    {"id":2883,"date":"2023-01-06T18:00:00","date_gmt":"2023-01-06T11:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/?p=2883"},"modified":"2023-01-06T17:58:35","modified_gmt":"2023-01-06T10:58:35","slug":"liputan-workshop-press-start-day-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/2023\/01\/06\/liputan-workshop-press-start-day-2\/","title":{"rendered":"[Liputan] Workshop Press Start Day 2"},"content":{"rendered":"<p>Halo <em>minna-san<\/em>! Kembali lagi di artikel tentang <em>workshop<\/em> UKM <em>Binus Game Development Club<\/em> <em>Press Start<\/em> dengan tema <em>\u201cCreating your first pixel art animation\u201d<\/em>. Setelah hari pertama yang asik sekali, kita akan melanjutkan sesi keduanya yang diadakan tanggal 17 Desember dengan pembicara Kak Dio Mahesa. Tunggu apalagi, ayo langsung kita mulai saja!<\/p>\n<p>Sesi kedua dimulai pada pukul satu siang dengan pembukaan oleh <em>MC<\/em>Ariel Vito Suyata Ong yang menanyakan kabar dan pengalaman peserta di hari pertama sebelumnya. Setelah balasan yang antusias dari para peserta, sesi langsung dilanjutkan dengan pembawaan materi oleh Kak Dio mengenai pembuatan <em>character animation<\/em>. Ada tiga jenis <em>animation <\/em>yang akan dibuat, yaitu <em>idle<\/em>, <em>walk<\/em> atau animasi berjalan, dan <em>run<\/em> atau animasi berlari. Kak Dio sudah menyediakan <em>asset<\/em> dalam bentuk <em>google drive<\/em> yang dikirim melalui <em>chat<\/em> agar para peserta bisa ikut mencoba bersama-sama.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card kg-card-hascaption\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2023\/01\/gambar-1-1.png\" class=\"kg-image\" alt width=\"1366\" height=\"728\"><figcaption><b>Model karakter yang diambil dari <i>Asset<\/i><\/b><\/figcaption><\/figure>\n<p>Ketika peserta membuka <em>asset,<\/em> akan ditemukan <em>file<\/em> model karakter kita. Model tersebut dibagi menjadi dua <em>layer<\/em>yaitu kepala dan badannya. Pertama, kita akan membuat animasi <em>basic<\/em>menggerakan kepala model. Kak Dio membuat sebuah grup dari <em>layer <\/em>kepala dan badan model. Lalu, <em>frame <\/em>awal akan di<em>copy<\/em> untuk membuat <em>frame <\/em>baru yang kita namakan <em>frame2 <\/em>sebagai latar kerja untuk menampung gerakan animasi. Di <em>frame2<\/em>, <em>layer<\/em> kepala dan badan sebelumnya juga ter<em>copy<\/em> dan nama mereka harus diganti sesuai dengan <em>frame<\/em>nya menjadi <em>head2<\/em> dan <em>body2<\/em> dengan nama <em>layer2<\/em>. Kemudian, grup berisi <em>layer<\/em> awal akan dimatikan, agar yang terlihat hanyalah <em>layer2<\/em>saja. Selanjutnya, <em>head2<\/em> di <em>frame2<\/em> diturunkan sedikit saja agar terlihat berbeda dengan kepala yang ada di <em>frame <\/em>awal.<\/p>\n<p>Setelah perubahan dilakukan, akan muncul bagian <em>pixel<\/em> yang terlihat rusak, seperti warnanya tidak sesuai atau bisa saja menghilang. Bagian ini harus dibersihkan dengan penyesuain warna berdasarkan <em>pixel <\/em>disekitarnya. Setelah pembersihan, kita dapat menekan <em>play<\/em>untuk melihat perpindahan dari <em>frame<\/em> awal ke <em>frame2<\/em> yang menunjukkan gerakan kepala dari model kita. Setelah itu, kita lanjut dengan bagian badannya menggunakan cara yang sama.<\/p>\n<p>Kak Dio memberikan tips ketika melakukan perubahan atau pergeseran <em>layer<\/em>di setiap <em>frame<\/em>. Saat kita ada di <em>frame2<\/em> dan ingin mengubah isi <em>layer2<\/em>, pilih grup <em>layer<\/em> milik <em>frame <\/em>awal, lalu turunkan <em>opacity<\/em>mereka. Hal ini akan membuat <em>layer<\/em> dari frame awal berubah menjadi kotak-kotak dengan warna abu-abu atau buram yang menyerupai <em>onion skin<\/em>dalam <em>photoshop<\/em> pada umumnya. Ini akan memudahkan kita memperkirakan seberapa jauh pergeseran dan pembetulan <em>pixel<\/em> rusak yang harus dilakukan. Dengan ini, hasil gerakan animasi bisa menjadi lebih halus atau tidak kaku. Jangan lupa juga untuk mengembalikan <em>opacity<\/em> dan mematikan lagi <em>layer<\/em> <em>frame <\/em>awal di <em>frame2<\/em> kita.