    {"id":409,"date":"2016-12-13T12:10:55","date_gmt":"2016-12-13T05:10:55","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/?p=409"},"modified":"2016-12-13T12:10:55","modified_gmt":"2016-12-13T05:10:55","slug":"relationship-healing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/2016\/12\/relationship-healing\/","title":{"rendered":"Relationship Healing"},"content":{"rendered":"<p>Saya rasa dalam\u00a0menjalin hubungan dengan siapun ga ada yang menginginkan terjadi yang namanya perselisihan atau permusuhan. Kenapa?<br \/>\nKarena itu akan mengakibatkan luka yang pada akhirnya menciptakan <em>jarak<\/em>. Namun sebagai manusia, kita ga bisa\u00a0menampik bahwa masing-masing pribadi\u00a0memiliki keinginannya sendiri-sendiri dan terkadang tak bisa disatukan. Nah perbedaan pola pikir inilah yang membuat terjadinya sebuah gesekan \/ permusuhan \/ perselisihan.<\/p>\n<p>Masih ingat ga dengan kisah jatuhnya <strong>Adam<\/strong> dan <strong>Hawa<\/strong> kedalam dosa karena ketidaktaatan mereka terhadap perintah Allah? Itu adalah awal mula hubungan manusia dengan Allah rusak. Ya, dosa membuat hubungan manusia dengan Penciptanya putus, keduanya menjadi jauh. Sampai pada akhirnya, Allah mengaruniakan anakNya yng tunggal untuk <strong><em>&#8216;menyatukan&#8217;<\/em><\/strong> kembali hubungan Allah dengan manusia yang rusak karena dosa.<\/p>\n<p>Ketika kita mengalami masalah atau gesekan dengan sesama, tak bisa dipungkiri bahwa kita pasti terluka. Jika luka ini dibiarkan terlalu lama, hubungan kita dengan sesama kita akan semakin memburuk. Untuk memulihkan hubungan dengan sesama, hubungan kita dengan Allah yang perlu dipulihkan terlebih dahulu. Mengapa ?<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Allah Sumber Pengampunan<br \/>\n<\/strong>Luka kita tidak akan pulih jika kita tidak mau mengampuni. Kita tidak bisa mengampuni orang lain jika kita tidak menerima dan mengalami pengampunan itu terlebih dahulu. Nah, <strong>pengampunan itu datangnya dari Tuhan<\/strong>. Ga\u00a0usah berpikir kita benar atau salah. Pengampunan dari Tuhan diperlukan supaya kita juga bisa melakukan hal yang sama terhadap siapapun yang sedang berselilih paham dengan kita.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Allah Sumber Kasih<br \/>\n<\/strong>Tanpa kasih Allah, kita ga\u00a0bisa mengasihi orang yang telah kita ampuni. Mengapa? Sebab saat kita bisa mengampuni, terkadang kita masih terintimidasi oleh luka-luka yang pernah kita alami. Namun kasih Tuhanlah yang membalut luka, menyembuhkan dan membuat kita kuat kembali dan siap untuk menjalin kembali hubungan dengan orang yang pernah menyakiti kita\u00a0<strong>(Maz 147 :3)<\/strong>.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Nah, ketika hubungan kita dengan Allah sudah pulih maka akan lebih mudah bagi kita untuk memulihkan hubungan dengan sesama. Memang tidak semudah yang dibayangkan. Namun ketika <em>&#8216;dari dalam&#8217;<\/em> kita sudah pulih, saya percaya, kita dimampukan untuk memulihkan hubungan dengan sesama. Jadi, pemulihan hubungan dengan sesama harus dimulai dari pemulihan diri sendiri dengan Tuhan. <strong>Jangan terlalu lama menyimpan luka, nanti bisa bahaya akibatnya<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>https:\/\/id.yesheis.com\/id\/blog\/relationship-healing<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya rasa dalam\u00a0menjalin hubungan dengan siapun ga ada yang menginginkan terjadi yang namanya perselisihan atau permusuhan. Kenapa? Karena itu akan mengakibatkan luka yang pada akhirnya menciptakan jarak. Namun sebagai manusia, kita ga bisa\u00a0menampik bahwa masing-masing pribadi\u00a0memiliki keinginannya sendiri-sendiri dan terkadang tak bisa disatukan. Nah perbedaan pola pikir inilah yang membuat terjadinya sebuah gesekan \/ permusuhan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-409","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=409"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":410,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409\/revisions\/410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=409"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=409"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=409"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}