    {"id":745,"date":"2021-07-14T21:18:40","date_gmt":"2021-07-14T14:18:40","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/?p=745"},"modified":"2021-07-14T21:32:31","modified_gmt":"2021-07-14T14:32:31","slug":"pelajari-5-hal-ini-jika-ingin-selamat-dalam-kondisi-survival-di-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/2021\/07\/pelajari-5-hal-ini-jika-ingin-selamat-dalam-kondisi-survival-di-hutan\/","title":{"rendered":"Pelajari 5 Hal Ini jika Ingin Selamat dalam Kondisi Survival di Hutan!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Pernahkah kalian mendengar bahwa ada seseorang yang dapat bertahan hidup selama berhari-hari di hutan sebelum diselamatkan?\u00a0 Jika pernah mungkin orang itu adalah salah satu orang yang memiliki pengetahuan yang baik dan ahli dalam bidang tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Perlu diketahui bahwa pengetahuan yang baik dan cukup sebelum berpetualang di dalam bebas adalah salah satu persiapan yang sangat penting, termasuk persiapan untuk mengetahui apa itu survive. Survive adalah kondisi dimana seseorang dapat hidup selama mungkin dengan persiapan dan kondisi yang tidak memungkinkan. Survive pada umumnya disebabkan oleh cedera fisik yang dialami, baik itu terjatuh saat beraktifitas atau diserang oleh hewan buas dan kondisi alam yang tidak bersahabat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Berpetualang di alam bebas pastilah memiliki resiko untuk kita berada dalam kondisi survive, maka dari itu bekal pengetahuan sangatlah penting dan berguna apabila kita mengalami kondisi tersebut. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi tips dan trik bagaimana cara survive yang baik dan benar sehingga kita dapat hidup selama mungkin dalam kondisi tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Aurelien, pria yang memiliki kebangsaan Swiss ini dilaporkan hilang saat menjelajahi hutan Raja Ampat, Papua. Akan tetapi, Aurelien dapat bertahan hidup dan survive selama 8 hari sebelum diselamatkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Berikut adalah beberapa cara yang dapat kita lakukan ketika dalam kondisi survive:<\/span><\/p>\n<h4><strong><span style=\"font-size: 14px;color: #4d4d4d\">1. S-T-O-P<\/span><\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Hal pertama yang wajib dilakukan pada kondisi survive adalah STOP. STOP adalah singkatan dari Stop (berhenti), Think (berpikir), O (amati), Plan (Perencanaan).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sudah tidak diragukan lagi apabila kita dalam kondisi survive hal pertama yang akan dirasakan adalah kecemasan mengenai keadaan sekitar dan terus berusaha untuk mencari jalan keluar. Tetapi hal tersebut adalah kesalahan yang pada umumnya dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup. Maka dari itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah menenangkan diri untuk menghilangkan rasa cemas serta berhenti sejenak untuk mencari jalan keluar dan beristirahat. Sebelum bertindak lebih lanjut pastikan kita memiliki pikiran yang objektif dan mengamati lingkungan sekitar, serta membuat rencana yang akan dilakukan kedepannya. Setelah hal ini dilakukan maka kita dapat terus melanjutkan perjalanan berdasarkan perencanaan yang telah dibuat.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-content\/uploads\/sites\/50\/2021\/07\/Metode-survival-STOP.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-747 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-content\/uploads\/sites\/50\/2021\/07\/Metode-survival-STOP.jpg\" alt=\"\" width=\"407\" height=\"424\" \/><\/a>Source: http:\/\/www.indosurvival.com\/<\/h6>\n<h4><strong>2. Tempat bernaung dan Kondisi tubuh yang kering<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kondisi tubuh yang selalu kering akan terhindar dari serangan hipotermia. Pada umumnya hipotermia dapat terjadi ketika kondisi tubuh dalam keadaan basah atau kondisi lingkungan lembab yang tidak mendukung. Hal-hal yang harus diperhatikan agar terhindar dari kondisi tersebut adalah dengan mencari atau membuat tempat bernaung agar dapat berlindung dari cuaca yang dingin. Satu hal yang harus dipastikan pada tempat bernaung tersebut adalah bahwa tempatnya tidak boleh basah dan kotor. Tempat bernaung sederhana yang dapat kita buat di alam bebas adalah bivak alam.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-content\/uploads\/sites\/50\/2021\/07\/shutterstock_223492687-e1462765833310-1024x683-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-748 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-content\/uploads\/sites\/50\/2021\/07\/shutterstock_223492687-e1462765833310-1024x683-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><\/a>Source: https:\/\/ruangrakyat.com\/<\/h6>\n<h4><strong>3. Menemukan sumber air bersih<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Ketika dalam kondisi survival sudah dipastikan bahwa perbekalan konsumsi yang kita miliki sangatlah terbatas dan nyaris tidak ada. Maka dari itu mencari sesuatu di alam bebas untuk dikonsumsi adalah sesuatu yang harus dilakukan agar dapat survive selama mungkin. Hal pertama yang harus dilakukan pada saat survive adalah mencari sumber air bersih untuk dikonsumsi. Manusia dapat bertahan hidup selama beberapa minggu hanya dengan mengkonsumsi air, akan tetapi hanya bisa bertahan selama 4 hari jika tidak mengkonsumsi air, maka dari itu mencari sumber air adalah prioritas utama agar peluang survive kita lebih lama.\u00a0 Akan tetapi terkadang pada kondisi tertentu mencari sumber air bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Maka dari itu hal yang dapat dilakukan adalah dengan menadah air hujan yang turun dengan menggunakan wadah yang tersedia. Serta mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan yang mengandung air didalamnya, seperti kaktus dan rumput penyimpan air.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-content\/uploads\/sites\/50\/2021\/07\/8a58da46777660f46473ba5f4a3d9ae5.