    {"id":1560,"date":"2018-12-04T14:19:07","date_gmt":"2018-12-04T07:19:07","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/?p=1560"},"modified":"2018-12-04T14:19:07","modified_gmt":"2018-12-04T07:19:07","slug":"movie-review-the-disaster-artist","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/2018\/12\/movie-review-the-disaster-artist\/","title":{"rendered":"Movie Review: The Disaster Artist"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Ditulis oleh<br \/>\nJordany Shohan<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/12\/1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-1563\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/12\/1-640x310.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"310\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/12\/1-640x310.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/12\/1-768x372.jpg 768w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/12\/1.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Sutradara: James Franco<br \/>\nPenulis: Scott Neustadter, Michael H. Weber<br \/>\nPemain: James Franco, Dave Franco, Seth Rogen, Alison Brie, Ari Graynor<br \/>\nRating: Dewasa (<em>Restricted<\/em>)\\<\/p>\n<p><strong>FOLLOW YOUR DREAMS\u2026.. MAYBE ?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bagi anda, apakah menggapai mimpi itu mungkin? Apa pula yang memungkinkan mimpi jadi kenyataan? Sekedar bakat dan kerja keras\u2026 atau jangan-jangan keberuntungan yang menentukan? Mungkinkah juga kalau mimpi kita tercapai, tapi dengan cara dan dalam bentuk yang <em>unexpected<\/em>?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong><em>The Disaster Artist<\/em><\/strong> bercerita tentang <strong>kisah nyata<\/strong> pembuatan film <strong><em>The Room<\/em><\/strong> (2003), yang dianggap sebagai salah satu film paling sampah yang pernah dibuat\u2026 <em>But wait<\/em>! The Room bukan sekedar film jelek, tapi juga sangat <em>entertaining<\/em> dikarenakan plot yang amburadul abis, dialog absurd, dan akting <em>over the top<\/em> pemainnya. <em>The Disaster Artist<\/em> diangkat dari buku yang berjudul sama karya <strong>Greg Sestero<\/strong>, salah satu aktor <em>The Room<\/em>. Buku dan filmnya sama-sama mengisahkan <em>behind the scene The Room<\/em>, juga pertemanan Greg dengan <strong>Tommy Wiseau<\/strong>, sang sutradara, produser, penulis, dan pemeran utama (lengkap dah) film <em>The Room<\/em> yang eksentrik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Film dibuka dengan pertemuan Greg Sestero dengan Tommy di sebuah kelas akting. Greg yang pemalu mendekati Tommy karena Tommy benar-benar <em>give it all<\/em> dalam berakting (meski sangat <em>over the top<\/em>) dan berusaha mempelajari keberanian Tommy. Lama kelamaan persahabatan keduanya pun tumbuh, dan mereka akhirnya memutuskan untuk mendorong karir mereka dengan pertama-tama pindah ke tempat di mana Hollywood berada, Los Angeles. Perkembangan karir mereka yang stagnan pun akhirnya mendorong Tommy untuk membuat filmnya sendiri. <em>And then he started making \u2026 The Room\u2026<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam film ini ditunjukkan proses pembuatan <em>The Room<\/em>, mulai dari konsepsi, eksekusi, hingga rilisnya. Beberapa kejadian dibalik layar pun ditampilkan pula dengan sedikit ditambah bumbu komedi, yang mana sebagian besar kisahnya menggambarkan proses shootng yang sulit (karena Tommy yang sulit diajak bekerja sama. Selain itu ada juga ada kejadian yang terhitung agak dramatis, dari pertengkaran kru sampai konfrontasi antara Tommy dengan Greg. Scene-scene ini juga berfungsi untuk menunjukkan karakter Tommy (yang sangat janggal) &amp; Greg.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/12\/2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-1564\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/12\/2-640x336.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"336\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/12\/2-640x336.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/12\/2-768x403.jpg 768w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/12\/2.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span lang=\"EN-ID\"><span style=\"color: #000000;font-family: Calibri\">Karakterisasi pada film ini terbilang cukup baik, terutama pada para karakter utama-nya. <i>The Disaster Artist<\/i> tidak hanya mengisahkan kisah-kisah \u201cunik\u201d dari <i>behind the scene The Room<\/i>, tapi juga membangun karakternya, supaya inti utama dari kisahnya bisa digali lebih dalam. <i>These characters are not only played for laughs in those events<\/i>, <i>they also have depth<\/i>. Meski begitu, tentu banyak karakter sampingan yang kurang mendapat sorotan, tapi menurut saya <i>it\u2019s quite justified<\/i> karena memang fokus film ini adalah tentang tokoh Greg &amp; Tommy (dan filmnya pun memang dengan jelas memfokuskan aspek ini). Penggambaran Tommy pada film ini, untungnya tidak hanya sebagai <i>that weird guy that does weird stuffs<\/i>. Ada kedalaman karakter pada Tommy, dengan berbagai sifatnya dikeluarkan di sini. Karakternya tidak hanya punya satu sifat saja, tapi banyak. Sisi <i>hopeful<\/i>, arogan, sombong, sedih, kesalnya. <i>And thankfully it\u2019s portrayed in a grey light<\/i>, tidak ada <i>encouragement<\/i> bahwa sikap Wiseau yang buruk patut untuk dicontoh.