{"id":10808,"date":"2026-05-22T14:43:42","date_gmt":"2026-05-22T07:43:42","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/?p=10808"},"modified":"2026-06-01T14:48:23","modified_gmt":"2026-06-01T07:48:23","slug":"penggunaan-earbuds-dalam-durasi-lama-dampaknya-terhadap-pendengaran-dan-fungsi-kerja-otak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/2026\/05\/penggunaan-earbuds-dalam-durasi-lama-dampaknya-terhadap-pendengaran-dan-fungsi-kerja-otak\/","title":{"rendered":"PENGGUNAAN EARBUDS DALAM DURASI LAMA: DAMPAKNYA TERHADAP PENDENGARAN DAN FUNGSI KERJA OTAK"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2026\/06\/Kelompok-12_Penggunaan-Earbuds-dalam-Durasi-Lama_-Dampaknya-terhadap-Pendengaran-dan-Fungsi-Kerja-Otak.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-10809\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2026\/06\/Kelompok-12_Penggunaan-Earbuds-dalam-Durasi-Lama_-Dampaknya-terhadap-Pendengaran-dan-Fungsi-Kerja-Otak.jpg\" alt=\"\" width=\"3466\" height=\"2313\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Sumber: <\/span><a href=\"https:\/\/idn.freepik.com\/foto-gratis\/wanita-memakai-earbud-nirkabel-putih_13313204.htm\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/idn.freepik.com\/foto-gratis\/wanita-memakai-earbud-nirkabel-putih_13313204.htm\\<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pernahkah kamu menyadari sudah berapa jam <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">earbuds<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> menempel erat di telingamu hari ini? Kebiasaan ini mulai populer di era digital yang serba cepat, bahkan kini perangkat audio tersebut telah berevolusi menjadi kebutuhan primer bagi sebagian besar orang. Mulai dari penggunaannya untuk sekedar mendengarkan musik di jalan, melakukan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">meeting online<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> seharian penuh, hingga memutar episode<\/span><em><span style=\"font-weight: 400\"> podcast<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai pengantar tidur. Namun, tahukah kamu bahwa terdapat ancaman serius yang mengintai di balik kepraktisan itu?\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Faktanya, penggunaan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400\">earbuds<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400\"> dalam durasi panjang terutama dengan volume tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pada indra pendengaran. <em>World Health Organization<\/em> (WHO) menyebutkan bahwa perangkat audio pribadi yang digunakan dengan paparan suara keras termasuk dalam praktik mendengarkan yang tidak aman. Sejalan dengan pernyataan tersebut, studi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">systematic review<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">meta-analysis <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang diterbitkan dalam jurnal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">BMJ Global Health <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tahun 2022 juga memperkirakan sekitar 0,67 hingga 1,35 miliar remaja dan orang dewasa muda di dunia berisiko mengalami penurunan fungsi pendengaran akibat praktik penggunaan perangkat audio pribadi dengan tingkat kebisingan tinggi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada dasarnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">earbuds<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menghantarkan suara langsung ke dalam liang telinga dan membatasi ruang bagi pengguna untuk mendengarkan suara alami di sekitarnya. Akibatnya paparan suara yang diterima menjadi lebih intens dibandingkan perangkat audio biasa yang digunakan dengan jarak tertentu dari telinga. Lebih lanjut, penelitian dari<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">Johns Hopkins University menunjukkan bahwa gangguan pendengaran juga dapat membuat otak bekerja lebih keras dalam memproses informasi suara. Kondisi ini dikenal sebagai peningkatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cognitive load<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yaitu ketika otak membutuhkan usaha lebih untuk memahami suara yang diterima. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu kelelahan mental, penurunan fokus, serta gangguan daya ingat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak hanya itu, kebiasaan penggunaan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> earbuds <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tanpa batasan durasi dan volume secara perlahan dapat memicu berbagai gejala serius. Lantas, apa saja gejala yang dapat muncul akibat kebiasaan tersebut?\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Salah satunya berkaitan dengan pemakaian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">earbuds<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dalam durasi lebih dari 8 jam yang berpotensi menyebabkan terjadinya kerusakan permanen pada pendengaran atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Noise-Induced Hearing Loss<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (NIHL). Kondisi ini umumnya diawali dengan munculnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tinnitus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai gejala awal, yaitu sensasi telinga berdengung, seperti mendengar suara tertentu tanpa adanya sumber suara eksternal. Meskipun gejala ini sering kali dianggap sepele oleh pengidapnya, jika dibiarkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tinnitus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat berkembang menjadi gangguan dalam beraktivitas sehari-hari. Hal ini kemudian terlihat pada penurunan kualitas tidur,\u00a0 kesulitan dalam berkonsentrasi, serta munculnya sakit kepala akibat tekanan yang dirasakan pada sistem pendengaran (Hendradewi et al., 2022).\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Di sisi lain, pemakaian<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> earbuds<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dalam durasi lama juga dapat menghambat sirkulasi udara di dalam saluran telinga, sehingga menciptakan kondisi lembab yang memicu pertumbuhan bakteri dan meningkatkan risiko infeksi telinga. Bahkan dalam jangka panjang, gangguan pendengaran akibat paparan suara berlebih juga dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia pada usia lansia (Jin et al., 2026). Hal ini terjadi karena penurunan kemampuan pendengaran mengurangi rangsangan suara yang diterima otak, sehingga fungsi kognitif otak dalam menyimpan dan memproses informasi ikut terganggu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai pengguna memperhatikan cara penggunaan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> earbuds <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang lebih aman agar dapat menghindari dampak buruk tersebut. Pertama, penggunaan sebaiknya dibatasi tidak lebih dari 2 jam per hari agar telinga memiliki waktu untuk beristirahat setelah menerima paparan suara secara terus-menerus. Pembatasan durasi ini penting untuk mencegah tekanan berlebih pada sistem pendengaran yang dapat memicu kelelahan telinga hingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Noise-Induced Hearing Loss<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (NIHL). Kedua, volume suara perlu dijaga pada kisaran 60\u201370 dB (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">decibel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) guna mengurangi risiko mengalami gangguan pendengaran. Pengaturan volume yang tidak terlalu tinggi dapat membantu menurunkan intensitas paparan suara yang masuk langsung ke dalam liang telinga, sehingga mengurangi kemungkinan kerusakan pada sel-sel pendengaran serta mencegah munculnya gejala<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> tinnitus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan terjadinya demensia.