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-749 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-content\/uploads\/sites\/50\/2021\/07\/8a58da46777660f46473ba5f4a3d9ae5.jpg\" alt=\"\" width=\"891\" height=\"557\" \/><\/a>Source: <span style=\"font-size: 14px\">wallpaperaccess.com<\/span><\/h6>\n<h4><strong>4. Membuat tombak runcing<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Tombak runcing berfungsi untuk melindungi diri dari serangan binatang buas di alam liar serta berfungsi sebagai alat untuk berburu hewan-hewan yang bisa dikonsumsi, seperti kancil dan ikan.\u00a0 Berikut adalah cara membuat tombak runcing.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 \u00a0 Mencari tongkat kayu yang Panjang dan lurus.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Belah ujungnya menjadi dua atau tiga bagian.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0 \u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Menajamkan setiap bagian mata tombak dengan pisau atau batu tajam.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h6 style=\"text-align: center\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-content\/uploads\/sites\/50\/2021\/07\/download.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-750 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-content\/uploads\/sites\/50\/2021\/07\/download.jpg\" alt=\"\" width=\"632\" height=\"354\" \/><\/a>Source: http:\/\/jeff-beaman.com\/<\/h6>\n<h4><strong>5. Membuat perapian<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Perapian berfungsi untuk menjadi penerang pada saat kegelapan dan dapat mengusir hewan-hewan buas yang mendekati kita. Selain itu perapian juga berfungsi untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat dan terhindar dari hipotermia. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membuat perapian.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Memanfaatkan cahaya matahari. Prinsipnya adalah dengan mengumpulkan cahaya menjadi satu titik pada daun-daun kering, hal tersebut dapat dilakukan dengan kaca pembesar atau botol mineral yang berisi air.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Menggunakan kayu dan ranting. Prinsipnya adalah dengan menggesekan kedua kayu agar menimbulkan efek panas. Pertama adalah dengan mencari ranting yang tebal dan mencari permukaan kayu yang lebar, lalu <span style=\"font-weight: 400\">buat lubang berbentuk \u201cV\u201d dengan ukuran yang sesuai dengan ranting. Jika sudah siap, mulailah memutar ranting dengan kedua telapak tangan dengan konsisten.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h6 style=\"text-align: center\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-content\/uploads\/sites\/50\/2021\/07\/hunter-rest-pours-plastic-bottle-titanium-Top-Survival-Skills-ss-Feature.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-751 aligncenter\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-content\/uploads\/sites\/50\/2021\/07\/hunter-rest-pours-plastic-bottle-titanium-Top-Survival-Skills-ss-Feature.jpg\" alt=\"\" width=\"887\" height=\"496\" \/><\/a>Source: https:\/\/redaksiindonesia.com\/<\/h6>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Source:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: left\"><span style=\"font-weight: 400\">Akasakaoutdoor. (2019, Maret 27). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">TIPS MEMBUAT API DI ALAM TERBUKA DAN HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved Juli 13, 2021, from akasakaoutdoor.co.id: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/akasakaoutdoor.co.id\/blogs\/aks-tips\/tips-membuat-api-dari-bahan-alami<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"text-align: left\"><span style=\"font-weight: 400\">Bill, A. A. (2020, Januari 20). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Panduan Bertahan Hidup Saat Tersesat di Alam Bebas, Termasuk Hutan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved Juli 13, 2021, from https:\/\/tirto.id\/: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/tirto.id\/panduan-bertahan-hidup-saat-tersesat-di-alam-bebas-termasuk-hutan-etS2<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"text-align: left\"><span style=\"font-weight: 400\">Rayputri, V. A. (2021, Februari 16). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Begini Cara Bertahan Hidup di Hutan saat Tersesat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Retrieved Juli 13, 2021, from travel.okezone.com: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/travel.okezone.com\/read\/2021\/02\/15\/406\/2362462\/begini-cara-bertahan-hidup-di-hutan-saat-tersesat?page=2<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah kalian mendengar bahwa ada seseorang yang dapat bertahan hidup selama berhari-hari di hutan sebelum diselamatkan?\u00a0 Jika pernah mungkin orang itu adalah salah satu orang yang memiliki pengetahuan yang baik dan ahli dalam bidang tersebut. Perlu diketahui bahwa pengetahuan yang baik dan cukup sebelum berpetualang di dalam bebas adalah salah satu persiapan yang sangat penting, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":746,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-745","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/745","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=745"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/745\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":759,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/745\/revisions\/759"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-json\/wp\/v2\/media\/746"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=745"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=745"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/swanarapala\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=745"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}