{"id":11426,"date":"2026-07-20T14:50:20","date_gmt":"2026-07-20T07:50:20","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/?p=11426"},"modified":"2026-07-20T14:50:20","modified_gmt":"2026-07-20T07:50:20","slug":"fomo-di-era-digital-ketika-tren-sosial-media-mendorong-mahasiswa-berbelanja-tanpa-pikir-panjang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/2026\/07\/fomo-di-era-digital-ketika-tren-sosial-media-mendorong-mahasiswa-berbelanja-tanpa-pikir-panjang\/","title":{"rendered":"FOMO di Era Digital: Ketika Tren Sosial Media Mendorong Mahasiswa Berbelanja Tanpa Pikir Panjang"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/media.istockphoto.com\/id\/2232701831\/id\/foto\/kata-akronim-fomo.jpg?s=1024x1024&amp;w=is&amp;k=20&amp;c=ofUOQzmu7WvtOV1IUUCr02U29aQk4uH8R1t0LpIqxFU=\" alt=\"Kata akronim FOMO. - Bebas Royalti Fomo Foto Stok\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: <a href=\"https:\/\/www.istockphoto.com\/id\/foto\/kata-akronim-fomo-gm2232701831-648245672?utm_so urce=unsplash&amp;utm_medium=affiliate&amp;utm_campaign=srp_photos_bottom&amp;utm_content=h ttps%3A%2F%2Funsplash.com%2Fs%2Fphotos%2Ffomo&amp;utm_term=fomo%3A%3A%3A %3A59a88740-b8d2-489c-9f04-103d451d5981\">iStock<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pernahkah Anda melihat video barang viral di media sosial dan Anda menjadi ingin ikut membelinya? Atau, apakah Anda pernah melihat orang di sekitar Anda memakai barang yang sama sehingga jadi ikut membelinya?. Fenomena tersebut biasa disebut sebagai Fear of Missing Out atau lebih dikenal dengan FoMO. Pelaku pada fenomena ini banyak dijumpai di kalangan muda termasuk mahasiswa, dengan adanya fenomena ini perilaku konsumtif semakin marak terjadi. Perilaku ini semakin didorong karena didukung dengan adanya media sosial. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas bagaimana tren media sosial mendorong perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Apa Itu FoMO?<\/strong><br \/>\nFoMO adalah sebuah bentuk kecemasan sosial dimana individu terus-menerus khawatir akan ketinggalan kesempatan, pengalaman, atau tren yang dinikmati oleh orang lain. Dalam hal belanja, FoMO membuat seseorang membeli sesuatu bukan karena benar-benar membutuhkannya, melainkan karena takut dianggap tidak gaul atau ketinggalan zaman oleh orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Media Sosial sebagai Faktor Pendukung FoMO<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Media sosial mendorong perilaku FoMO karena media sosial tidak hanya digunakan untuk hiburan atau berkomunikasi, tetapi tanpa disadari juga menjadi mesin pendorong perilaku konsumtif. Algoritmanya dirancang untuk terus menampilkan konten yang relevan dengan minat pengguna, sehingga seseorang bisa berulang kali melihat produk yang sama dari berbagai akun yang berbeda. Ditambah lagi, konten seperti unboxing, flash sale, dan gaya hidup para influencer menciptakan kesan bahwa semua orang sudah memiliki atau menikmati sesuatu kecuali kita. Lama-kelamaan, tekanan inilah yang memicu FoMO dan mendorong seseorang untuk ikut membeli agar tidak merasa tertinggal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Dampak Negatif<\/strong><br \/>\nFenomena ini tentunya akan berdampak bagi mahasiswa, diantaranya adalah pemborosan keuangan. Dengan adanya fenomena ini banyak mahasiswa yang akan menghabiskan uangnya secara impulsif. Hal ini mereka lakukan demi mendapatkan pengakuan sosial dari lingkungannya. Jika perilaku ini terus berlanjut lama-kelamaan mahasiswa akan kehabisan uang karena hal yang tidak berguna. selain itu, mahasiswa juga dapat merasa stress dan gangguan kesehatan mental . Ketika melihat kehidupan lain yang lebih sempurna akan membuat mahasiswa membandingkan dirinya dengan orang lain. Hal ini akan membuat mahasiswa merasa rendah diri, cemas, hingga stres berlebih.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Cara Mengatasi<\/strong><br \/>\nBeberapa langkah berikut dapat membantu mahasiswa mengurangi dampak negatif FOMO terhadap perilaku konsumtif:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ol>\n<li><strong>Membangun literasi finansial<\/strong>, agar mampu membedakan kebutuhan dan keinginan sebelum memutuskan membeli sesuatu.<\/li>\n<li><strong>Membatasi waktu penggunaan media sosial<\/strong>, khususnya konten yang memicu perbandingan sosial atau dorongan belanja.<\/li>\n<li><strong>Melatih kontrol diri<\/strong>, misalnya dengan menerapkan jeda waktu sebelum melakukan pembelian (cooling-off period).<\/li>\n<li><strong>Mencari validasi dari pencapaian pribadi<\/strong>, bukan dari pengakuan sosial atas barang yang dimiliki.<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">FoMO memang sulit dihindari sepenuhnya di era digital ini, namun dengan kesadaran diri dan kebiasaan yang lebih bijak, mahasiswa dapat terhindar dari jebakan konsumsi yang tidak perlu. Ingat, tren akan selalu datang dan pergi, tetapi kondisi keuangan dan kesehatan mental Anda jauh lebih berharga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Ananta, S. H., Puriani, R. A., Selia, M., &amp; Putri, R. M. (2025, Mei 5). FOMO DAN KONSUMERISME: STUDI TENTANG PEMBELIAN IMPULSIF DI KALANGAN PENGGUNA MEDIA SOSIAL, 3(5), 2. https:\/\/doi.org\/10.62281\/v3i5.1879<\/li>\n<li>Meliyanti, P. V., Subagio, R., &amp; Sholihah, U. (2026, Januari 3). Pengaruh Media Sosial, FOMO (Fear of Missing Out) dan Pendapatan terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z di Kabupaten Tulungagung, 7(3), 2559. https:\/\/doi.org\/10.38035\/jemsi.v7i3<\/li>\n<li>Murzen, R. F. (2025, October 30). FOMO: Arti, Dampak Negatif, dan Cara Mengatasinya. Alodokter. Retrieved July 2, 2026, from https:\/\/www.alodokter.com\/mengenal-fomo-dan-dampak-negatifnya<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber: iStock Pernahkah Anda melihat video barang viral di media sosial dan Anda menjadi ingin ikut membelinya? Atau, apakah Anda pernah melihat orang di sekitar Anda memakai barang yang sama sehingga jadi ikut membelinya?. Fenomena tersebut biasa disebut sebagai Fear of Missing Out atau lebih dikenal dengan FoMO. Pelaku pada fenomena ini banyak dijumpai di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":11427,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-11426","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11426","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11426"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11426\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11428,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11426\/revisions\/11428"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11427"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11426"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11426"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11426"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}