    {"id":3399,"date":"2022-07-25T12:38:31","date_gmt":"2022-07-25T05:38:31","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/?p=3399"},"modified":"2022-08-11T15:23:51","modified_gmt":"2022-08-11T08:23:51","slug":"noh-seni-teater-tertua-di-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/2022\/07\/noh-seni-teater-tertua-di-jepang\/","title":{"rendered":"Noh: Seni Teater Tertua di Jepang (1)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Kesenian teater dari Jepang memiliki beberapa jenis, yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Noh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (\u80fd), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Kyougen <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(\u72c2\u8a00), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Kabuki <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(\u6b4c\u821e\u4f0e) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Bunraku <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(\u6587\u697d). Keempatnya memiliki karakteristik yang berbeda dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Noh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah seni teater paling tua diantaranya. Teater <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Noh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Nougaku<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (\u80fd\u697d) adalah teater musikal di mana penceritaan tidak hanya dilakukan dengan dialog, namun juga nyanyian\/<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">utai<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (\u8b21), iringan musik\/<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hayashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (\u56c3\u5b50), dan tari-tarian. Berasal dari abad ke-14, Noh merupakan bentuk teater tertua yang masih dipentaskan hingga saat ini dan merupakan bagian dari Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Dalam upaya menjaga noh sebagai suatu seni yang eksklusif aristokrasi, rakyat jelata dilarang mempelajari musik dan tarian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Noh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Namun menjelang akhir Zaman Edo (1600-1868), ketika militer mulai kehilangan cengkeraman atas kekuasaannya, Noh dan Kabuki (salah satu teater kuno lainnya) menjadi semakin populer di kalangan masyarakat. Bahasa dan gaya penceritaan di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Noh <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">telah sangat dibakukan selama berabad-abad, sebuah tradisi yang berlanjut hingga hari ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2022\/07\/Picture2-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3401\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2022\/07\/Picture2-1.png\" alt=\"\" width=\"585\" height=\"377\" \/><\/a><em><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Ilustrasi Teater <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Noh <\/span><span style=\"font-weight: 400\">zaman dahulu.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Aktor atau pemain teater <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Noh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> pada saat tampil akan mengenakan kostum dengan sutra yang berwarna warni dan menggunakan topeng. Topeng-topeng yang digunakan akan mencerminkan tokoh yang ada pada cerita itu. Tidak semua pemain menggunakan topeng tetapi peranan topeng tersebut sangat penting dalam teater <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Noh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini. Topeng-topeng ini pada pementasan ini dapat mewakili wanita, anak-anak, orang tua ataupun hantu. Aktor dapat \u201cmengubah\u201d ekspresi mereka dengan sedikit memiringkan kepala. Uniknya lagi, para aktor pada teater ini secara eksklusif adalah laki-laki, dan meskipun secara teoritis mungkin bagi perempuan untuk berakting dalam teater <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Noh <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">hari ini, tapi tradisinya yang dibawa turun-temurun dari teater kuno ini lebih mengedepankan dan mengutamakan laki-laki.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2022\/07\/Picture1-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3400\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2022\/07\/Picture1-1.png\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"452\" \/> <\/a><em><span style=\"font-weight: 400\">.\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Topeng-topeng yang digunakan untuk pentas Noh (sc: sigusr0~Flickr)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Noh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dibuat dan diperkenalkan oleh seorang bernama Zeami (\u4e16\u963f\u5f25) dari zaman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Muromachi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Berkat karyanya pemerintah pada zaman itu mulai tertarik untuk membuat perlindungan terhadap seni. Tetapi karena suatu alasan Zeami diasingkan oleh pemerintah ke pulau bernama Sado. Kemudian pada zaman pemerintahan Tokugawa (\u5fb3\u5ddd), Shogun kembali mengangkat teater <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Noh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini dan membuatnya sebagai seni upacara yang resmi sampai-sampai pemerintah mengeluarkan peraturan agar teater <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Noh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memiliki standar yang baik sehingga dapat bertahan sampai saat ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Teater <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Noh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang diciptakan oleh Kanami dan Zeami masih dipertunjukkan hampir persis seperti yang mereka buat, bahkan setelah lebih dari 600 tahun. Namun, ada kalanya sulit untuk mengatakan bahwa kelangsungan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Noh <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini berjalan secara mulus. Teater <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Noh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, meskipun telah dilindungi oleh otoritas di masa yang berbeda, telah menghadapi beberapa kali krisis karena berakhirnya ke-Shogunan Edo dan perang yang terjadi. Namun, setiap kali mengatasi krisis, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Noh <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">kini berkembang menjadi budaya tradisional Jepang kelas dunia, dan menjadi hiburan tradisional dengan sejarah yang panjang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Penasaran bagaimana detail lebih lanjut dari teater kuno ini? <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Stay tuned<\/span><span style=\"font-weight: 400\"> yaa!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-weight: 400\">Sumber<br \/>\n<\/span>&#8211; <a href=\"http:\/\/himade.fib.unpad.ac.id\/2019\/04\/29\/mengenal-noh-seni-teater-paling-tua-dari-jepang\/\"><span style=\"font-weight: 400\">http:\/\/himade.fib.unpad.ac.id\/2019\/04\/29\/mengenal-noh-seni-teater-paling-tua-dari-jepang\/<\/span><\/a><br \/>\n&#8211; <a href=\"https:\/\/www.tsubomihouse.com\/post\/noh-teater-musikal-jepang-tertua\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.tsubomihouse.com\/post\/noh-teater-musikal-jepang-tertua<\/span><\/a><br \/>\n&#8211; <a href=\"http:\/\/www.americanplacetheatre.org\/teater-tradisional-jepang\/\"><span style=\"font-weight: 400\">http:\/\/www.americanplacetheatre.org\/teater-tradisional-jepang\/<\/span><\/a><br \/>\n&#8211; <a href=\"https:\/\/www.fun-japan.jp\/id\/articles\/11028\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.fun-japan.jp\/id\/articles\/11028<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesenian teater dari Jepang memiliki beberapa jenis, yaitu Noh (\u80fd), Kyougen (\u72c2\u8a00), Kabuki (\u6b4c\u821e\u4f0e) dan Bunraku (\u6587\u697d). Keempatnya memiliki karakteristik yang berbeda dan Noh adalah seni teater paling tua diantaranya. Teater Noh atau Nougaku (\u80fd\u697d) adalah teater musikal di mana penceritaan tidak hanya dilakukan dengan dialog, namun juga nyanyian\/utai (\u8b21), iringan musik\/hayashi (\u56c3\u5b50), dan tari-tarian. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":65,"featured_media":3408,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3399","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3399","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/users\/65"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3399"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3399\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3586,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3399\/revisions\/3586"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3399"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3399"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3399"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}