SUTRADARA TERBESAR

Sumber Gambar : google.com

Kalau senang nonton film, apalagi yang diadaptasi dari novel, kamu pasti menyadari bahwa sudah umum bagi Hollywood untuk membuat sekuel atau kelanjutan dari film box office sebelumnya, dan mungkin beberapa dari kita sudah mempunyai beberapa nama sutradara andalan kita. Tapi, meskipun  ada sutradara yang bisa membuat sekuel lebih seru daripada film sebelumnya. Dalam hal ini, tidak ada yang bisa menandingi Allah, Sang Sutradara terbesar alam semesta. Dia ada di atas segalanya. Dialah yang menciptakan setiap karakter dan menempatkannya di tengah waktu, tempat dan lingkungan yang tepat, sesuai peran yang Ia berikan untuk memuliakan Dia. Meskipun begitu, tidak berarti Allah adalah Oknum diktator yang manipulatif atau pengatur yang semena-mena. Sebaliknya, Dia memberikan kita peran sekaligus kebebasan untuk berimprovisasi dalam menjalani skenario hidup kita.

Allah dalam kekekalan mengatur setiap babak dalam hidup kita. Pertama-tama, ketika kita memulai suatu babak, lalu menikmati-Nya dalam apa yang kita lakukan hingga akhirnya suatu saat kelak Dia memindahkan kita ke babak berikutnya dengan kejutan-kejutan baru dan menggenapi maksud-Nya dalam hidup kita. Dalam setiap babak, penting bagi kita untuk menikmati Allah sekaligus berelasi dengan tokoh-tokoh lain yang berperan dalam babak yang sama.

Selama masih bernapas, kita akan terus menjalani satu periode berganti periode lainnya, menjumpai satu keadaan dan akhirnya meninggalkan keadaan tersebut. Kadang saya bertanya, apa tujuan Allah menciptakan segala perubahan yang kadang dibungkus dengan begitu misterius? Bukankah bagus jika manusia tetap pada keadaannya sekarang, menjalani hal yang sama, berelasi dengan orang yang sama pula? Statis saja.

Namun, seorang penulis pernah bertutur, justru dalam perubahanlah Allah menciptakan sebuah kerinduan dalam diri kita kepada Dia yang tidak pernah berubah. Dijadikannya kita untuk semakin mengharapkan kekekalan bersama Dia di surga, bukannya mencintai kenyamanan dunia yang sementara ini. Bagi orang percaya, hidup di dunia tidak lebih dari sebuah cuplikan singkat tentang kehidupan kekal bersama Allah kelak.

Jadi, bagaimana kita harus menjalani hidup? Seperti yang dikatakan di Efesus 5:15-17, “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.”

Oleh karena itu, mari kita hidupi hidup yang berdasarkan firman Allah agar hidup kita tidak menyimpang dari cerita Allah.

 

Sumber Penulisan/Daftar Pustaka :

http://www.warungsatekamu.org/2010/09/sutradara-film/