{"id":10672,"date":"2026-03-24T09:36:16","date_gmt":"2026-03-24T02:36:16","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/?p=10672"},"modified":"2026-03-30T09:42:28","modified_gmt":"2026-03-30T02:42:28","slug":"fenomena-vape-di-kalangan-remaja-gaya-hidup-atau-ancaman-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/2026\/03\/fenomena-vape-di-kalangan-remaja-gaya-hidup-atau-ancaman-kesehatan\/","title":{"rendered":"Fenomena Vape di Kalangan Remaja : Gaya Hidup atau Ancaman Kesehatan?"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2026\/03\/Kelompok-1_Foto-Artikel.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-10673 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2026\/03\/Kelompok-1_Foto-Artikel.jpeg\" alt=\"\" width=\"1221\" height=\"830\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">Sumber: <\/span><a href=\"https:\/\/www.istockphoto.com\/id\/foto\/dokter-memegang-paru-paru-vape-dan-sinar-x-konsekuensi-merokok-rokok-elektronik-vape-gm2182593248-601531430\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.istockphoto.com\/id\/foto\/dokter-memegang-paru-paru-vape-dan-sinar-x-konsekuensi-merokok-rokok-elektronik-vape-gm2182593248-601531430<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di kalangan remaja semakin meningkat dan menjadi tren gaya hidup. Pengaruh media sosial dan lingkungan pergaulan membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dianggap lebih aman dari rokok konvensional. Muncul kekhawatiran tentang dampak kesehatan dan kecanduan yang dapat mempengaruhi masa depan remaja. Kurangnya pemahaman yang tepat membuat banyak remaja tidak menyadari risiko jangka panjang yang mungkin terjadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Berdasarkan data, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tidak lebih baik jika dibandingkan dengan rokok konvensional, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga sama-sama mengandung zat adiktif. Bahan dasar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mencampurkan nikotin dengan zat kimia yang berpotensi menimbulkan ketergantungan yang berisiko bagi kesehatan. Edukasi pada masyarakat perlu dihimbau terutama untuk remaja, agar mampu menilai apakah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sekadar tren atau ancaman serius bagi kesehatan dan dampak negatif bagi lingkungan sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di kalangan remaja seringkali dianggap \u201ckeren\u201d atau \u201dkekinian\u201d. Akan tetapi, penggunaan vape ini dapat menyebabkan banyak hal negatif yang beresiko untuk tubuh. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mengandung zat yang dapat menyebabkan kecanduan serta berdampak kepada kesehatan tubuh fisik dan mental. Beberapa faktor yang mendukung maraknya fenomena ini, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\"> Pengaruh lingkungan pergaulan: Banyak remaja cenderung mengikuti teman seumur agar diterima dalam kelompok.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\">\u2060<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Kurangnya edukasi kesehatan: Kebanyakan remaja mengonsumsi hal tersebut tanpa mengetahui dampak yang akan mereka alami.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400\">\u2060<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Dianggap lebih aman dari rokok: Persepsi keliru bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tidak berbahaya membuat penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> semakin meningkat di kalangan remaja.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Contoh kasus yang dapat kita lihat di kalangan remaja, seorang remaja berusia 17 tahun didiagnosis menderita penyakit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">E-cigarette<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau EVALI setelah menggunakan vape secara rutin, hal tersebut menyebabkan remaja sesak nafas parah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Dari segi kesehatan, vape dapat memberikan dampak negatif pada sistem pernapasan, meningkatkan potensi gangguan paru-paru, serta memengaruhi kondisi mental akibat kecanduan. Remaja yang masih dalam tahap perkembangan cenderung lebih rentan terhadap paparan zat kimia berbahaya dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Ketergantungan nikotin juga dapat memengaruhi fokus, kestabilan emosi, dan perilaku, yang pada akhirnya berdampak pada prestasi belajar serta interaksi sosial mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sementara di sisi sosial, penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> seringkali dipengaruhi oleh tekanan lingkungan pertemanan. Remaja merasa perlu mengikuti kebiasaan tersebut agar dapat diterima dalam kelompoknya. Kondisi ini membuat penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> semakin meluas dan sulit dikendalikan. Jika tidak segera ditangani, fenomena ini berpotensi berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius di masa depan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Untuk mencegah peningkatan penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di kalangan remaja, diperlukan peran bersama dari berbagai pihak, terutama dari lingkungan terdekat yaitu sekolah dan keluarga. Edukasi tentang bahaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> harus ditingkatkan dan disampaikan dengan menarik, misalnya dengan program kreatif dalam bentuk seminar atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">workshop <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">oleh tenaga medis agar informasi dapat disampaikan dengan lebih jelas, menarik, dan mudah dipahami. Peran orang tua dan guru juga penting dalam mengawasi dan membangun komunikasi yang nyaman untuk para remaja. Selain itu, dukungan dari pemerintah juga diperlukan melalui kebijakan dalam membatasi pembelian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan pembatasan iklan terutama yang ditujukkan untuk remaja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Remaja yang sudah terlanjur kecanduan juga membutuhkan dukungan serius. