    {"id":1877,"date":"2021-01-23T11:28:52","date_gmt":"2021-01-23T04:28:52","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/?p=1877"},"modified":"2021-01-23T11:37:34","modified_gmt":"2021-01-23T04:37:34","slug":"restful-yet-productive","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/2021\/01\/restful-yet-productive\/","title":{"rendered":"Restful Yet Productive"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Florentina Vidia \/ 2201777492<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Light Generation BINUS @Malang<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bagaimana sebenarnya kita mengatur waktu \u2013 waktu yang ada agar bisa produktif? Jujur saya sendiri merasa jenuh disaat kondisi pandemi untuk melakukan kewajiban yang sama tiap hari. <em>Plan<\/em> yang direncanakan di awal tahun menjadi cukup berbeda dengan apa yang saya lakukan. Namun, jika waktu bisa diinjak kembali di tiap \u2013 tiap awal bulan yang telah lewat, saya sadar bahwa setiap langkah yang telah diambil itu adalah keputusan atas seizin dari Tuhan. Tepatnya bulan April, segera rancangan itu dibuat ulang dengan satu kata yang di <em>highlight<\/em> menjadi <em>plan B<\/em>. Dari tiap langkah kesadaran itu, saya tahu bahwa Tuhan ikut campur tangan dalam memberikan peringatan awal dan dengan kasihNya turut bekerja membisikkan rancangan terbaik. Terutama pada saat menjadi seorang <em>leader<\/em> dalam organisasi, sedikit <em>sharing<\/em>, saya mengalami cukup banyak perubahan secara pribadi, khususnya dalam hal emosional. Perlu kalian ketahui, mendidik satu orang itu cukup sulit, melaksanakan program kerja, menguatkan hati masing \u2013 masing pribadi anak dalam melaksanakan kegiatan UKM untuk bergantung pada Tuhan, hingga melakukan kewajiban yang tidak memungkinkan (khususnya strategi dari atasan yang memberikan sebuah <em>plan<\/em> dadakan hingga membuat saya sempat berpikir bahwa semua ini sama sekali tidak masuk akal). Hingga salah satu ketua umum dari PO BINUS memberi tahu saya bahwa \u201cSemua kegerakan dari hati mereka hanya Roh Kudus yang mengubahkan.\u201d Jadi saya berpikir, jangankan mencoba mengaktifkan dan menggerakan hati orang lain, jika saya saja belum menerima panggilan dan pimpinan dari Roh Kudus. Sehingga tiap hari, saya mengkomitmenkan diri untuk tidak sekali \u2013 kali berhenti bergerak dan menoleh ke belakang jika apakah saya sudah berlari bersama Tuhan selama ini.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-content\/uploads\/sites\/28\/2021\/01\/presentation.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1879\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-content\/uploads\/sites\/28\/2021\/01\/presentation.jpg\" alt=\"\" width=\"528\" height=\"352\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menjadi seorang yang percaya, tentu kita akan didengar oleh Bapa sang pencipta kita, saya meminta untuk mengisi dan memakai waktu produktif tiap hari untuk bisa membangun <em>personal<\/em> <em>growth<\/em>. Perlu diketahui, jika yang namanya <em>confident<\/em> itu perlu dibangun dari dalam dengan nilai \u2013 nilai yang benar. Saya pikir, ada baiknya jika kita bisa lebih fokus dalam <em>personal<\/em> <em>growth<\/em> maka kitapun bisa membandingkan mana baik buruknya penilaian yang diberikan orang sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Salah satu pemimpin Kelompok Tumbuh Bersama di gereja saya yang dikenal dengan nama ce Meg menekankan satu kalimat bahwa, \u201c<em>Productive is different than just being busy,\u201d <\/em>yang mengartikan bahwa kalau kita sibuk melakukan banyak hal ataupun berhasil <em>menchecklist<\/em> segala aktivitas dalam satu hari, gimana sih kita bisa menilai kalau kita bisa produktif atau tidak? Cukup mudah, cara sederhaa yang sering saya lakukan adalah dengan bercermin melihat dan bertanya kepada diri pribadi, \u201cApakah aku sudah mencapai <em>personal goal<\/em> dan mencapai <em>value<\/em> aku sendiri?\u201d Karena kadang kita pun tidak sadar, apabila sibuknya kita itu bukanlah <em>goal<\/em> diri sendiri melainkan milik orang lain. Lihatlah sejenak dalam satu hari sekali, bercermin atau juga dengan merenung sejenak, \u201capakah saya melakukan produktif yang benar?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Beliau memberikan perumaan dengan sebuah kisah jika diibaratkan produktif kita adalah sebuah pohon. Banyak orang yang menanam pohon pasti akan berharap pohon ini bisa tumbuh sesuai dengan benih yang ditanam, bukan begitu? Kalau misal ada orang yang menanam benih jeruk, tentu orang ini pasti menunggu kapan jeruknya keluar dan melakukan panen. Namun, pada saat menunggu dari Januari sampai akhir tahun, orang itu bergumam, \u201clho kok cuman daun doang sih?