    {"id":1657,"date":"2020-04-10T03:28:19","date_gmt":"2020-04-09T20:28:19","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/?p=1657"},"modified":"2020-05-19T08:20:55","modified_gmt":"2020-05-19T01:20:55","slug":"2020-tahun-penuh-ketakutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/2020\/04\/2020-tahun-penuh-ketakutan\/","title":{"rendered":"2020, Tahun Penuh Ketakutan?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Halo teman-teman, apakabarnya?<br \/>\nSudah berapa hari sejak karantina dimulai ya ini? Masih bersukacita? Adakah yang disyukuri? Sudah bosan? Atau sudah lelah dengan keadaan yang tidak pasti? Iya saya tahu, kondisinya memang sulit ya. Mungkin kita pernah berpikir, tahun 2020, baru awal saja, sudah banyak kejadian dan peristiwa yang bisa kita kategorikan secara manusiawi &#8220;buruk&#8221; terjadi. Untuk sementara ini puncaknya adalah pertama kalinya pandemik terjadi yang disebabkan oleh penyebaran virus baru yaitu COVID-19, atau yang sering kita sebut Virus Corona.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Virus ini berhasil membuat kita diam, entah itu diam secara fisik dan menetap di rumah, diam dan meninggalkan kegiatan kita sehari-hari (pergi ke kampus, bekerja, magang, dan lain-lain). Bahkan akhirnya kita merasakan ibadah secara virtual yang telah disediakan oleh gereja kita masing-masing (termasuk PO BINUS). Ya, saya tahu, mungkin masih banyak gereja yang belum siap untuk memfasilitasi jemaatnya secara virtual beribadah mandiri di rumah masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hmmm&#8230; kalau mau disebutkan satu-satu, banyak sekali yang kita bisa keluhkan di masa-masa ini.<br \/>\nTetapi, layakkah kita mengeluh dan menggerutu? Lalu masih adakah secercah harapan?<br \/>\nSaya dengan yakin menjawab, YA SELALU ADA HARAPAN! Asal kita tahu, kepada sumber yang mana kita berharap?<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center\"><em><strong>\u201cPencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.\u201d<\/strong><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>1 Korintus 10:13<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>Pasti sudah tidak asing bukan dengan penggalan ayat di atas? Sering mendengar, tapi sudahkah kita benar-benar meyakini dengan iman kita bahwa pencobaan-pencobaan yang kita lalui ini adalah pencobaan yang biasa? Tidak melebihi kekuatan kita? Dan yang paling penting, (masih) yakinkah kita Allah tetap dan selalu setia menyertai kita, terlebih di masa-masa yang nyata di tengah pandemik ini?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Teman-teman, aku mengajak teman-teman benar-benar membaca ayat di atas dan mengimaninya, bahwa pencobaan pandemik, kemerosotan pertumbuhan ekonomi, <em>struggle <\/em>di masa perkuliahan, di PHK oleh tempat kerja, ditinggalkan oleh orang yang tersayang, atau bahkan mengidap positif dari COVID-19, apapun yang sedang kita alami saat ini,\u00a0<strong>tidak melebihi kekuatan kita.\u00a0<\/strong>Dan yang terpenting adalah\u00a0<strong>Allah hadir, Allah tidak tidur, dan Allah yang tetap dan selalu setia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita!<br \/>\n<\/strong>Saya setuju jika teman-teman menyebut semua ini adalah badai. Badai kita masing-masing, Tuhan izinkan badai itu hadir dan terjadi di hidup kita. Tidak jarang kita (bahkan saya) berdoa pada Allah, berdoa meminta agar hidup kita dijauhkan dari badai atau masalah. Tetapi tak jarang juga, Tuhan mengizinkan badai itu hadir, Tuhan mengizinkan kita terjun dalam badai itu. Mau tahu kenapa?\u00a0<strong>Tuhan mau kita memanfaatkan\u00a0<em>badai\u00a0<\/em> itu untuk\u00a0<em>membentuk kita.<\/em><\/strong> Untuk kebaikan kita!<\/p>\n<blockquote><p>Ahh&#8230; sulit&#8230;<br \/>\nAku jatuh bangun&#8230;.<br \/>\nAku ga mampu&#8230;.<br \/>\nMau menyerah&#8230;.<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify\">I feel you, friends! See? Kita lemah banget ya? Terbatas ya? Aku juga seperti itu kok&#8230; kita semua, manusia terbatas.<br \/>\nTetapi Tuhan tidak pernah menuntut tanpa menyertai.