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan layanan konseling, dimana para remaja bisa mengobrol secara terbuka dengan para profesional. Mereka akan perlahan dibantu mengurangi rasa ketergantungan dan menemukan cara yang lebih sehat saat\u00a0 menghadapi masalah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Fenomena penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di kalangan remaja menunjukkan bahwa tren gaya hidup modern tidak selalu sejalan dengan kesehatan. Banyak remaja terjebak dalam persepsi keliru bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> lebih aman, padahal dampaknya tetap berbahaya bagi tubuh maupun kesehatan mental. Hal ini menjadi pengingat penting untuk lebih kritis terhadap pengaruh lingkungan dan media sosial, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Oleh karena itu dengan edukasi yang tepat serta kebijakan yang konsisten, diharapkan angka penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">vape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di kalangan remaja dapat menurun. Upaya ini juga perlu didukung dengan layanan konseling agar remaja dapat lepas dari ketergantungan. Pada akhirnya, masa depan generasi muda sangat ditentukan oleh pilihan yang mereka ambil hari ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b>Referensi:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Centers for Disease Control and Prevention. (2019). E-cigarette or Vaping Product Use-Associated Lung Injury (EVALI). <\/span><a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/mmwr\/volumes\/68\/wr\/mm6845e1.htm\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.cdc.gov\/mmwr\/volumes\/68\/wr\/mm6845e1.htm<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">CNN Indonesia. (2019). Tak ada satu kata Kemenkes dan BPOM untuk aturan vape. <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/gaya-hidup\/20191005000718-255-436907\/tak-ada-satu-kata-kemenkes-dan-bpom-untuk-aturan-vape\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.cnnindonesia.com\/gaya-hidup\/20191005000718-255-436907\/tak-ada-satu-kata-kemenkes-dan-bpom-untuk-aturan-vape<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Kandungan rokok yang berbahaya bagi kesehatan. <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/keslan.kemkes.go.id\/view_artikel\/406\/kandungan-rokok-yang-berbahaya-bagi-kesehatan\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/keslan.kemkes.go.id\/view_artikel\/406\/kandungan-rokok-yang-berbahaya-bagi-kesehatan<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Rokok elektrik: Gaya atau bahaya. <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/keslan.kemkes.go.id\/view_artikel\/2716\/rokok-elektrik-gaya-atau-bahaya\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/keslan.kemkes.go.id\/view_artikel\/2716\/rokok-elektrik-gaya-atau-bahaya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mass General Brigham. (n.d.). How to quit vaping. <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/www.massgeneralbrigham.org\/en\/about\/newsroom\/articles\/how-to-quit-vaping\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.massgeneralbrigham.org\/en\/about\/newsroom\/articles\/how-to-quit-vaping<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Miswanda, D., Lestari, D., Masriah, I., &amp; Sebayang, A. (2025). Edukasi dampak negatif penggunaan vape bagi remaja. Jurnal Bakti Nusantara. <\/span><a style=\"font-size: 14px\" href=\"https:\/\/doi.org\/10.63763\/jbn.v2i3.90\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/doi.org\/10.63763\/jbn.v2i3.90<\/span><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber: https:\/\/www.istockphoto.com\/id\/foto\/dokter-memegang-paru-paru-vape-dan-sinar-x-konsekuensi-merokok-rokok-elektronik-vape-gm2182593248-601531430 Penggunaan vape di kalangan remaja semakin meningkat dan menjadi tren gaya hidup. Pengaruh media sosial dan lingkungan pergaulan membuat vape dianggap lebih aman dari rokok konvensional. Muncul kekhawatiran tentang dampak kesehatan dan kecanduan yang dapat mempengaruhi masa depan remaja. Kurangnya pemahaman yang tepat membuat banyak remaja tidak menyadari risiko jangka panjang yang mungkin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":10673,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-10672","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10672","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10672"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10672\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10678,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10672\/revisions\/10678"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10673"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10672"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10672"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10672"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}