Coba ingat-ingat lagi, terakhir kali kamu buka TikTok atau Instagram, kamu nonton apa? Kebanyakan orang nggak bisa jawab. Bukan karena pikun, tapi karena emang nggak ada yang ditonton secara sadar. Jarinya gerak sendiri, matanya ikut, tapi otaknya entah ke mana.Kebiasaan ini punya nama: brain rot. Dan bukan sekadar istilah lebay di Twitter. Peneliti sudah lama memperingatkan bahwa konsumsi konten pendek yang terus-menerus pelan-pelan mengikis kemampuan fokus, daya ingat, bahkan keinginan untuk berpikir dalam. Otak yang tiap hari diberi video 15 detik akhirnya jadi susah untuk diajak diam lebih dari dua menit.
Ini bukan kebetulan. Aplikasi-aplikasi itu memang dirancang supaya kita tidak bisa berhenti. Setiap kali nemu konten yang menarik, otak melepaskan dopamin kecil, semacam rasa senang instan yang bikin pengen nemu lagi, lagi, dan lagi. Lama-lama otak belajar bahwa hadiah itu datangnya dari scroll, bukan dari usaha. Akibatnya, aktivitas yang butuh waktu dan kesabaran, seperti baca buku, nulis, atau sekadar melamun, jadi terasa berat dan membosankan.
Anehnya lagi ,semua orang tahu ini. Gen Z yang paling sering ngomongin bahaya brain rot juga yang paling susah berhenti scroll. Wajar sih, karena medsos sekarang bukan Cuma hiburan. Mau cari kerja, ngikutin berita, atau sekadar tahu teman lagi ngapain, semua ada di sana. Keluar berarti ketinggalan, dan otak kita sangat tidak suka merasa ketinggalan.
Ada juga sisi yang lebih gelap dari kebiasaan ini yang jarang dibahas yaitu soal waktu yang hilang begitu saja. Empat jam sehari mungkin terasa biasa. Tapi kalau dihitung ulang, itu lebih dari seribu jam setahun yang dihabiskan untuk konten yang bahkan nggak kamu ingat. Waktu yang cukup untuk belajar hal baru, menyelesaikan proyek, atau sekadar istirahat beneran, bukan scrolling sambil tiduran yang bikin badan malah makin capek.
Bukan berarti medsos itu jahat dan harus dihapus semua. Tapi memakai medsos dengan suatu tujuan dan tidak adalah suatu perbedaan, yang bahaya adalah ketika kita scroll dengan tidak ada tujuan
Solusinya nggak susah. Kalian tidak perlu langsung mengisolasi pemakaian sosmed.Cukup mulai dengan satu kebiasaan kecil yaitu sebelum buka medsos, tanya ke diri sendiri dulu, mau ngapain. Kalau jawabannya Cuma “iseng” atau “nggak tau”, coba tahan sebentar. Lakukan hal lain, apa pun itu, meski Cuma duduk bengong. Otak yang sesekali dibiarkan bosan ternyata jauh lebih tajam dari otak yang nggak pernah dikasih jeda.
Maka dari itu, mulai sekarang perhatikan kebiasaan scrolling nya ya!
