{"id":10822,"date":"2026-05-26T10:37:53","date_gmt":"2026-05-26T03:37:53","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/?p=10822"},"modified":"2026-06-02T10:43:32","modified_gmt":"2026-06-02T03:43:32","slug":"makanan-viral-dan-peningkatan-resiko-obesitas-pada-remaja-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/2026\/05\/makanan-viral-dan-peningkatan-resiko-obesitas-pada-remaja-indonesia\/","title":{"rendered":"Makanan Viral dan Peningkatan Resiko Obesitas pada Remaja Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2026\/06\/Dubai-Chewy-Cookie.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-10824\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2026\/06\/Dubai-Chewy-Cookie.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"600\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em><span style=\"font-weight: 400\">Dubai Chewy Cookie, Foto oleh Armando Rafael untuk The New York Times<\/span><\/em><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2026\/06\/Butter-Tteok.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-10826\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2026\/06\/Butter-Tteok.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"500\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em><span style=\"font-weight: 400\">Butter Tteok, Foto oleh Jaja Bakes<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Makanan viral kini menjadi tren sekaligus ancaman bagi kesehatan remaja. Perkembangan media sosial baru seperti TikTok, Instagram, dan YouTube telah memulai praktik pemasaran makanan dan minuman yang sedang tren. Mulai dari makanan penutup seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Dubai<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400\"> chewy cookie<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">butter<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">tteok<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, hingga makanan cepat saji pedas dan camilan lainnya, tren makanan yang beredar telah menyita kehidupan banyak remaja Indonesia. Dari presentasi yang menarik perhatian hingga promosi oleh <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">influencer<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\">, makanan-makanan ini sulit untuk ditolak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Meskipun makanan dan minuman viral ini populer, tetap ada efek yang mendasarinya terhadap kesehatan. Mengonsumsi makanan ini secara terus-menerus dapat menyebabkan obesitas yang berisiko bagi remaja. Obesitas, dengan sendirinya, berarti memiliki begitu banyak lemak dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan serius lainnya. Sebagian besar makanan viral ini dipenuhi dengan gula, garam, dan kalori yang tinggi.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2026\/06\/Platform-Media-Sosial.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-10823\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2026\/06\/Platform-Media-Sosial.jpg\" alt=\"\" width=\"1134\" height=\"637\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em><span style=\"font-weight: 400\">Platform Media Sosial, Foto oleh Amalina Atman<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Media sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap tren makanan yang viral. TIkTok adalah salah satu media sosial yang berkembang dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak remaja yang menggunakan aplikasi tersebut untuk mengekspresikan diri, membagikan ide, hiburan sehari-hari, dan mengikuti tren yang sedang viral. Aplikasi TIkTok adalah salah satu sumber utama untuk makanan viral. Banyak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mempromosikan makanan viral untuk mengikuti tren dan meningkatkan jumlah penonton. Inilah yang membuat tren semakin besar dan mempengaruhi para remaja untuk membeli produk-produk yang sedang viral.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Fenomena ini disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">social proof<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, di mana orang-orang meniru tindakan atau pendapat orang lain untuk membenarkan pilihannya sendiri, terutama dalam situasi yang tidak pasti. Seperti saat melihat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">mempromosikan makanan yang sedang viral, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Dubai chewy cookie, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan tiba-tiba merasa ingin membeli makanan yang mereka promosikan. Perasaan ini akan berkembang menjadi FOMO atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fear of missing out<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang akhirnya membuat penonton membeli produk tersebut terus-menerus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Keinginan untuk membeli makanan viral dari media sosial seiring waktu bisa menjadi sebuah kebutuhan sehingga dapat menyebabkan konsumsi secara berlebihan. Sebagian besar makanan yang viral pada masa kini adalah makanan yang terlihat sederhana, tetapi sebenarnya bisa mengakibatkan banyak risiko kesehatan. Penyakit dapat dimulai dengan sesuatu yang kecil, seperti sakit gigi atau masalah dalam pencernaan. Tetapi bisa juga mengakibatkan penyakit yang lebih fatal, seperti obesitas. Walaupun sudah banyak kasus dimana hal tersebut terjadi, masih banyak sekali remaja yang menghiraukannya dan tetap mengkonsumsi makanan-makanan viral tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dalam masa sekarang, makanan yang sedang viral merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dubai chewy cookie<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">butterteok<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Keduanya mempunyai kadar gula yang cukup tinggi. Mengonsumsi makanan viral dalam jumlah yang sedikit mungkin bukan seperti masalah yang besar. Namun, hal tersebut dapat membuat gula menumpuk dan menyebabkan obesitas. Obesitas sendiri diakibatkan oleh ketidakseimbangan energi, yang menyebabkan lemak menumpuk di dalam tubuh. Hal ini terjadi karena jumlah kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibandingkan dengan kalori yang dibakar. Oleh karena itu, gula menjadi komponen utama yang menyebabkan obesitas. Terlebih lagi, gula dapat berasal dari makanan-makanan viral pada saat ini.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2026\/06\/Practical-Obesity-Management.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-10825\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2026\/06\/Practical-Obesity-Management.jpg\" alt=\"\" width=\"2048\" height=\"1365\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em><span style=\"font-weight: 400\">Penanganan Obesitas yang Praktis, (n.d.)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Untuk mengurangi risiko obesitas akibat konsumsi makanan viral, remaja perlu mulai menerapkan pola makan yang lebih sehat dan seimbang. Mengonsumsi makanan viral sesekali mungkin tidak menjadi masalah, tetapi jika dilakukan secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan air putih.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik juga penting untuk mencegah obesitas. Olahraga secara rutin dapat membantu membakar kalori dan menjaga berat badan tetap ideal. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, jogging, atau bersepeda dapat menjadi cara yang efektif untuk menjaga kesehatan tubuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Orang tua dan sekolah juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran remaja mengenai pola hidup sehat. Edukasi mengenai bahaya konsumsi makanan cepat saji dan makanan tinggi gula secara berlebihan dapat membantu remaja lebih bijak dalam memilih makanan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada akhirnya, mengonsumsi terlalu banyak makanan manis yang tinggi kalori, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Dubai chewy cookie <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">butter-teok,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat menyebabkan gaya hidup yang tidak sehat. Hal ini dapat menyebabkan remaja mengalami obesitas, yang memiliki banyak risiko kesehatan. Media sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap gaya hidup kita, dan kita harus bisa menahan diri untuk tidak membeli makanan yang sedang viral, meskipun banyak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">influencer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang mempromosikannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kamu tidak perlu mencoba semua makanan viral yang sedang tren hanya karena semua orang membelinya. Cukup perhatikan apa yang kamu konsumsi dan lebih sadar terhadap gizi. Dengan begitu, kita tetap bisa menikmati makanan viral tanpa membahayakan kesehatan tubuh kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Daftar Pustaka<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Adrian, K. (2025). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">7 Bahaya Mengonsumsi Minuman dan Makanan Manis Berlebihan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Alodokter. <\/span><a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/7-bahaya-mengonsumsi-minuman-dan-makanan-manis-berlebihan\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.alodokter.com\/7-bahaya-mengonsumsi-minuman-dan-makanan-manis-berlebihan<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Alodokter. (2014). <i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">Obesitas<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Alodokter; Alodokter. <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/obesitas\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.alodokter.com\/obesitas<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Athman, A. (2026). <i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">Kementerian Komunikasi Teliti Semula Jumlah Pengguna Untuk Lesen Platform Media Sosial<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Wiser My. <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/wiser.my\/kementerian-komunikasi-teliti-semula-tetapan-jumlah-pengguna-untuk-lesen-penyedia-platform-media-sosial\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/wiser.my\/kementerian-komunikasi-teliti-semula-tetapan-jumlah-pengguna-untuk-lesen-penyedia-platform-media-sosial<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">BBC News Indonesia. (2025). <i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">Kesehatan: Tren obesitas anak dan remaja di Indonesia naik tiga kali lipat selama dua dekade &#8211; BBC News Indonesia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. BBC News Indonesia. <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/articles\/crmejvv0zmwo\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/articles\/crmejvv0zmwo<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Eric K. (n.d.) <i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">Dujjonku (Dubai Chocolate Chewy Cookies). <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Cooking <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/cooking.nytimes.com\/recipes\/774028411-dujjonku-dubai-chocolate-chewy-cookies\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/cooking.nytimes.com\/recipes\/774028411-dujjonku-dubai-chocolate-chewy-cookies<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Herlianto, A. (2026). <i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">Bikin Ngiler! Ternyata Ini Alasan Butter Tteok Jadi Jajanan Paling Dicari Tahun Ini. Tugu Malang.<\/span><\/i> <a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/tugumalang.id\/bikin-ngiler-ternyata-ini-alasan-butter-tteok-jadi-jajanan-paling-dicari-tahun-ini\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/tugumalang.id\/bikin-ngiler-ternyata-ini-alasan-butter-tteok-jadi-jajanan-paling-dicari-tahun-ini\/<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Issues and Answers. (n.d.). <i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">Practical obesity management<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/www.issuesandanswers.org\/practical-obesity-management\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.issuesandanswers.org\/practical-obesity-management\/<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Kasztenny, A. (2026). <i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">Apakah Gula Akan Membuat Anda Gemuk?<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Allmax. <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/www.allmaxnutrition.com\/blogs\/nutrition\/how-does-sugar-affect-body-fat\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.allmaxnutrition.com\/blogs\/nutrition\/how-does-sugar-affect-body-fat<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Kementerian Kesehatan RI. (2025). <i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">Obesitas pada Remaja<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Kemkes.go.id. <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/ayosehat.kemkes.go.id\/topik-penyakit\/kesehatan-lainnya\/obesitas-pada-remaja\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/ayosehat.kemkes.go.id\/topik-penyakit\/kesehatan-lainnya\/obesitas-pada-remaja<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Wang, C.-H., Tsung-Han, S., Sher, Sher, T.-H., &amp; Chung, C.-F. (2024). 389 From Viral Content to Real-Life Cuisine and Beyond: Examining Teenagers\u2019 Interactions with TikTok Food Videos and the Influence on Their Food Practices. <i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">Proceedings of the ACM on Human-Computer Interaction<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">8<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(CSCW2). <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/doi.org\/10.1145\/3686928\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/doi.org\/10.1145\/3686928<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dubai Chewy Cookie, Foto oleh Armando Rafael untuk The New York Times Butter Tteok, Foto oleh Jaja Bakes Makanan viral kini menjadi tren sekaligus ancaman bagi kesehatan remaja. Perkembangan media sosial baru seperti TikTok, Instagram, dan YouTube telah memulai praktik pemasaran makanan dan minuman yang sedang tren. Mulai dari makanan penutup seperti Dubai chewy cookie [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":10825,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-10822","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10822","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10822"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10822\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10827,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10822\/revisions\/10827"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10825"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10822"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10822"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10822"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}