\u201d Maka dapat dikatakan dari orang itu bahwa buah ini sama sekali tidak menghasilkan. \u201cIni pohon tidak produktif, seharusnya dapat tumbuh tidak hanya lebat daunnya tapi berbuah juga.\u201d Oleh sebab itu, saya melihat diri saya kembali, tidak hanya saya saja, tapi juga kalian yang memiliki bakat \/ talenta yang harus di maksimalkan agar dapat terlihat dari diri kita dan tidak terpendam di dalam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>\u201cWe human being are not human doing. As human being, we have our spirit, our soul and our body,\u201d<\/em> lantang pastor gembala gereja saya ketika berbicara di banyak Kebaktian Kebangunan Rohani. Mengingat kembali bahwa kita sebagai manusia terdiri dari Roh, Jiwa, dan Raga. Tiga area ini yang perlu diajarkan dan diperingatkan kembali agar kita bisa produktif dan dikembangkan <em>as human being<\/em>. Hal pertama yang perlu kita ketahui adalah :<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Roh<\/strong> : Merupakan bagian yang paling penting dalam kita untuk bisa mengetahui dan menggali potensinya dengan mengenali diri dan menjadi produktif secara maksimal. Ada tertulis pada Yeremia 17 : 7, <em>\u201cSo, we put our Hope and Confidence in the Lord,\u201d <\/em>yang dapat diartikan bahwa roh kita itu perlu aktif ter-<em>connect<\/em> dengan Tuhan dan berdamai bersama Tuhan. Perlu membangun hubungan lagi dengan Tuhan. Ada waktunya setiap orang memiliki hati dan pikiran yang tiba &#8211; tiba kosong dan susah mengaftifkan kembali hubungan itu.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 40px\">\u201c<em>You want this part<\/em> itu diisi sama suatu yang <em>suppirier<\/em>. Sesuatu yang <em>above<\/em> <em>everything else<\/em> yang dunia bisa tawarkan,\u201d ucap ce Meg kembali. Ketika kalian membaca apa yang saya tulis ini, ketahulai bahwa ada bagian dirimu yang ingin diisi lebih oleh sang pencipta. Bagian yang diisi dan berdamai bertemu dengan sang pencipta yang menciptakan kita sebagai <em>human being<\/em>. Bagaimana itu caranya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 40px\">Membaca isi dari Alkitab. Tidak ada jawaban lain, sama seperti saya, yang tiap pagi ataupun malam mendapat peneguran dari Roh Kudus untuk ( harus bisa ) membaca dan mengilhami maknanya. Sehingga dari beberapa kalimat Firman saja, sadar tidak sih, dalam satu hari kalian bisa berjaga \u2013 jaga agar tidak jatuh dalam percobaan. Susah? Tentu saja. Tapi bagaimana lagi, kita tidak bisa menemukan kebeneran lain selain ini. Carilah terus Firman Tuhan yang ibaratnya seperti air yang mengalir buat pohon masing \u2013 masing. Tidak ada pohon yang dapat tumbuh jika tidak diisi air. Jarang banget bukan? Kaktus aja minimal dikasih air seminggu sekali. Padahal kaktus itu tumbuh di tempat yang gersang. Kita ini perlu air kehidupan yang diberikan dari satu \u2013 satunya juruselamat yaitu Yesus. Carilah dan bertumbulah secara kerohanian. Isi air kehidupan melalui Firman Tuhan juga dari doa, supaya akar kita kuat. <em>You wanna grow personally? You wanna have a personal growth? Then you make sure you are grounded and rooted.<\/em> Berakarlah dengan kuat, agar pohon kita dapat mampu bertahan untuk menghasilkan buah \u2013 buah benih baru.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-content\/uploads\/sites\/28\/2021\/01\/activity.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1880\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-content\/uploads\/sites\/28\/2021\/01\/activity.jpg\" alt=\"\" width=\"677\" height=\"133\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"2\">\n<li><strong>Jiwa<\/strong> : Ini erat banget hubungannya dengan pikiran, kita (sebagai anak muda pastinya) percaya pasti memiliki impian yang ingin melakukan sesuatu diatas ekspetasi. Tapi terkadang adanya pikiran \u2013 pikiran negatif membuat kita menjadi terhambat untuk menjadi produktif, atau bisa juga kita dapat terhambat karena belum menemukan potensi \/ bakat yang ada di dalam diri. Untuk itu penting sekali untuk menjadi produktif, pikiran kita akan terus menurus dikasih makanan positif untuk membangun diri dari dalam dan sadar dengan identitas pengenalan diri yang baik.