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span lang=\"EN-ID\"><span style=\"color: #000000;font-family: Calibri\">Pacing dalam film ini berjalan dengan cepat, mengingat durasi film yang hanya 1 jam 44 menit, sementara <i>event-event<\/i> yang diceritakan berlangsung selama beberapa tahun (dari 1998 hingga 2003). Scene-scene yang dibawakan berlangsung dengan padat. Selain itu, seperti film-film <i>based on true story<\/i> pada umumnya, ada pula beberapa kejadian yang dibuat agak berbeda dengan aslinya, untuk menambah kesan dramatis, juga karena <i>screentime<\/i> yang tidak cukup untuk merangkum kisah dengan detail.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span lang=\"EN-ID\"><span style=\"color: #000000;font-family: Calibri\">Unsur komedi dalam film ini, untungnya, terbilang natural. Tidak begitu ada <i>joke<\/i> yang sifatnya <i>in your face<\/i>. Tidak ada momen di mana plot berhenti hanya untuk sebuah lelucon, <i>jokes<\/i> dalam film ini mengalir bersamaan dengan cerita Utama.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/12\/3.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-1561\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/12\/3-640x361.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"361\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/12\/3-640x361.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/12\/3-768x433.jpg 768w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/12\/3.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span lang=\"EN-ID\"><span style=\"color: #000000;font-family: Calibri\">Para aktor dalam film memberikan <i>performance<\/i> yang mantap, terutama dalam adegan <i>recreation<\/i> film <i>The Room<\/i>. <b>James Franco<\/b> benar-benar bisa bertingkah dan bersuara seperti Tommy Wiseau yang asli. Sangat pas, and <i>on-point<\/i>, meski beberapa <i>line delivery<\/i>-nya terasa agak dilebihkan saat adegan mereka ulang film <i>The Room<\/i>. <b>Dave Franco<\/b>, <b>Seth Rogen<\/b>, dan para cast lainnya pun memberi performance yang bagus, dan para cast yang dipilih pun cukup mirip dengan orang yang mereka perankan. Pujian lebih saya berikan kepada <b>Ari Graynor<\/b>, yang bahkan <i>timing<\/i> untuk<i> line delivery<\/i> dan <i>gesture<\/i>-nya sangat mirip dengan karakternya.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span lang=\"EN-ID\"><span style=\"color: #000000;font-family: Calibri\">Sinematografi &amp; <i>scoring<\/i> pada <i>The Disaster Artist<\/i> pun terbilang cukup simple. Tidak benar-benar ada shot yang terasa grandeur, tapi tidak ada yang jelek pula. Sinematografi yang dibawakan oleh <b>Brandon Trost<\/b> terasa <i>down to earth<\/i> dan <i>homely<\/i>, cocok dengan atmosfer yang dibawakan film (dengan beberapa scene syuting yang <i>purposefully\u00a0 claustrophobic<\/i> dan <i>stressful<\/i>). OST pada film ini oleh <b>Dave Porter<\/b> pun bagi saya bisa mengiring film dengan cukup baik. OST terasa <i>hopeful<\/i>, juga ada rasa <i>wonder<\/i> dalamnya. Selain <i>soundtrack<\/i> film ini juga menggunakan beberapa lagu dari era\u00a0 90an akhir dan 2000an awal.<i> Overall, the soundtrack is good, but not the most memorable<\/i>.<\/span><\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/12\/4.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1562\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/12\/4.jpg\" alt=\"\" width=\"620\" height=\"330\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>The Disaster Artist<\/em> adalah sebuah film drama komedi dengan kekuatan utama pada dinamik antar <em>cast<\/em>-nya, dengan unsur komedi yang pas, tidak berlebihan, <em>and even subtle at some point<\/em>. Selain itu, pembawaan plot film ini juga dramatis, bahkan <em>inspiring<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>source:<br \/>\nimdb.com<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis oleh Jordany Shohan Sutradara: James Franco Penulis: Scott Neustadter, Michael H. Weber Pemain: James Franco, Dave Franco, Seth Rogen, Alison Brie, Ari Graynor Rating: Dewasa (Restricted)\\ FOLLOW YOUR DREAMS\u2026.. MAYBE ? Bagi anda, apakah menggapai mimpi itu mungkin? Apa pula yang memungkinkan mimpi jadi kenyataan? Sekedar bakat dan kerja keras\u2026 atau jangan-jangan keberuntungan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":65,"featured_media":1567,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[222,113,114,61,221],"class_list":["post-1560","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-james-franco","tag-movie-review","tag-review-film","tag-stmanis-binus","tag-the-disaster-artist"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1560","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/users\/65"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1560"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1560\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1568,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1560\/revisions\/1568"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1560"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1560"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1560"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}