    {"id":747,"date":"2019-02-01T21:02:55","date_gmt":"2019-02-01T14:02:55","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/taekwondo\/?p=747"},"modified":"2019-02-09T13:24:04","modified_gmt":"2019-02-09T06:24:04","slug":"protector-scoring-system","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/taekwondo\/2019\/02\/protector-scoring-system\/","title":{"rendered":"PROTECTOR SCORING SYSTEM"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">PSS adalah suatu alat untuk kejuaraan beladiri dalam hal ini Taekwondo yang dilengkapi dengan sensor. Tujuan dari penggunaan alat ini adalah agar penilaian skor dalam suatu pertandingan dapat lebih akurat dan objektif, PSS (<em>Protector Scoring System<\/em>), IVR (<em>Instant Video Replay<\/em>) dalam pertandingan taekwondo kategori\u00a0<em>kyorugi\u00a0<\/em>(<em>fight<\/em>) adalah produk buatan Eko Fajar, seorang warga asli Depok, lulusan IT dari Jepang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/taekwondo\/wp-content\/uploads\/sites\/68\/2019\/01\/12.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-749\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/taekwondo\/wp-content\/uploads\/sites\/68\/2019\/01\/12.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/taekwondo\/wp-content\/uploads\/sites\/68\/2019\/01\/12.jpg 600w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/taekwondo\/wp-content\/uploads\/sites\/68\/2019\/01\/12-150x150.jpg 150w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/taekwondo\/wp-content\/uploads\/sites\/68\/2019\/01\/12-100x100.jpg 100w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Tendangan yang berhak untuk mendapat poin adalah tendangan yang tepat mengenai area poin\u00a0<em>body protector <\/em>dan dengan power yang tepat sesuai dengan masing-masing bobot pada masing-masing kelas dalam\u00a0<em>kyorugi<\/em>.<\/p>\n<p>Secara teknis area pelindung badan atlet akan dipasang sensor dengan kepekaan\/power berbeda sesuai bobot kelas. Penggunaan PSS ini dapat memberikan objektivitas dalam penilaian, sekaligus akan meminimalisir kecurangan juri dalam memberikan poin.<\/p>\n<p>Keuntungan dari PSS adalah mengurangi atau meminimalkan angka terjadinya cedera dan tingkat keparahan cedera. Dari peraturan baru ini berupa penggunaan PSS, IVR, pelindung tubuh dan alat bantu yang lainnya, akan lebih terlihat sisi kemanusiaan atlet yang lebih mengutamakan teknik, taktik, mental, dan permainan yang\u00a0fair\u00a0dan\u00a0sportif,\u00a0tanpa mengesampingkan aspek-aspek lainnya.<\/p>\n<p>Permasalahan penggunaan PSS adalah persoalan biaya, satu set perangkat PSS bisa mencapai sekitar 20 juta.\u00a0Tidak semua atlet terbiasa untuk menggunakan alat ini karena memang belum terbiasa menggunakannya. Dan ini sangat berpengaruh ketika dalam bertanding, dimana perubahan gaya bertanding akan ikut beradaptasi dengan alat ini untuk mendapatkan poin. Padahal untuk terbiasa, maka atlet harus banyak mengikuti kejuaraan yang menerapkan sistem tersebut.<\/p>\n<p>Kekurangan dari PSS terbatas pada pertandingan saja, sedangkan dalam proses latihan akan sangat sulit digunakan, karena membutuhkan rangkaian sistem elektronik atau sensor yang rumit, dan perangkat-perangkat yang lainnya. Kekurangan PSS lainnya adalah sensitivitas alat ini, dalam radius 100 meter harus bersih dari gangguan. Karena jika ada gangguan yang berasal dari sinyal\u00a0<em>handphone<\/em>\u00a0atau alat elektronik lainnya akan mengganggu dari fungsi PSS.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PSS adalah suatu alat untuk kejuaraan beladiri dalam hal ini Taekwondo yang dilengkapi dengan sensor. Tujuan dari penggunaan alat ini adalah agar penilaian skor dalam suatu pertandingan dapat lebih akurat dan objektif, PSS (Protector Scoring System), IVR (Instant Video Replay) dalam pertandingan taekwondo kategori\u00a0kyorugi\u00a0(fight) adalah produk buatan Eko Fajar, seorang warga asli Depok, lulusan IT [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":758,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-747","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/taekwondo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/747","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/taekwondo\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/taekwondo\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/taekwondo\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/taekwondo\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=747"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/taekwondo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/747\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":763,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/taekwondo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/747\/revisions\/763"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/taekwondo\/wp-json\/wp\/v2\/media\/758"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/taekwondo\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=747"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/taekwondo\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=747"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/taekwondo\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=747"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}