    {"id":390,"date":"2016-10-06T00:32:19","date_gmt":"2016-10-05T17:32:19","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/?p=390"},"modified":"2016-10-06T00:32:19","modified_gmt":"2016-10-05T17:32:19","slug":"pokok-keselamatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/2016\/10\/pokok-keselamatan\/","title":{"rendered":"Pokok Keselamatan"},"content":{"rendered":"<p><strong> Pernah dipersoalkan mengapa manusia berketurunan setelah jatuh dalam dosa? Bukankah mandat prokreasi atau perintah untuk beranak cucu diberikan Tuhan kepada manusia sebelum manusia jatuh di dalam dosa. Jujur saja hampir tidak dapat ditemukan jawabannya.\u00a0 Hal ini menjadi misteri yang tidak terjawab selama berpuluh tahun bahkan beratus-ratus tahun. Namun sekarang ada satu jawaban yang paling logis, yaitu karena manusia belum menyelesaikan tugasnya mengalahkan iblis dengan membuktikan bahwa ada makhluk ciptaan yang bisa taat kepada Allah.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Seandainya manusia pertama tidak jatuh dalam dosa, maka keadaan anak cucu manusia tidak akan seperti yang dialami manusia di bumi hari ini. Dengan demikian, sebenarnya Adam yang dirancang menjadi Juru Selamat semua manusia. Sebab kalau manusia pertama tidak jatuh dalam dosa ia bukan saja menyelamatkan keturunannya dari perbudakan dosa, tetapi juga dapat menjadi teladan kehidupan semua manusia seluruh jagad raya ini. Adam yang seharusnya menjadi \u201crule model\u201d yang dicontoh semua manusia yang hidup. Dalam hal ini Adam yang harus menjadi pokok keselamatan bagi manusia lain, tetapi ia gagal. Tuhan Yesus, Adam terakhir yang kemudian menyelesaikan tugas penyelamatan. Dialah yang menjadi pokok keselamatan bagi semua orang yang taat kepada-Nya (Ibr 5:7-9). Jadi sekarang, kalau ada yang bersedia dikembalikan kepada rancangan semula atau tujuan awal Allah menciptakan manusia, maka manusia itu harus mengikuti jejak-Nya. Adam adalah yang \u201csulung\u201d yang tidak bisa diikuti atau diteladani. Adam terakhir yaitu Tuhan Yesuslah yang dapat diikuti dan diteladani.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Dalam teks aslinya kata pokok disini adalah <em>aitios<\/em> yang bisa berarti causer atau author yang berarti penyebab atau pembuat. Pokok keselamatan artinya sumber atau penyebab atau pemberi keselamatan. Ditambahkan \u201cbagi yang taat kepada-Nya\u201d. Keselamatan itu disediakan tetapi manusia harus meresponi keselamatan yang disediakan. Taat\u00a0 disini berarti mengikuti jejak-Nya atau jalan-Nya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Dalam rancangan semula Allah akan menciptakan makhluk yang disebut manusia dalam jumlah tidak terbatas. Tentu keadaan makhluk manusia ini diharapkan seperti Pencipta-Nya. Pribadi yang bertanggung jawab atas keadaan semua manusia yang akan dilahirkan ini adalah Adam. Nasib semua manusia ada di tangan Adam sebagai manusia pertama atau nenek moyang pertama semua manusia yang akan dilahirkan. Kalau Adam menang terhadap iblis, maka semua keturunannya selamat, tetapi kalau Adam kalah, berarti tidak taat kepada Bapa, maka seluruh keturunannya pun juga ikut menanggung kegagalannya. Dengan demikian manusia yang paling menentukan nasib manusia lain sejatinya adalah Adam. Adam bisa menjadi Juru Selamat nasib semua manusia atau menjadi penyebab kesengsaraan semua manusia.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Dikatakan dalam Firman Tuhan dalam Roma 5:19: <em>Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu<\/em><em> orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.\u00a0 <\/em>Oleh anugerah Allah Bapa, Tuhan Yesus datang ke dunia menyelesaikan tugas yang seharusnya dikerjakan dan diselesaikan oleh Adam. Tuhan Yesus adalah Adam kedua atau terakhir yang berhasil menyelamatkan umat manusia. Ia taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib. Oleh ketaatan-Nya kepada Bapa di Sorga dan hidupnya yang memberikan kehormatan kepada Bapa di Sorga secara pantas, membuktikan bahwa tindakan iblis memberontak kepada Allah Bapa itu merupakan salah besar dan akhirnya Lusifer pantas dihukum.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Banyak orang tidak menyadari bahwa ketika menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka ia dimasukkan kedalam proyek Ilahi. Proyek itu adalah proyek yang memproses manusia menjadi manusia Allah (man of God). Tentu hal ini hanya bisa dikerjakan oleh Allah sendiri. Tetapi manusia juga harus memberi diri secara aktif digarap oleh Tuhan. Dalam Ibrani 5:9: <em>\u2026dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan, maka ia menjadi pokok keselamatan<\/em>. Kata pokok disini artinya penulis atau penggubah (Yun. <em>Aitios<\/em>), juga berarti sumber.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Setelah Tuhan Yesus menang atas semua godaan dan menang atas maut maka Tuhan Yesus dapat menggarap orang percaya menjadi sempurna seperti diri-Nya. Tetapi ini hanya berlaku bagi mereka yang taat. Kata taat disini adalah <em>hupakou<\/em><em>ousin<\/em>, yang juga bisa berarti dengar-dengaran (to listen attentively). Dalam hal ini jelas, bahwa respon seseorang terhadap anugerah Tuhan itu sangat penting. Orang yang memberi diri digarap oleh Tuhan Yesus harus dengar-dengaran kepada-Nya artinya dengan giat belajar segala sesuatu yang diajarkan-Nya (Mat 28:18-20).