. Prioritas kebutuhan dapat berbeda-beda bergantung pada situasi hidup, nilai pribadi, dan kondisi sosial seseorang. Bagi sebagian orang, kebutuhan untuk memperoleh penghargaan mungkin terasa lebih penting daripada kebutuhan akan hubungan sosial. Sementara itu, orang lain mungkin memprioritaskan pengembangan kreativitas meskipun beberapa kebutuhan dasarnya belum sepenuhnya terpenuhi (<em>McLeod<\/em>, 2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal ini menunjukkan bahwa motivasi dapat terbentuk dari kebutuhan yang berbeda. Sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak belum tentu memberikan dorongan yang sama kepada orang lain. Karena itu, memahami motivasi juga berarti memahami kebutuhan yang sedang ingin dipenuhi seseorang dan bagaimana kebutuhan tersebut memengaruhi pilihan serta tindakannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jadi, kebutuhan apa yang saat ini paling memengaruhi motivasimu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Are your needs being fulfilled?<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Have you been feeling motivated today?<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>REFERENSI<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Adeoye, M. (2022). Explanatory remarks on Maslow\u2019s theory of motivation. <em>Indonesian Journal of Multidisciplinary Research, 2<\/em>(2), 469-476. https:\/\/doi.org\/10.17509\/ijomr.v2i2.50507<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Ihensekhien, O., &amp; Joel Arimie, C. (2023). Abraham Maslow\u2019s hierarchy of needs and Frederick Herzberg\u2019s two-factor motivation theories: Implications for organizational performance. <em>The Romanian Economic Journal<\/em>, 32-49. https:\/\/doi.org\/10.24818\/REJ\/2023\/85\/04<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">McLeod, S. (2025). <em>Maslow\u2019s hierarchy of needs<\/em>. Simply Psychology. https:\/\/www.simplypsychology.org\/maslow.html<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Source: https:\/\/nordicprofilefaironline.com\/artikel\/maslows-hierarchy-of-needs-and-motivation.html Setiap orang mungkin pernah merasa membutuhkan dorongan untuk melakukan sesuatu. Entah itu menyelesaikan pekerjaan, mengejar target, atau memulai sesuatu yang sudah lama ditunda. Dorongan inilah yang disebut motivasi. Ketika seseorang tidak memiliki dorongan untuk mengerjakan suatu tugas, ia dapat dikatakan tidak termotivasi. Sebaliknya, seseorang yang memiliki dorongan untuk mencapai suatu tujuan dapat dikatakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":11992,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-11991","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11991","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11991"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11991\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11993,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11991\/revisions\/11993"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11992"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11991"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11991"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11991"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}