    {"id":2727,"date":"2023-05-20T18:14:33","date_gmt":"2023-05-20T11:14:33","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/?p=2727"},"modified":"2023-05-20T18:14:49","modified_gmt":"2023-05-20T11:14:49","slug":"apa-itu-breakdance","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/2023\/05\/apa-itu-breakdance\/","title":{"rendered":"Apa itu Breakdance?"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-content\/uploads\/sites\/69\/2023\/05\/Defying-Gravity-and-Thin-Air-Breakdancers-in-La-Paz.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2728\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-content\/uploads\/sites\/69\/2023\/05\/Defying-Gravity-and-Thin-Air-Breakdancers-in-La-Paz.jpeg\" alt=\"\" width=\"480\" height=\"640\" \/><\/a><\/p>\n<p>Istilah yang digunakan untuk merujuk kepada penari <em>breakdance<\/em> adalah <em>break-boy (b-boy)<\/em> untuk laki-laki dan <em>break-girl (b-girl)<\/em> untuk perempuan, atau disebut juga <em>breaker<\/em>. Awalnya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang menari dalam irama musik hip-hop yang diputar oleh <em>DJ<\/em> Kool Herc.<\/p>\n<p>Pada tahun 1969, seorang <em>DJ<\/em> dan <em>rapper<\/em> bernama Afrika Bambaataa mendirikan Zulu Nations, yang diyakini sebagai grup <em>breaker<\/em> pertama.<\/p>\n<p><em>Breakdance<\/em> awalnya berkembang di South Bronx, New York, Amerika Serikat. Sebagian besar penduduk Bronx adalah warga kulit hitam, di mana beberapa di antaranya adalah penari dan membuka kursus tari di sana.<\/p>\n<p>Gerakan memutar tubuh, &#8220;mematah-matahkan&#8221; pundak, kaki, dan melakukan <em>top rock<\/em> dan <em>headspin<\/em> dalam <em>breakdance<\/em> konon berasal dari tari tradisional Afrika Barat. Anak-anak muda di South Bronx membawa gerakan tersebut ke lantai disko dan jalanan. Mereka menggunakan <em>breakdance<\/em> sebagai cara untuk menunjukkan kekuatan dan persaingan antar geng, alih-alih menggunakan kekerasan. Pada tahun 1970-an, sangat umum menemukan <em>breaker<\/em> yang sedang menunjukkan kemampuan mereka di jalanan New York.<\/p>\n<p>Di Indonesia, <em>breakdance<\/em> awalnya dianggap tabu dan tidak sesuai dengan budaya masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, komunitas <em>breakdance<\/em> mulai diterima lebih luas oleh masyarakat. Saat ini, pandangan masyarakat terhadap komunitas breakdance cenderung positif. <em>Breakdance<\/em> dilihat sebagai aktivitas yang hanya untuk bersenang-senang tanpa ada unsur kriminalitas di dalamnya.<\/p>\n<p>Penerimaan terhadap <em>breakdance<\/em> terlihat dari berkembangnya komunitas <em>breakdance<\/em> di Indonesia. Kompetisi-kompetisi <em>breakdance<\/em> diadakan secara luas, termasuk tingkat internasional. Puncaknya, <em>breakdance<\/em> telah menjadi cabang olahraga resmi yang akan dipertandingkan dalam Olimpiade tahun 2024.<\/p>\n<p>Referensi : Windu Jusuf and Husein Abdulsalam (2019).\u00a0<em>Breakdance 1980-an: Digandrungi Pemuda, Dituduh Tidak Pancasilais<\/em>. [online] tirto.id. Available at: https:\/\/tirto.id\/breakdance-1980-an-digandrungi-pemuda-dituduh-tidak-pancasilais-dnfZ [Accessed 20 May 2023].<\/p>\n<p>\u200c Rino Prasetyo (2019).\u00a0<em>Breakdance, Sempat Dianggap Tabu Hingga Masuk Olimpiade &#8211; TopCareerID<\/em>. [online] TopCareerID. Available at: https:\/\/topcareer.id\/read\/2019\/12\/29\/12044\/breakdance-sempat-dianggap-tabu-hingga-masuk-olympiade\/ [Accessed 20 May 2023].<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Istilah yang digunakan untuk merujuk kepada penari breakdance adalah break-boy (b-boy) untuk laki-laki dan break-girl (b-girl) untuk perempuan, atau disebut juga breaker. Awalnya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang menari dalam irama musik hip-hop yang diputar oleh DJ Kool Herc. Pada tahun 1969, seorang DJ dan rapper bernama Afrika Bambaataa mendirikan Zulu Nations, yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":76,"featured_media":2728,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-2727","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2727","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/users\/76"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2727"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2727\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2729,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2727\/revisions\/2729"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}