{"id":10425,"date":"2025-12-05T15:18:26","date_gmt":"2025-12-05T08:18:26","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/?p=10425"},"modified":"2025-12-05T15:18:26","modified_gmt":"2025-12-05T08:18:26","slug":"emisi-bukan-hilang-cuma-dipindahkan-fakta-di-balik-mobil-listrik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/2025\/12\/emisi-bukan-hilang-cuma-dipindahkan-fakta-di-balik-mobil-listrik\/","title":{"rendered":"Emisi Bukan Hilang, Cuma Dipindahkan: Fakta di Balik Mobil Listrik"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2025\/12\/ilustrasi-mobil-listrik-jaguar-dicas-foto-jaguarcom_169.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10426 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-content\/uploads\/sites\/41\/2025\/12\/ilustrasi-mobil-listrik-jaguar-dicas-foto-jaguarcom_169.jpeg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"676\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em><strong>Sumber: https:\/\/share.google\/images\/wq120iBcLX7ixDUhx<\/strong><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pertanyaan &#8220;Apakah mobil listrik benar-benar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">nol emisi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">?&#8221; seringkali dijawab dengan optimisme yang tinggi. Mobil listrik (EV) dipromosikan sebagai solusi tunggal untuk mengatasi polusi udara dan krisis iklim karena tidak mengeluarkan asap knalpot saat dikendarai. Namun, sebagai masyarakat yang peduli lingkungan, kita wajib melihat keseluruhan siklus hidup produk (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Life Cycle Assessment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) dari EV, dari mulai tambang bahan baku hingga kendaraan itu dibuang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Faktanya, mobil listrik hanya memindahkan sumber emisi dari knalpot kendaraan di jalan raya ke pabrik dan pembangkit listrik. Artikel ini akan mengupas tiga fakta utama di balik klaim &#8220;nol emisi&#8221; mobil listrik dan menawarkan perspektif yang lebih jujur tentang solusi transportasi yang benar-benar berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><b>Tantangan di Awal: Utang Karbon dari Manufaktur Baterai<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Komponen paling krusial dan paling boros energi pada mobil listrik adalah baterai, khususnya baterai Lithium-ion. Proses pembuatannya memerlukan energi yang sangat besar. Emisi karbon dari proses manufaktur ini menjadi &#8220;utang karbon&#8221; yang besar di awal siklus hidup EV.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Emisi utama kendaraan listrik berasal dari proses manufaktur (produksi) dan juga dari produksi listrik sebagai bahan bakar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Emisi karbon dari produksi baterai listrik menyumbang porsi yang cukup signifikan, yaitu sekitar <\/span><b>6% untuk mobil listrik<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><b>20% untuk sepeda motor listrik<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> dari total emisi kendaraan tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Ini berarti, meskipun mobil listrik mengeluarkan emisi karbon dioksida berkisar <\/span><b>0 hingga 5 gram\/km<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> saat beroperasi (jauh lebih rendah dari mobil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">plug-in hybrid<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang sekitar 45-50 gram\/km), EV harus terlebih dahulu melunasi &#8220;utang karbon&#8221; dari proses manufaktur baterainya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><b>Sumber Listrik: Sebersih Apa Colokan Anda?<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mobil listrik memang tidak berasap, tetapi energi yang digunakannya tetap harus diproduksi oleh suatu tempat. Di Indonesia, sektor transportasi termasuk dalam tiga besar penghasil emisi karbon dioksida tertinggi, dengan transportasi darat menyumbang sekitar <\/span><b>90%<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> dari total emisi sektor ini. Mobil penumpang adalah kontributor terbesar dari emisi transportasi darat tersebut.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tantangan terbesar implementasi kendaraan listrik berkaitan dengan aspek emisi yang dihasilkan dari <\/span><b>produksi listrik<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> itu sendiri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Data menunjukkan, bauran energi primer Indonesia pada tahun 2024 masih didominasi oleh <\/span><b>batu bara sebesar 40,37%<\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Sementara itu, realisasi bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) pada semester I tahun 2024 baru mencapai <\/span><b>13,93%<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, dan ditargetkan mencapai sekitar <\/span><b>14,1%<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> hingga akhir tahun 2024.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Dengan bauran energi yang masih didominasi oleh batu bara, mobil listrik secara tidak langsung tetap mendorong pembakaran bahan bakar fosil; emisi hanya berpindah dari knalpot ke lokasi pembangkit.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><b>Limbah Elektronik: Masalah di Akhir Siklus Hidup<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Lonjakan penggunaan kendaraan listrik juga membawa tantangan besar terkait dampak lingkungan dari baterai bekas.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Saat ini, ekosistem rantai pasokan baterai di Indonesia melibatkan ratusan perusahaan di sektor hulu, menengah, dan hilir.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jika tidak dikelola dengan baik, baterai kendaraan listrik berpotensi menjadi masalah limbah elektronik yang serius.