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 40px\">Bahkan untuk saya sendiri dari waktu ke waktu sempat tidak termotivasi karena kritikan. Tapi, saya berpikir kembali kalau kita lama \u2013 lama <em>overthinking<\/em> di daerah itu, saya bisa <em>stress<\/em> menyalahkan diri terus. Perlu adanya langkah kedewasaan yang mana kita harus cepat peka dan bangkit. Kepekaan itu bisa datang tiba \u2013 tiba dari <em>Holy Spirit<\/em> yang membisikkannya pada pikiran, hati, renungan atau bahkan ucapan teman \u2013 teman. Perlu aktif dan banyak belajar untuk cari informasi, cari pengetahuan yang berguna dan isi waktu luang untuk hal \u2013 hal seperti itu mumpung belum terlambat. Bagaimana kita bisa jadi produktif jika apa yang kita lihat selalu membuat pikiran kacau, <em>news \u2013 news<\/em> negatif, dll? Untuk itu, sebagai langkah agar mau termotivasi, kita bisa cari <em>news<\/em>\/ info yang membangun pikiran dan semangat dengan mendengar konten baik seperti kesaksian dan juga melihat diri kita kembali bagian mana yang perlu dikembangkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;padding-left: 40px\">Sama seperti halnya beberapa <em>habbit<\/em> seperti menunda \u2013 nunda pekerjaan, tidak bisa <em>on time<\/em>, atau bahkan meresa minder. Meskipun kita tahu <em>personal value<\/em> kita, bercemin diri, dan melihat masing \u2013 masing kekurangan untuk mengetahui perlu <em>better<\/em> dalam hal apa. Pada area jiwa kita ini perlu pupuk. Jika sebelumnya pohon itu telah dikasih air adalah kebutuhan kerohanian, begitu juga dengan pohon yang juga butuh pupuk supaya lebih subur. Kita punya hubungan baik dengan Tuhan, perlu adanya diberi asupan dan makanan yang cukup. Sebab, pohon bisa bertumbuh, maka diperlukan pupuk yang cukup.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"3\">\n<li><strong>Raga<\/strong> : Memiliki keatifan produktif di dalam tubuh. Jika sebelumnya telah dijelaskan kalau di dalam tubuh itu memperlukan jiwa dan roh sehat, maka seluruh aktivitas yang mempengaruhi tubuh pun menjadi bagian penting. Prinsip kalian selama <em>rest full time<\/em> apa? Hati \u2013 hati dengan prinsip mager ( males gerak ). Saya pernah di kondisi baru duduk dan mau melanjutkan hanya untuk belanja keperluan sehari \u2013 hari, saya pulang berasa sangat cape. Jaga tubuh agar tetap fit dengan lifestyle yang sehat. Kalau tubuh kita lemas terus, bisa berasa akan ujung \u2013 ujungnya malas dan cape. Jadi jika kita ingin menjadi produktif, perlu latihan tubuh kita agar berstamina. Tidak mungkin ada orang \u2013 orang yang tiba \u2013 tiba memiliki stamina, menjadi fit. Prinsip mager itu perlu dikurangi. Termotivasilah untuk membuat tubuh ini bergerak dan mengikuti berbagai <em>exercise<\/em>. Tidak selalu harus pergi atau mengikuti <em>gym<\/em>, tapi lakukan <em>exercise<\/em> selama di rumah juga bisa. Oh iya, <em>watch out for what you eat<\/em>, perlu adanya juga pola hidup sehat untuk bisa tetap hidup ( tidak sakit \u2013 sakitan ) dalam membagikan kasih Tuhan yang entah kita akan dibawa kemana.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jadi 3 bagian besar untuk kita bisa menjadi produktif, pertama adalah Roh, kedua adalah Jiwa, dan yang ketiga adalah Raga. Kelolah baik \u2013 baik untuk bisa memerhatikan 3 area ini. Dengan tiga area yang sehat, tiga area yang baik, kita bisa lebih <em>better<\/em> dengan diri kita. \u201c<em>You know when you feel good about yourself, then you will have the confident to pursue something, to persue your goal and to achive your value,\u201d <\/em>ungkap ce Meg di akhir kata khotbah. Dan dengan <em>restfull time<\/em> ini, kita juga bisa berpikir lebih jernih area \u2013 area mana dalam diri kita yang mau di <em>improve<\/em>. <em>So<\/em> <em>we pray<\/em>, semoga tiap kalian yang membaca ini bisa mencaritahu bagaimana menjaga jiwa yang produktif, punya kerohanian yang produktif, dan juga tubuh yang produktif. <em>And we pray<\/em> semoga kalian punya damai sejahtera, mengalir, dan memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan dan ayo termotivasilah untuk punya jiwa, punya pikiran yang sehat, dan juga punya tubuh yang sehat. <em>Something interesting is coming<\/em> dan saya berharap tidak hanya kita saja, tapi kalian bisa megajarkan dan menjalankan motivasi ini kepada orang lain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>God bless you.<\/em><\/p>\n<p>#<em>RestfulYetProductive<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Florentina Vidia \/ 2201777492 Light Generation BINUS @Malang Bagaimana sebenarnya kita mengatur waktu \u2013 waktu yang ada agar bisa produktif? Jujur saya sendiri merasa jenuh disaat kondisi pandemi untuk melakukan kewajiban yang sama tiap hari. Plan yang direncanakan di awal tahun menjadi cukup berbeda dengan apa yang saya lakukan. Namun, jika waktu bisa diinjak kembali [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-1877","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1877","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1877"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1877\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1887,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1877\/revisions\/1887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1877"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1877"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1877"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}