{"id":2427,"date":"2021-08-29T19:59:31","date_gmt":"2021-08-29T12:59:31","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/?p=2427"},"modified":"2021-08-29T19:59:00","modified_gmt":"2021-08-29T12:59:00","slug":"liputan-tambahkan-ilmu-kalian-mengenai-kebudayaan-jepang-di-gjui-27-hari-kedua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/2021\/08\/29\/liputan-tambahkan-ilmu-kalian-mengenai-kebudayaan-jepang-di-gjui-27-hari-kedua\/","title":{"rendered":"[Liputan] Tambahkan Ilmu Kalian mengenai Kebudayaan Jepang di GJUI 27 Hari Kedua!"},"content":{"rendered":"<p><em>Konnichiwa<\/em> minna-san! Bertemu lagi dengan artikel liputan <em>Nippon Club<\/em>. Melanjutkan kemeriahan <em>event <\/em>GJUI 27, kali ini kita akan membahas keseruan dari hari kedua GJUI 27! Tentu hari kedua dari GJUI 27 tidak akan kalah serunya dari hari pertama, penasaran bagaimana keseruannya? Yuk, disimak artikelnya.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2021\/08\/image.png\" class=\"kg-image\" alt width=\"624\" height=\"624\"><\/figure>\n<p>Hari kedua dari GJUI 27 diadakan sama seperti hari pertama, yaitu dari jam 09.00 sampai jam 17.00 WIB. Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada hari kedua ini adalah Seminar <em>Pop Culture<\/em>, <em>Workshop Japanese Class<\/em>, <em>Workshop<\/em> Komik, dan yang terakhir adalah Seminar <em>Seiyuu<\/em>. Sebelum memulai masing-masing acara, pihak <em>event<\/em> memutar beberapa video seputar budaya Jepang seperti <em>Karaoke<\/em>, <em>Bon Odori<\/em>, <em>Kabuki<\/em>, dan lain-lain. Video seputar budaya Jepang ini dijelaskan oleh maskot-maskot dari GJUI 27, yaitu Mutsuki, Genta, dan Chiaki.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2021\/08\/image-1.png\" class=\"kg-image\" alt width=\"624\" height=\"313\"><\/figure>\n<p>Video-video selesai ditampilkan, akhirnya kita berlanjut ke acara utama yang pertama yaitu seminar <em>Pop Culture<\/em>. Seminar dibuka oleh Dyah sebagai MC, Dyah berterima kasih kepada penonton dan narasumber yang telah menyempatkan waktunya untuk memeriahkan GJUI 27 hari kedua ini. Pada seminar ini akan membahas 2 tema mengenai <em>pop culture<\/em> Jepang, tema yang pertama adalah \u201cNostalgia Olimpiade 1964 dalam Budaya Populer Jepang\u201d yang akan dibawakan oleh Himawan-Sensei. Himawan-Sensei menjelaskan bahwa Olimpiade ini merupakan kegiatan yang telah membawa perubahan positif ke dunia dan menjadi kegiatan paling inovatif dalam sejarah. Hadirnya Olimpiade 2020 di Tokyo seperti membawa kembali nostalgia atau kenangan dari Olimpiade 1964 di Jepang.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2021\/08\/image-2.png\" class=\"kg-image\" alt width=\"624\" height=\"624\"><\/figure>\n<p>Olahraga adalah kegiatan yang memiliki kekuatan untuk mengubah dunia dan masa depan, hal tersebut dibuktikan melalui Olimpiade 1964 yang benar-benar telah mengubah Jepang sepenuhnya. Sejak diberlangsungkannya Olimpiade 1964 di Tokyo, membuat masyarakat Jepang menjadi lebih peka terhadap dunia luar atau keberadaan diluar Jepang. Selain itu, <em>event <\/em>ini juga menjadi titik tolak dari pertumbuhan ekonomi Jepang. Oleh karena itu, Olimpiade 1964 di Tokyo menjadi acara yang sangat berkenang bagi negara Jepang. Saking berkenangnya, Olimpiade 1964 sampai digambarkan di berbagai media, mulai dari televisi sampai <em>manga<\/em>.