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><b>Tidur dengan Nyaman, Bertindak Lebih Cerdas<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Mobil listrik adalah langkah maju, bukan tujuan akhir. Mobil listrik berpotensi membantu dekarbonisasi sektor transportasi. Namun, sebagai aktivis, kita harus mendorong solusi yang menyeluruh:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Pilih Sumber Energi:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Tuntut pemerintah untuk mempercepat realisasi bauran EBT yang ditargetkan (seperti 17-20% pada tahun 2025).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Daur Ulang Wajib:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Desak penetapan regulasi pengelolaan limbah baterai EV yang ketat, sebelum masalah ini menumpuk.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Prioritaskan Transportasi Bersama:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Solusi lingkungan terbaik adalah mengurangi jumlah mobil, bukan sekadar mengganti jenis bahan bakarnya, dengan memprioritaskan transportasi publik massal, sepeda, dan jalan kaki.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Jangan sampai kita cuma jadi korban <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> keren. Klaim &#8220;nol emisi&#8221; itu cuma bungkus, padahal masalahnya cuma pindah dari knalpot ke cerobong asap pabrik. Kita sudah tahu faktanya, jadi jangan cuma <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">gimmick<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> teknologi yang kita kejar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kita tidak perlu tidur nyenyak karena yakin mobil listrik itu malaikat penyelamat. Tetapi tidur nyenyak karena tahu persis masalahnya apa, dan siap mengajak semua orang bertindak lebih cerdas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, jangan cuma ganti mobil! Ayo ganti sistemnya! Tuntut listrik yang benar-benar hijau, desak aturan daur ulang baterai yang tegas, dan minta transportasi publik yang layak!<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><b>Referensi<\/b><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">CNN Indonesia. (2024, Agustus 19). Bauran EBT Indonesia Baru 13,93% di Semester I 2024, Jauh dari Target. Diakses dari CNN Indonesia: <\/span><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/ekonomi\/20240819122340-85-1136437\/bauran-ebt-indonesia-baru-1393-di-semester-i-2024-jauh-dari-target\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.cnnindonesia.com\/ekonomi\/20240819122340-85-1136437\/bauran-ebt-indonesia-baru-1393-di-semester-i-2024-jauh-dari-target<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Faaizah, N. (2023, September 3). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Mobil Listrik Bukan Solusi Kurangi Emisi Karbon, Ini Alasannya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. detikEdu.<\/span><a href=\"https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6910683\/mobil-listrik-bukan-solusi-kurangi-emisi-karbon-ini-alasannya\"> <span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6910683\/mobil-listrik-bukan-solusi-kurangi-emisi-karbon-ini-alasannya<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ferlia, S. A., Sudarti, S., &amp; Yushardi, Y. (2023). Analisis efisiensi kendaraan listrik sebagai salah satu transportasi ramah lingkungan pengukuran emisi karbon. <\/span><a href=\"https:\/\/e-journal.uniflor.ac.id\/index.php\/optika\/article\/view\/3282\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/e-journal.uniflor.ac.id\/index.php\/optika\/article\/view\/3282<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kementerian ESDM Republik Indonesia. (2024, Juni 24). Realisasi Bauran EBT Diproyeksi Capai 14,1% di Akhir 2024. Diakses dari ESDM: <\/span><a href=\"https:\/\/www.esdm.go.id\/id\/media-center\/arsip-berita\/realisasi-bauran-ebt-diproyeksi-capai-141-di-akhir-2024\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.esdm.go.id\/id\/media-center\/arsip-berita\/realisasi-bauran-ebt-diproyeksi-capai-141-di-akhir-2024<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kumparan. (2024, Maret 12). Dampak Lingkungan Kendaraan Listrik: Dari Nol Emisi hingga Utang Karbon. Diakses dari Kumparan: <\/span><a href=\"https:\/\/kumparan.com\/kumparansains\/dampak-lingkungan-kendaraan-listrik-dari-nol-emisi-hingga-utang-karbon-2200lP4d36s\/full\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/kumparan.com\/kumparansains\/dampak-lingkungan-kendaraan-listrik-dari-nol-emisi-hingga-utang-karbon-2200lP4d36s\/full<\/span><\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber: https:\/\/share.google\/images\/wq120iBcLX7ixDUhx Pertanyaan &#8220;Apakah mobil listrik benar-benar nol emisi?&#8221; seringkali dijawab dengan optimisme yang tinggi. Mobil listrik (EV) dipromosikan sebagai solusi tunggal untuk mengatasi polusi udara dan krisis iklim karena tidak mengeluarkan asap knalpot saat dikendarai. Namun, sebagai masyarakat yang peduli lingkungan, kita wajib melihat keseluruhan siklus hidup produk (Life Cycle Assessment) dari EV, dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":10426,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-10425","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10425","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10425"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10425\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10427,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10425\/revisions\/10427"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10426"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10425"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10425"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/tfi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10425"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}