    {"id":1162,"date":"2018-04-14T10:17:42","date_gmt":"2018-04-14T03:17:42","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/?p=1162"},"modified":"2018-04-14T10:17:42","modified_gmt":"2018-04-14T03:17:42","slug":"seni-teater-dan-macam-macamnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/2018\/04\/seni-teater-dan-macam-macamnya\/","title":{"rendered":"Seni Teater dan Macam-macamnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Ditulis oleh<br \/>\n<strong>Hasna Fauziati<\/strong><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\">Ada yang mengatakan teater adalah sebuah &#8220;gedung pertunjukan&#8221;, dan ada juga yang mengakatakannya sebagai &#8220;panggung&#8221; (<em>stage<\/em>). Secara etimologis (asal kata), teater adalah gedung pertunjukan (auditorium). Menurut Moulton, teater atau drama adalah sebuah kisah hidup yang digambarkan dalam bentuk gerakan<em> (life presented in action).<\/em><\/h4>\n<p>Nah, penggambaran itu disampaikan dengan cara yang beragam. Menggunakan unsur-unsur seni yang berbeda-beda.<\/p>\n<p>Inilah macam-macam seni teater :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>1. Teater Boneka<\/p>\n<p><\/strong><strong><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/04\/teater-boneka.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1164 size-medium\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/04\/teater-boneka-640x391.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"391\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/04\/teater-boneka-640x391.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/04\/teater-boneka.jpg 665w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Teater boneka ini sering digunakan untuk mencerikan legenda atau kisah yang bersifat\u00a0<em>religious<\/em>. Teater boneka mempunyai beberapa jenis maupun cara dalam memainkannya berbeda. Ada boneka yang cara memainkannya dengan memasukan tangan kedalam boneka tersebut. Kedua yaitu boneka tongkat, cara memainkannya dengan menggerakkan tongkat pada boneka dan di pegang dari bawah. Yang terakhir yaitu boneka tali, boneka tali tentu saja memainkannya dengan menggerakkan kayu silang dan tempat tali boneka yang diikatkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>2. Teater Dramatik<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/04\/teater-dramatik.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1165 size-medium\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/04\/teater-dramatik-640x425.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"425\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/04\/teater-dramatik-640x425.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/04\/teater-dramatik.jpg 665w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><br \/>\n<\/a><\/strong><span lang=\"IN\" style=\"color: #3a3a3a\">Dalam teater dramatik, perubahan karakter secara psikologis sangat diperhatikan. Situasi cerita maupun latar belakang dalam pementasan ini dibuat dengan sedetail mungkin dan mengikuti alu plot. Teater dramatik harus dibuat semenarik mungkin agar penonton minat pada situasi sebuah cerita yang diberikan.<\/p>\n<p><\/span><span lang=\"IN\" style=\"color: #3a3a3a\">Dalam pementasan teater dramatik, aksi dari aktor harus sangat ditonjolkan dan berkaitan dengan kejadian lain agar membentuk keseluruhan cerita. Teater dramatik, karakter disajikan dengan tanpa improvisator dan mementaskan sesuai realitasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>3. Teater Gerak<\/p>\n<p><\/strong><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/04\/teater-gerak.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1166 size-full\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/04\/teater-gerak.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"418\" \/><br \/>\n<\/a><span lang=\"IN\" style=\"color: #3a3a3a\">Teater gerak adalah pertunjukan teater dengan unsur utamanya adalah gerak dan ekspresi wajah pemainnya. Dalam pementasannya, penggunaan dialog yang sangat minim atau bahkan tidak ada dialog sama sekali, seperti dalam pertunjukan pantomim klasik.<\/p>\n<p><\/span><span lang=\"IN\" style=\"color: #3a3a3a\">Teater gerak yang paling populer dan bertahan hingga saat ini\u00a0adalah pantomim, yaitu sebuah pertunjukan yang sunyi karena tidak menggunakan suara sama sekali. Pantomim mencoba mengungkapkan ekspresinya melalui tingkah laku gerak dan mimik para pemainnya. Makna pesan yang hendak direalisasikan dipertunjukkan dalam bentuk gerak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>4. Teaterikalisasi Puisi<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/04\/teater-puisi.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1167 size-medium\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/04\/teater-puisi-640x425.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"425\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/04\/teater-puisi-640x425.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/04\/teater-puisi.jpg 665w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/strong><span lang=\"IN\" style=\"color: #3a3a3a\"><br \/>\nTeatrikalisasi puisi adalah pertunjukan teater yang dibuat berdasarkan karya sastra puisi. Karya puisi yang biasanya hanya dibacakan didalam teatrikal, puisi dicoba untuk diperankan di atas pentas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span lang=\"IN\" style=\"color: #3a3a3a\">Bahan dasar untuk teatrikalisasi puisi yaitu mementingkan estetika puitik diatas pentas. Tata panggung dan blocking dirancang sedemikian rupa gunanya untuk menegaskan makna puisi yang dimaksud. Teatrikalisasi puisi adalah ladang kesempatan bagi seniman untuk mengekspresikan kreativitasnya dalam menerjemahkan makna puisi ke dalam tampilan lakon dan tata artistik di atas pentas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>5. Drama Musikal<\/p>\n<p><\/strong><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/04\/teater-musikal.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1168 size-medium\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/04\/teater-musikal-640x367.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"367\" srcset=\"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/04\/teater-musikal-640x367.jpg 640w, https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-content\/uploads\/sites\/60\/2018\/04\/teater-musikal.jpg 665w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><br \/>\n<\/a><span lang=\"IN\" style=\"color: #3a3a3a\">Drama musikal adalah pertunjukan teater yang menggabungkan seni tari, musik, dan seni peran. Drama musikal lebih mementingkan tiga unsur tersebut dibandingkan dialog para pemainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span lang=\"IN\" style=\"color: #3a3a3a\">Kualitas pemainnya tidak hanya dinilai pada penghayatan karakter melalui untaian dialog saja. Tetapi juga melalui keharmonisan lagu maupun gerak tari. Dalam pertujukannya dijadikan latar belakang sebagai dikombinasi antara gerak tari, alunan musik, dan tata pentas. Sehingga hal ini disebut dengan drama musikal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span lang=\"IN\" style=\"color: #3a3a3a\">Drama musikal hampir sama denga opera. Yang membedakanadalah jenis musik yang digunakan. Dalam opera, dialog para tokoh dinyanyikan dengan iringan musik orchestra. Sedangkan dalam drama musikal, jenis musik dan lagu dinyanyikan secara bebas dan tidak terlalu berlebihan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Source :<br \/>\n<\/strong>ilmuseni.com, santaidamai.com<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis oleh Hasna Fauziati Ada yang mengatakan teater adalah sebuah &#8220;gedung pertunjukan&#8221;, dan ada juga yang mengakatakannya sebagai &#8220;panggung&#8221; (stage). Secara etimologis (asal kata), teater adalah gedung pertunjukan (auditorium). Menurut Moulton, teater atau drama adalah sebuah kisah hidup yang digambarkan dalam bentuk gerakan (life presented in action). Nah, penggambaran itu disampaikan dengan cara yang beragam. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":65,"featured_media":1163,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[103,29,61,100,101,102,104],"class_list":["post-1162","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-drama-musikal","tag-seni-teater","tag-stmanis-binus","tag-teater-boneka","tag-teater-dramatik","tag-teater-gerak","tag-teater-puisi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1162","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/users\/65"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1162"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1162\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1169,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1162\/revisions\/1169"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1163"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stmanis\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}