<br \/>\nTuhan mengingatkanku melalui perenungan&#8230; dan aku mau bagikan kepadamu:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>1. Kamu Punya Iman terhadap Yesus<br \/>\n<\/strong><em>&#8220;Iman bukan menyangkali realita, tetapi tidak menyerah dengan realita, karena ktia berharap dan bersandara kepada sumber yang lebih besar, yaitu Allah&#8221;<br \/>\n<\/em>Imanmu mungkin tidak bisa memindahkan gunung, tetapi iman mu (terhadap Kristus) mampu membawamu berhasil melewati lembah dan mendaki gunung yang tidak bisa kau pindahkan tersebut.\u00a0<strong>Berjalan bersama-Nya, ya temanku!<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>2. Use Clear Thinking and Common Sense<br \/>\n<\/strong>Di saat seperti ini,\u00a0<em><strong>worry\u00a0<\/strong><\/em> jadi hal pertama yang menyerang pikiran kita. Kenapa bisa? Rasa kuatirmu, membuatmu fokus terhadap\u00a0<strong>masalahnya\u00a0<\/strong>saja, dan percayalah itu yang membuatmu menjadi tidak produktif, kamu menjadi\u00a0<em>stuck.<\/em> Yuk, ingat lagi Firman Tuhan:<br \/>\n<em>&#8220;Dear friend, guard Clear Thinking and Common Sense with your life;<br \/>\ndon\u2019t for a minute lose sight of them.<br \/>\nThey\u2019ll keep your soul alive and well,<br \/>\nthey\u2019ll keep you fit and attractive.<br \/>\nYou\u2019ll travel safely,<br \/>\nyou\u2019ll neither tire nor trip.<br \/>\nYou\u2019ll take afternoon naps without a worry,<br \/>\nyou\u2019ll enjoy a good night\u2019s sleep.<br \/>\nNo need to panic over alarms or surprises,<br \/>\nor predictions that doomsday\u2019s just around the corner,<br \/>\nBecause God will be right there with you;<br \/>\nhe\u2019ll keep you safe and sound.&#8221; &#8212;<strong> Proverbs 3:21-26<\/strong><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>3. Cepat Mendengar, Lambat Berbicara<br \/>\n<\/strong>Yang satu ini kelihatannya mudah dilakukan, tetapi nyatanya, tidak semudah itu. Dari sini diingatkan, membaca dan mendengar Firman Tuhan, mendengarkan suara-Nya, hal yang utama bagi kita. Tetapi pada saat badai itu datang, apakah mudah untuk mendengar kembali suara Tuhan saat kita tenggelam dalam badai? Tidak. Tetapi haruskah kita menyerah? Tidak!<br \/>\nDi sini juga, Tuhan mengingatkan, jadilah agen penyebaran berita injil yang benar &#8212; (dalam arti jangan jadi pemberita HOAX)<br \/>\nDengar suara-Nya&#8230; Minta kepekaan&#8230;. Allah menyertai<\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400\">Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, d Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. &#8212; <\/span><b>Yohanes 16:13-14<\/b><\/p><\/blockquote>\n<p>Bagaimana langkah kalian selanjutnya? Langkah konkret apa yang kalian mau ambil sebagai tanda kalian meresponi kebaikan dan kasih Tuhan?<br \/>\nMaukah kita berjuang, walaupun jatuh bangun akan selalu ada? Maukah kita percaya bahwa Dia tak pernah meninggalkan?<br \/>\nMau kah kita tetap percaya bahwa, walaupun kelihatannya tahun 2020 sangat mengerikan, tetapi tetap percaya,\u00a0<em><strong>God is in control.\u00a0<\/strong><\/em><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-weight: 400\">\u201c<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Kamu akan Kuberikan hati yang baru<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">\u00a0dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.\u201d<br \/>\n<strong>Yehezkiel 36:26<\/strong><br \/>\n<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo teman-teman, apakabarnya? Sudah berapa hari sejak karantina dimulai ya ini? Masih bersukacita? Adakah yang disyukuri? Sudah bosan? Atau sudah lelah dengan keadaan yang tidak pasti? Iya saya tahu, kondisinya memang sulit ya. Mungkin kita pernah berpikir, tahun 2020, baru awal saja, sudah banyak kejadian dan peristiwa yang bisa kita kategorikan secara manusiawi &#8220;buruk&#8221; terjadi. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[110,111],"class_list":["post-1657","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-covid-19","tag-ketakutan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1657","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1657"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1657\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1660,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1657\/revisions\/1660"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1657"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1657"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/po\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1657"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}