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sementara yang ketiga, sebagai langkah tambahan pemilihan perangkat dengan tingkat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">electromagnetic interference<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (EMI) yang rendah juga dapat menjadi pilihan dalam membantu meminimalkan paparan gelombang elektromagnetik yang diterima tubuh agar tetap dalam batas yang terukur (Yuldasheva et al., 2025). Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">earbuds<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat dilakukan secara lebih aman tanpa mengabaikan aspek kesehatan. Sebagai pengguna, kita tetap dapat menikmati fungsinya, namun dengan cara yang lebih terkontrol dan bertanggung jawab. Pada akhirnya, penting bagi kita untuk bersikap bijak dalam memanfaatkan teknologi, tidak hanya dari sisi kenyamanan, tetapi juga dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan tubuh dalam jangka panjang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Anderer, S. (2025). Hearing Loss Strongly Linked with Dementia, Study Finds. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">JAMA, 333<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(23), 2043. <\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1001\/jama.2025.6448\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/doi.org\/10.1001\/jama.2025.6448<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Dillard, L. K., Arunda, M. O., Lopez-Perez, L., Martinez, R. X., Jim\u00e9nez, L., Chadha, S. (2022). Prevalence and Global Estimates of Unsafe Listening Practices in Adolescents and Young Adults: a Systematic Review and Meta-analysis.<i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\"> BMJ Global Health, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">7(11), 1-11. <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/doi.org\/10.1136\/bmjgh-2022-010501\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/doi.org\/10.1136\/bmjgh-2022-010501<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Hendradewi, S., Setiamika, M., Sudrajad, H., Kandhi, P. W., Primadewi, N., Pratiwi, D., &amp; Yusuf, D. A. (2022). Gangguan Pendengaran Akibat Bising Penggunaan Headphone\/Earphone. <i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 3(2), 68-74. <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/doi.org\/10.23917\/jpmmedika.v3i2.1274\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/doi.org\/10.23917\/jpmmedika.v3i2.1274<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Jin, Q., Bian, Y., &amp; Zhou, C. (2026). Association between Occupational Noise-induced Hearing Loss and Cognitive Function: a Multimodal Cross-sectional study. <i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">Frontiers in public health<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">14<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 1-10. <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/doi.org\/10.3389\/fpubh.2026.1789178\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/doi.org\/10.3389\/fpubh.2026.1789178<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Lin, F. R., Yaffe, K., Xia, J., Xue, Q. L., Harris, T. B., Purchase-Helzner, E.M, &amp; Health ABC Study Group, F. T. (2013). Hearing Loss and Cognitive Decline in Older Adults. <i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">JAMA Internal Medicine<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">173<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(4), 293-299. <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/doi.org\/10.1001\/jamainternmed.2013.1868\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/doi.org\/10.1001\/jamainternmed.2013.1868<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Triansyah, I., Vani, A. T., Dewi, N. P., Zulkarnaini, A., Abdullah, D., Yasa, Y. F., &amp; Ivan, M. (2025). Pengaruh Penggunaan Headset terhadap Gangguan Pendengaran: Tinjauan Terkini dari Satu Dekade Terakhir. <i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">Nusantara Hasana Journal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 4(12), 471\u2013476.\u00a0<\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/nusantarahasanajournal.com\/index.php\/nhj\/article\/view\/1636\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/nusantarahasanajournal.com\/index.php\/nhj\/article\/view\/1636<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">World Health Organization. (n.d.). Making Listening Safe. <i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">Retrieved April 30, 2026, from<\/span><\/i><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/www.who.int\/activities\/making-listening-safe\"><span style=\"font-weight: 400\"> https:\/\/www.who.int\/activities\/making-listening-safe<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Yuldasheva, F. U., Rustamova, G., Nazirjonov, D., Toirzhonov, Zh., Akbarova, M., &amp; Mansurkhozhaeva, R. (2025). The Effect of Wireless Headphones on The Central Nervous System. <i style=\"font-size: 14px\"><span style=\"font-weight: 400\">Web of Medicine: Journal of Medicine, Practice and Nursing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 3(5), 151\u2013156. <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/webofjournals.com\/index.php\/5\/article\/view\/4144\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/webofjournals.com\/index.php\/5\/article\/view\/4144<\/span><\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber: https:\/\/idn.freepik.com\/foto-gratis\/wanita-memakai-earbud-nirkabel-putih_13313204.htm\\ Pernahkah kamu menyadari sudah berapa jam earbuds menempel erat di telingamu hari ini? Kebiasaan ini mulai populer di era digital yang serba cepat, bahkan kini perangkat audio tersebut telah berevolusi menjadi kebutuhan primer bagi sebagian besar orang. Mulai dari penggunaannya untuk sekedar mendengarkan musik di jalan, melakukan meeting online seharian penuh, hingga memutar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":10809,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-10808","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10808","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10808"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10808\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10810,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10808\/revisions\/10810"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10809"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10808"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10808"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10808"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}