    {"id":2474,"date":"2020-08-14T19:17:44","date_gmt":"2020-08-14T12:17:44","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/?p=2474"},"modified":"2020-08-14T19:18:53","modified_gmt":"2020-08-14T12:18:53","slug":"tips-trick-pembuatan-kostum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/2020\/08\/tips-trick-pembuatan-kostum\/","title":{"rendered":"Tips &amp; Trick : Pembuatan Kostum"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Level-up Your Costume Game!<\/strong><\/p>\n<p>Hai Manis! Sebagai pembuat kostum pasti pernah menemui masalah dalam menggambar desain maupun pembuatan kostum itu sendiri. Kostum tentunya merupakan salah satu faktor terpenting dalam suatu pementasan. Desain, pemilihan warna, dan detail kostum dapat menggambarkan karakter tokoh, status tokoh, latar waktu, latar tempat, bahkan suasana. Nah, karena itu pembuat kostum memikul beban yang cukup berat dan pastinya sering mengalami berbagai kesulitan.<\/p>\n<p>Contoh kesulitan yang sering dihadapi adalah pembuatan desain yang rumit dan ternyata sulit untuk direalisasikan. Tidak jarang karena ingin menggambarkan karakter tokoh dengan baik, rancangan yang dibuat menjadi terlalu kompleks. Masih dengan sebab yang sama, karena terlalu rumit atau terlalu mengutamakan estetika, kostum menjadi tidak nyaman digunakan aktor saat berakting dan melakukan gerakan-gerakan koreografi.<\/p>\n<p>Pemilihan warna kostum seringkali menjadi tantangan tersendiri, pencahayaan panggung pastinya sangat berbeda dengan pencahayaan biasa, <em>indoor<\/em> maupun <em>outdoor<\/em>. Tidak jarang warna kostum yang bagus dilihat saat pembuatan ternyata kurang bagus saat berada di atas panggung.<\/p>\n<p>Jadi gimana sih cara untuk mengatasi masalah-masalah diatas? Cek tips dibawah yaa, Manis!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em>1.Knock Down System<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Yapps, sama seperti sistem <em>knock down<\/em> untuk <em>furniture<\/em>, buatlah kostum dengan bagian-bagian terpisah yang dapat digabungkan. Contohnya, untuk membuat model terusan, buatlah bagian atasan(<em>bustier\/bodice<\/em>) yang terpisah dengan bagian bawah(<em>skirt<\/em>), tambahan lengan, <em>ruffle<\/em>, dan aksesoris lainnya juga dapat dibuat dengan cara ini.<\/p>\n<p>Nah selain terhindar dari robekan yang mungkin terjadi saat aktor bergerak, masing-masing bagian dari kostum ini nantinya dapat digunakan lagi dengan cara dikombinasikan dengan bagian dari kostum lain agar menjadi model kostum baru, asyik kan!<a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2020\/08\/kostum-1-artikel.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2475\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2020\/08\/kostum-1-artikel.jpg\" alt=\"\" width=\"353\" height=\"315\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong><em>2. Adjustable Size<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong><em><br \/>\n<\/em><\/strong>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Usahakan untuk membuat kostum dalan ukuran standar <em>all size<\/em> dan memakai kancing, kait, atau <em>velcro<\/em> daripada resleting agar ukuran kostum dapat disesuaikan dengan ukuran tubuh pemakai. Ini membuat kostum dapat dipakai lagi oleh orang yang berbeda, misalnya saat ada pementasan kecil atau ketika ada beberapa tokoh dengan desain baju yang sama mereka dapat memakai kostum yang manapun tanpa takut tertukar. Cara ini juga dapat menghindari kostum yang kekecilan atau kebesaran karena ukurannya bisa disesuaikan.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2020\/08\/kostum-2-artikel.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2476\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2020\/08\/kostum-2-artikel.jpg\" alt=\"\" width=\"249\" height=\"362\" \/><\/a><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong><em>Revamp!<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Daripada membeli bahan dan membuat kostum dari nol, cobalah membeli dari <em>thrift shop<\/em> sekitar. Pakaian yang dijual di <em>thrift shop<\/em> biasanya sangat beragam, berbagai model dapat ditemukan jika jeli mencarinya, nah carilah pakaian dengan warna dan desain yang mirip dengan desain kostum yang telah dibuat. Dengan harga yang sangat murah, sudah didapatkan pakaian jadi yang hanya perlu dirombak sedikit agar sesuai\u00a0 dengan desain. Pakaian tersebut juga dapat ditambahkan pewarna tekstil agar warnanya lebih mirip dan <em>voila! <\/em>Jadilah kostum yang sesuai desain yang diinginkan, dalam waktu yang singkat dan harga yang relatif lebih murah!<\/p>\n<p>Ups! Jangan lupa, tentunya cara ini juga bisa dilakukan dengan baju-baju yang sudah tidak terpakai ataupun kostum-kostum dari pementasan sebelumnya loh! Jadi lebih hemat lagi dehh \ud83d\ude09<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2020\/08\/kostum-3-artikel.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2477\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2020\/08\/kostum-3-artikel.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong><em>4. Accessorize!<\/em><\/strong><strong><em><br \/>\n<\/em><\/strong>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Coba buat desain kostum yang <em>simple<\/em> tapi ditambahkan dengan beberapa aksesoris atau <em>handprop<\/em> yang ikonik yang sangat menggambarkan tokoh tersebut. Ini akan mencegah pembuatan detail kostum yang terlalu rumit dan buang waktu.<\/p>\n<p>Contohnya, untuk karakter bangsawan, daripada membuat desain kostum dengan motif, renda atau gambar-gambar rumit, cobalah berikan aksesoris seperti kalung atau gelang ber<em>layer<\/em>, pita, atau bahkan <em>shawl<\/em>.<\/p>\n<p>Cara ini dapat dilakukan menggunakan aksesoris yang sudah jadi sehingga proses pembuatan kostum akan lebih singkat. Selain itu, detail pada kostum juga biasanya mudah rusak atau lepas. Dengan menggunakan aksesoris terpisah, kerusakan kostum dapat dicegah. <strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>Itu dia beberapa <em>tips and trick <\/em>seputar pembuatan kostum. Kostum yang bagus tidak selalu memerlukan modal yang besar dan pengerjaan yang sulit <em>kok. <\/em>Cobalah menggunakan tips dan trik di atas <em>and bring your costume game to the next level! <\/em>Semoga membantu yaa, Manis! \ud83d\ude42<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Level-up Your Costume Game! Hai Manis! Sebagai pembuat kostum pasti pernah menemui masalah dalam menggambar desain maupun pembuatan kostum itu sendiri. Kostum tentunya merupakan salah satu faktor terpenting dalam suatu pementasan. Desain, pemilihan warna, dan detail kostum dapat menggambarkan karakter tokoh, status tokoh, latar waktu, latar tempat, bahkan suasana. Nah, karena itu pembuat kostum memikul [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":65,"featured_media":2478,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,6,22],"tags":[],"class_list":["post-2474","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","category-slideshow","category-tips"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2474","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/users\/65"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2474"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2474\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2481,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2474\/revisions\/2481"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2478"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2474"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2474"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2474"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}