{"id":4296,"date":"2026-08-23T21:30:49","date_gmt":"2026-08-23T14:30:49","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/?p=4296"},"modified":"2026-08-23T21:36:15","modified_gmt":"2026-08-23T14:36:15","slug":"pengabdian-kepada-masyarakat-pkm-karafuru-week-di-panti-asuhan-bhakti-luhur-alma-bandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/2026\/08\/23\/pengabdian-kepada-masyarakat-pkm-karafuru-week-di-panti-asuhan-bhakti-luhur-alma-bandung\/","title":{"rendered":"Pengabdian kepada Masyarakat (PKM): Karafuru Week di Panti Asuhan Bhakti Luhur Alma Bandung"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Halo <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">minna<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">! Pada kesempatan kali ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Nippon Club<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berhasil menyelenggarakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Karafuru Week<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dari tanggal 7\u20138 Maret dan tanggal 13\u201315 Maret di Panti Asuhan Bhakti Luhur Alma Bandung yang ditujukan kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Apa sih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Karafuru Week<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> itu? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Karafuru Week<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Nippon Club<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan serta mengenalkan anak-anak pada budaya Jepang dengan cara yang asyik. Kegiatan ini diselenggarakan selama 5 hari. Apa saja kegiatan yang dilakukan? Ayo simak terus artikel ini sampai akhir!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada hari pertama, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Nippon Club<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memberikan penjelasan singkat mengenai Jepang terlebih dahulu. Berikutnya, anak-anak dikenalkan pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hiragana,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yaitu penulisan bahasa Jepang berdasarkan suku kata. Kemudian anak-anak dibagikan kertas dengan kotak panduan untuk mencoba menulis huruf vokal dasar (a, i, u, e, dan o) dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hiragana<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Anak-anak terlihat antusias dan banyak yang berhasil menulis huruf-huruf tersebut. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">snack <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan foto bersama.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_4089\" aria-describedby=\"caption-attachment-4089\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2026\/03\/1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4089\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2026\/03\/1.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"1000\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-4089\" class=\"wp-caption-text\">Salah satu anak panti menunjukkan hasil menulisnya<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada hari kedua, anak-anak dikenalkan pada berbagai macam bentuk origami. Origami berasal dari kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">oru<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang berarti melipat dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">kami<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang berarti kertas, yang berarti seni melipat kertas. Beberapa bentuk yang diajarkan yaitu origami ikan, kepala kucing, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">shuriken<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, peramal, dan kapal laut. Anak-anak antusias melipat kertas origami yang diberikan meski ada beberapa yang mengalami kesulitan. Akan tetapi, banyak juga hasil origami yang terlihat bagus, baik dibuat oleh anak-anak itu sendiri maupun dibantu panitia dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">volunteer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Hadiah juga ada untuk anak-anak yang berhasil membuat banyak origami, loh!<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_4090\" aria-describedby=\"caption-attachment-4090\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2026\/03\/2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4090\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2026\/03\/2.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"1000\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-4090\" class=\"wp-caption-text\">Kegiatan melipat kertas origami bersama anak-anak panti<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hari ketiga berlanjut dengan pengenalan akan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Teru Teru Bozu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Ini<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">adalah boneka jimat yang dipercaya dapat menangkal hujan dengan cara menggantungnya di jendela. Anak-anak dibagikan tisu, pita merah, serta spidol untuk menggambar muka-muka yang lucu dan imut pada boneka yang sudah dibentuk. Boneka jimat yang dihasilkan cukup banyak dan, seperti hari sebelumnya, mereka yang berhasil membuat banyak berhak untuk mendapatkan hadiah.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_4091\" aria-describedby=\"caption-attachment-4091\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2026\/03\/3.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4091\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2026\/03\/3.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"1000\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-4091\" class=\"wp-caption-text\">Foto bersama anak panti membuat Teru Teru Bozu<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada hari keempat, kegiatan dimulai dari senam pagi bersama sebelum anak-anak diperkenalkan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Y\u014dkai<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yaitu makhluk supranatural asal Jepang seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Zashiki Warashi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Hahakigami<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Tanuki<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Untuk praktik, anak-anak diberikan topeng <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Kitsune <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">serta alat warna untuk menghias topeng tersebut. Panitia dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">volunteer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga turut membantu dalam menghias dan memasangkan topeng kepada anak-anak. Ada topeng yang terlihat imut dan ada juga yang terlihat keren. Seperti hari-hari sebelumnya, kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">snack,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> namun kali ini sambil menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Chiikawa <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">bersama.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_4092\" aria-describedby=\"caption-attachment-4092\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2026\/03\/4.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4092\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2026\/03\/4.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"1000\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-4092\" class=\"wp-caption-text\">Foto bersama anak panti menghias topeng Kitsune<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Akhirnya, pada hari kelima, sebagai penutup, anak-anak dikenalkan pada benda-benda tradisional Jepang. Namun sebelumnya, kegiatan dibuka dengan menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Doraemon <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan senam pagi bersama. Benda-benda yang dikenalkan adalah kipas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">sensu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, boneka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Daruma<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Maneki Neko<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Kokeshi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Omamori<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Anak-anak kemudian dibagikan kertas dan stik es krim untuk merakit kipas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">sensu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang mereka hias sendiri. Mereka antusias menghias kipas mereka masing-masing. Panitia dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">volunteer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> membantu anak-anak untuk merakit dan menempelkan kertas yang sudah dihias untuk menjadi kipas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">sensu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang utuh. Sebagai penutup, anak-anak diberikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">snack<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> serta buku dan alat tulis sebagai bingkisan perpisahan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_4093\" aria-describedby=\"caption-attachment-4093\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2026\/03\/5.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4093\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2026\/03\/5.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"1000\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-4093\" class=\"wp-caption-text\">Kegiatan menghias dan merakit kipas sensu<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sekian rangkaian acara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Karafuru Week<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang diselenggarakan selama 5 hari, menarik bukan? Selain bisa mengenalkan budaya Jepang kepada anak-anak, kita juga dapat berbagi kebahagiaan bersama mereka. Meski tidak mudah berkomunikasi dengan mereka, kami tetap dapat melakukan banyak kegiatan yang asyik, seru, dan tentunya bermanfaat. Sampai jumpa di kegiatan Nippon Club selanjutnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">minna<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">!<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_4094\" aria-describedby=\"caption-attachment-4094\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2026\/03\/6.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4094\" src=\"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2026\/03\/6.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"1000\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-4094\" class=\"wp-caption-text\">Foto bersama panitia, volunteer, dan anak-anak panti<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Author: Katapril<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Editor: Yuyu<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo minna! Pada kesempatan kali ini, Nippon Club berhasil menyelenggarakan Karafuru Week dari tanggal 7\u20138 Maret dan tanggal 13\u201315 Maret di Panti Asuhan Bhakti Luhur Alma Bandung yang ditujukan kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Apa sih Karafuru Week itu? Karafuru Week adalah rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Nippon Club. Kegiatan ini bertujuan untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":4095,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,8],"tags":[],"class_list":["post-4296","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4296","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4296"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4296\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4298,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4296\/revisions\/4298"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4095"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4296"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4296"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4296"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}