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card kg-card-hascaption\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2023\/01\/gambar-2.png\" class=\"kg-image\" alt width=\"1366\" height=\"728\"><figcaption><b>contoh <i>onion skin<\/i> di tangan kiri model<\/b><\/figcaption><\/figure>\n<p>Selanjutnya, Kak Dio mempraktikan cara membuat gerakan <em>walking<\/em> yang cukup mirip prinsipnya dengan <em>idle<\/em> hanya dengan beberapa penambahan sedikit. Perbedaan warna di anggota tubuh model akan digunakan untuk mempermudah pengertian dan prinsip <em>perspective<\/em> saat sedang membuat animasi. Kak Dio juga menyarankan untuk mengurangi sedikit ukuran bagian <em>layer<\/em> yang sedang diubah, ketimbang hanya mengubah posisinya saja, agar animasi kita lebih terlihat <em>original<\/em> dan tidak terlihat hanya memindahkan atau meng<em>copy<\/em> bagiannya saja.<\/p>\n<p>Bagian tambahan untuk <em>walk<\/em> adalah penambahan <em>frame<\/em> yang dinamakan <em>follow through<\/em> <em>frame<\/em>. <em>Frame <\/em>ini berisi gerakan selesai atau gerakan transisi ketika <em>frame<\/em> utama akan berpindah ke <em>frame<\/em>setelahnya. Untuk lebih mengerti prinsip <em>follow through<\/em>, bayangkan <em>frame1<\/em>kita berisi gerakan tangan ke depan dan <em>frame2<\/em> ini kembali ke samping badan. Tidak mungkin tangan kita yang di depan akan tiba-tiba sudah ada di samping badan. Nah, di sela kedua <em>frame<\/em> itu kita masukkan <em>follow through<\/em> yang berisi gerakan tangan baru diturunkan sedikit saja. Tujuan dari <em>follow through<\/em> ini supaya perpindahan transisi tiap <em>frame <\/em>lebih terlihat bersih dan halus.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card kg-card-hascaption\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2023\/01\/gambar-3.png\" class=\"kg-image\" alt width=\"1366\" height=\"728\"><figcaption><b>Contoh <i>frame<\/i> <i>follow through<\/i><\/b><\/figcaption><\/figure>\n<p>Sayangnya waktu pemberian materi sudah habis di pukul 14.30, sehingga animasi untuk gerakan <em>run<\/em> akan dibuat sendiri oleh Kak Dio dan hasilnya akan dikirim ke <em>google drive<\/em> yang sudah diberikan di <em>chat<\/em>. Kak Dio dan panitia langsung memulai sesi <em>QnA<\/em>, dimana para peserta langsung menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan materi, serta pengalaman Kak Dio sendiri dalam membuat animasi <em>game pixel art<\/em>.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card kg-card-hascaption\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2023\/01\/gambar-4.png\" class=\"kg-image\" alt width=\"1366\" height=\"728\"><figcaption><b>sesi <i>QnA<\/i> dan penyelesaian animasi <i>run<\/i><\/b><\/figcaption><\/figure>\n<p>Para peserta berantusias dengan menanyakan hal-hal seperti pengaruh kecepatan <em>frame<\/em> dalam <em>millisecond<\/em> dan bagaimana perbedaan melakukan animasi di <em>Photoshop<\/em> dengan aplikasi <em>Aseprite. <\/em>Untuk menjawab pertanyaan ini, kak Dio langsung menunjukkannya sembari membuat animasi untuk running dan juga membuka salah satu <em>asset<\/em>nya di Aseprite, lalu menjelaskannya dengan lengkap.<\/p>\n<p>Sekian pengalaman <em>day 2<\/em> dari workshop<em> <\/em>Press Start. Materi pembelajaran dan pengajaran dari sesi ini tentu akan digunakan dan dilanjutkan lagi di sesi terakhirnya. Sampai jumpa <em>minna-san<\/em> di artikel selanjutnya!<\/p>\n<p>Writer: Mizuki<\/p>\n<p>Editor: Tio<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo minna-san! Kembali lagi di artikel tentang workshop UKM Binus Game<br \/>\nDevelopment Club Press Start dengan tema \u201cCreating your first pixel art<br \/>\nanimation\u201d. Setelah hari pertama yang asik sekali, kita akan melanjutkan sesi<br \/>\nkeduanya yang diadakan tanggal 17 Desember dengan pembicara Kak Dio Mahesa.<br \/>\nTunggu apalagi, ayo langsung kita mulai saja!<\/p>\n<p>Sesi kedua dimulai pada pukul satu siang dengan pembukaan oleh MCAriel Vito<br \/>\nSuyata Ong yang menanyakan kabar dan pengalaman peserta di hari pertama<br \/>\nsebelum<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-2883","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2883"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2883\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2884,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2883\/revisions\/2884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}