    {"id":1215,"date":"2019-02-02T09:19:31","date_gmt":"2019-02-02T02:19:31","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/paramabira\/?p=1215"},"modified":"2019-02-02T09:21:28","modified_gmt":"2019-02-02T02:21:28","slug":"mulai-hilangnya-seni-musik-tradisional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/paramabira\/2019\/02\/mulai-hilangnya-seni-musik-tradisional\/","title":{"rendered":"Mulai Hilangnya Seni Musik Tradisional"},"content":{"rendered":"<p align=\"justify\">\n<strong>Seni Musik Tradisional<\/strong> merupakan salah satu musik yang terlahir dan berkembang di Indonesia dan menjadi suatu ciri khas di suatu daerah. Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki banyak keberagaman, mulai dari suku, bangsa, dan bahasa. Maka dari itu, setiap daerah di Indonesia memiliki lagu daerahnya masing \u2013 masing. Lirik yang ada didalamnya pun berasal dari bahasa masing \u2013 masing daerah.\n<\/p>\n<p align=\"justify\">\nContohnya lagu <strong>Cik Cik Periuk<\/strong> dari <strong>Kalimantan Barat<\/strong>. Lagu ini tidak diketahui siapa penciptanya, namun menurut masyarakat Sambas lagu ini diciptakan oleh orang asli Dayak di Kalimantan Barat. Lagu Cik Cik Periuk bercerita tentang sindiran dari masyarakat Sambas pada zaman dahulu kepada masyarakat luar yang datang ke daerah Sambas. Biasanya masyarakat menyanyikan lagu ini menggunakan alunan dari alat musik <strong>Sape\u2019<\/strong>, alat musik khas Kalimantan Barat.\n<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/paramabira\/wp-content\/uploads\/sites\/48\/2019\/02\/sape.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/paramabira\/wp-content\/uploads\/sites\/48\/2019\/02\/sape.jpg\" alt=\"\" width=\"384\" height=\"131\" class=\"alignnone size-full wp-image-1216\" \/><\/a><\/p>\n<p align=\"justify\">\nDi era dunia yang semakin modern ini, masyarakat sering kali <strong>melupakan keberadaan budaya Indonesia<\/strong> yang beragam jenisnya. Musik yang secara turun menurun ini, kerap dianggap sudah ketinggalan zaman atau jadul. Selain itu, generasi \u2013 generasi muda zaman sekarang juga lebih memilih mendengarkan musik pop karena dianggap keren dan modern akibat terkena arus globalisasi yang menjadi pintu masuk kebudayaan luar yang lebih diminati oleh masyarakat disbanding musik tradisional.\n<\/p>\n<p align=\"justify\">\nManfaat dari mempelajari seni musik tradisional, agar masyarakat lebih mengetahui keberadaan keragaman budaya di Indonesia. Dengan mempelajari seni musik tradisional, kita juga mengambil andil dalam <strong>pelestarian budaya Indonesia<\/strong> dan dapat diteruskan ke generasi berikutnya agar tidak hilang ataupun diambil negara lain.\n<\/p>\n<p><strong>Source:<\/strong><br \/>\nhttps:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Cik_Cik_Periuk<br \/>\nhttps:\/\/www.google.com\/searchq=alat+musik+sape&#038;source=lnms&#038;tbm=isch&#038;sa=X&#038;ved=0ahUKEwiOgo-Q1fzfAhWHfd4KHdqtA1IQ_AUIDigB&#038;biw=721&#038;bih=680<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seni Musik Tradisional merupakan salah satu musik yang terlahir dan berkembang di Indonesia dan menjadi suatu ciri khas di suatu daerah. Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki banyak keberagaman, mulai dari suku, bangsa, dan bahasa. Maka dari itu, setiap daerah di Indonesia memiliki lagu daerahnya masing \u2013 masing. Lirik yang ada didalamnya pun berasal dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":53,"featured_media":1224,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-1215","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/paramabira\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1215","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/paramabira\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/paramabira\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/paramabira\/wp-json\/wp\/v2\/users\/53"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/paramabira\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1215"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/paramabira\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1215\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1239,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/paramabira\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1215\/revisions\/1239"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/paramabira\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1224"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/paramabira\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1215"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/paramabira\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1215"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/paramabira\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1215"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}