<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Proses belajar ini tidak mudah, sebab akan merenggut seluruh kehidupan seseorang. Proses ini tidak bisa menjadi \u201cproyek sambilan\u201d. Ini adalah proyek yang menyita seluruh perhatian dan potensi kita. Semua yang ada pada kita harus dikorbankan dan dipertaruhkan. Tanpa kesediaan untuk melepaskan segala sesuatu (Luk 14:33), seseorang tidak pernah menjadi pribadi yang bertumbuh menjadi manusia Allah. Itulah sebabnya Tuhan Yesus menegaskan bagi orang yang mau mengikut Dia adalah: <em>\u201chitunglah dahulu anggarannya<\/em><em>\u201d<\/em> (Luk 14:28).<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Untuk sebuah proyek yang harus sungguh diperhitungkan anggarannya menunjukkan bahwa proyek itu halal. Proyek yang tidak sembarangan. Kalau seseorang mau pergi ke suatu tempat yang jaraknya hanya 2 km, biasanya perlu membuat anggarannya, tetapi kalau hendak pergi ke lain benua dengan jarak ribuan kilometer, maka ia harus duduk dulu membuat anggarannya. Jadi, ini berarti mengiring Tuhan adalah berat, menuntut biaya yang sangat tinggi. Kalau seseorang berani membayar harganya, maka anugerah keselamatan menjadi lengkap dan utuh dimilikinya. Ia menjadi anak Tuhan yang diubahkan secara luar biasa. Ia menjadi seorang yang bermoral Tuhan, melayani Tuhan dengan segenap hati dan hidup dalam persekutuan dengan Tuhan. Inilah tanda yang jelas seseorang akan menerima kemuliaan bersama Tuhan Yesus.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pernah kita mendengar seorang hamba Tuhan berkata: \u201cChristianity is not a religion, but the way of life\u201d, \u201cKekristenan bukanlah sebuah agama, tetapi jalan hidup\u201d. Apa maksudnya? Kekristenan tidaklah cukup diisi dengan kegiatan ceremonial agama dan peraturan-peraturan, tetapi ketaatan kepada kehendak Bapa seperti yang telah dikerjakan oleh Tuhan Yesus menjadi pola yang harus diteladani secara penuh dan sebagai keharusan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Sedangkan keputusan orang yang merasa sudah menjadi anak-anak Allah, kepuasan bagi orang yang merasa sudah diselamatkan, telah membutakan pengertian yang benar tentang keselamatan dan membuat orang tidak hidup dalam jalan keselamatan yang benar.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tuhan Yesus menjadi pokok keselamatan. Kata pokok dalam teks ini adalah <em>aitios<\/em> (Ibr 5:9). <em>Aitios<\/em> artinya penggubah.\u00a0 Ia sebagai penggubah atau penyusun atau pembentuk manusia hingga menjadi seperti yang Bapa kehendaki. Ini sama artinya bahwa Tuhan Yesus mendisain ulang \u201credesign\u201d manusia yang mau taat kepada-Nya. Bagi setiap orang yang mau diselamatkan, berarti harus mau memberi diri untuk diubah, dibentuk, dan diserupakan dengan Tuhan Yesus sebagai gambaran manusia. Disini kita menemukan gambaran dari suatu proses pembentukan individu. Jadi jangan saudara berpikir menjadi Kristen itu yang penting rajin beribadah ke gereja. Memang hal itu penting, tetapi kehidupan kita setiap hari merupakan sekolah kehidupan sesungguhnya, dimana kebenaran-kebenaran yang kita dengar dalam ibadah harus diterapkan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Gereja harus menjadi pusat kebenaran, yang membawa jemaat untuk masuk dalam proses keselamatan. Disini pelayan Tuhan dituntut untuk tampil sebagai teladan atau contoh dari seseorang yang mengaku dimuridkan oleh Tuhan Yesus. Karena keselamatan itu proses, maka kita semua adalah murid yang masih harus belajar, bertumbuh dan memperagakan kebenaran. Kita tetap manusia dengan segala kelemahan dan kekurangan yang ada, tetapi kita tidak boleh tetap tinggal dalam kekurangan dan kelemahan, kita harus terus belajar sebagai murid, sampai kita berkat<em>,\u201dhidupku bukannya aku lagi, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku\u201d.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah dipersoalkan mengapa manusia berketurunan setelah jatuh dalam dosa? Bukankah mandat prokreasi atau perintah untuk beranak cucu diberikan Tuhan kepada manusia sebelum manusia jatuh di dalam dosa. Jujur saja hampir tidak dapat ditemukan jawabannya.\u00a0 Hal ini menjadi misteri yang tidak terjawab selama berpuluh tahun bahkan beratus-ratus tahun. Namun sekarang ada satu jawaban yang paling logis, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-390","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/390","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=390"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/390\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":391,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/390\/revisions\/391"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=390"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=390"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=390"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}