    {"id":1540,"date":"2020-03-30T10:44:24","date_gmt":"2020-03-30T03:44:24","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/?p=1540"},"modified":"2020-06-10T00:31:24","modified_gmt":"2020-06-09T17:31:24","slug":"dance-knowledge-flexing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/2020\/03\/dance-knowledge-flexing\/","title":{"rendered":"Dance Knowledge : &#8221; Flexing &#8220;"},"content":{"rendered":"<p><strong>Dance Knowledge: Flexing<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 40px\">Pernahkah kamu melihat penari yang memutar pundaknya sehingga tangannya seperti membelit bagian tubuhnya? Atau melakukan putaran \u2013 putaran akrobatik yang sempurna? Tak bisa dipungkiri, beberapa aksi tersebut tentunya dapat menimbulkan ketegangan sekaligus membuat para penontonnya berdecak kagum hanya dengan menyaksikan kelenturan para penari. Kelenturan merupakan salah satu hal penting dalam mempertunjukan beberapa <em>style<\/em> menari, salah satunya adalah <em>Flexing<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 40px\"><strong><em>Flexing<\/em><\/strong>, atau juga biasa disebut <em>Bone Breaking<\/em>, adalah gaya tarian jalanan dari Brooklyn, New York, dengan ciri khasnya berupa gerakan menyerupai manusia karet yang meliputi <em>waving<\/em>, <em>tutting<\/em>, <em>gliding<\/em>, dan <em>freetyle groove<\/em>. Para penari Flex, atau <em>flexers<\/em>, sering melakukan trik \u2013 trik topi saat menari. Meskipun aksi kelenturannya tampak seperti subgenre dari <em>popping<\/em>, <em>flexing<\/em> tidak datang dari budaya hip-hop. <em>Flexing<\/em> berkembang dari gaya Jamaika street dance yang disebut <em>bruk-up<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-content\/uploads\/sites\/69\/2020\/03\/flexing.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1542\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-content\/uploads\/sites\/69\/2020\/03\/flexing.jpg\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"351\" \/><\/a>(Source: <em>bokissonthrone.blogspot.com<\/em>)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 40px\">Setelah pertama kali ditunjukkan pada tahun 1972 di acara telivisi New York bertajuk \u201c<em>Flex n Brooklyn<\/em>\u201d, <em>flexing<\/em> berhasil meraih popularitasnya. Awalnya, tarian ini merupakan campuran dari <em>dancehall<\/em> dan <em>reggae<\/em> yang kemudian disebut sebagai <em>Flex Dance<\/em> atau \u201c<em>FDM<\/em>\u201d. Beberapa penari terkemuka spesialis <em>Flexing<\/em> ialah <em>Ringmaster Nugget<\/em>, <em>Storyboard P<\/em>, <em>NextLevelSquad<\/em>, dan <em>Bones the Machine<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 40px\">Kehebatan dari <em>Flexing<\/em> sendiri sudah diangkat ke layar kaca. <strong>Flex Is Kings<\/strong> (2013) mendokumentasikan kehidupan beberapa <em>flexers<\/em> selama dua tahun dalam perjalanan menuju kompetisi menari <em>BattleFest<\/em>. Film <em>Flex Is Kings<\/em> ini juga sukses diputar di Festival Film Tribeca.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 40px\">Nah, sekarang sudah kenal kan dengan <em>dance style <\/em>yang super kompleks ini? Untuk pengetahuan mengenai dunia tari lainnya, kamu dapat mengunjungi laman <em>instagram <\/em>STAMANARA di <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/stamanara\/\">https:\/\/www.instagram.com\/stamanara\/<\/a><em>.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dance Knowledge: Flexing Pernahkah kamu melihat penari yang memutar pundaknya sehingga tangannya seperti membelit bagian tubuhnya? Atau melakukan putaran \u2013 putaran akrobatik yang sempurna? Tak bisa dipungkiri, beberapa aksi tersebut tentunya dapat menimbulkan ketegangan sekaligus membuat para penontonnya berdecak kagum hanya dengan menyaksikan kelenturan para penari. Kelenturan merupakan salah satu hal penting dalam mempertunjukan beberapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":76,"featured_media":1542,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-1540","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1540","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/users\/76"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1540"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1540\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1544,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1540\/revisions\/1544"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1542"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1540"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1540"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/stamanara\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1540"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}