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2021\/08\/image-3.png\" class=\"kg-image\" alt width=\"624\" height=\"624\"><\/figure>\n<p>Himawan-Sensei melanjutkan bahwa dari banyaknya media yang menggambarkan Olimpiade 1964, yang paling menarik adalah drama stasiun televisi <em>NHK <\/em>tahunan (<em>taiga dorama<\/em>) ke-58 yang ditayangkan dari 5 Januari sampai 15 Desember 2019 sebanyak 47 episode. Drama ini memperlihatkan perjalanan partisipasi Jepang di Olimpiade sejak 1912 hingga 1964. Kemudian menggambarkan juga Olimpiade 1964 yang menjadi puncak pencapaian dunia olahraga Jepang. Tidak hanya berfokus kepada Jepang, pada drama ini kita juga dihadirkan karakter-karakter orang asing yang berpartisipasi dalam olimpiade, termasuk Indonesia.<\/p>\n<p>Tema yang kedua adalah \u201cAda apa dengan Genre <em>Isekai<\/em>?\u201d yang akan dibawakan oleh Citra-Sensei. Citra-Sensei menjelaskan alasan ia ingin membahas topik ini adalah dikarenakan <em>Kadokawa <\/em>membentuk label penerbitan baru yang bernama <em>Novel 0<\/em>. Nah, karena Novel 0 ini adalah label baru, jadi ia mengadakan kompetisi menulis yang disitu terdapat aturan yang spesifik, yaitu tidak boleh membuat karya dengan <em>genre<\/em> <em>isekai<\/em>.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2021\/08\/image-4.png\" class=\"kg-image\" alt width=\"624\" height=\"624\"><\/figure>\n<p><em>Isekai<\/em> memiliki pengertian yaitu dunia paralel atau bisa dibilang dunia yang benar-benar berbeda dengan dunia kita. Jadi bisa disimpulkan untuk <em>genre isekai<\/em> itu sendiri adalah genre fantasi tentang seseorang yang berpindah, terjebak, reinkarnasi di dunia lain. Nah, kemudian Citra-Sensei menjelaskan perjalanan dari <em>genre isekai <\/em>yang telah ada dari tahun 700-an masehi di Jepang, sampai sekarang yang dimana <em>genre isekai<\/em> telah menjadi cerita utama dari banyak anime. Untuk ceritanya sendiri biasanya tentang seseorang yang menjadi \u201c<em>Chosen Hero<\/em>\u201d atau orang yang terpilih untuk menyelamatkan suatu dunia lain. Namun, saking banyaknya menggunakan latar cerita seperti itu membuat orang bosan, sehingga muncullah cerita-cerita baru lainnya seperti \u201creinkarnasi menjadi tokoh antagonis\u201d, \u201c<em>Reverse Isekai<\/em> (dari dunia parallel berpindah ke bumi)\u201d, \u201c<em>Overpower<\/em>\u201d, dan lain-lain.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2021\/08\/image-5.png\" class=\"kg-image\" alt width=\"624\" height=\"624\"><\/figure>\n<p>Kemudian yang dibahas adalah alasan <em>genre isekai<\/em> bisa menjadi sangat terkenal. Citra-sensei menjelaskan bahwa terdapat pepatah yang menjelaskan bahwa yang namanya fantasi itu pasti tidak akan \u201cpolos\u201d begitu saja, pasti terdapat ideologi yang dibawa dan tidak mungkin hanya sekedar untuk hiburan saja. Fantasi menjanjikan atau menyediakan tempat untuk orang-orang bisa kabur dari rasa ketidakpuasan terhadap realitas yang mereka jalani. Hadirnya <em>genre isekai<\/em> ini pun juga memberikan dampak yang dimana membuat pemerintahan Jepang menjadi lebih memperhatikan kesehatan mental dari seseorang atau individual.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2021\/08\/image-6.png\" class=\"kg-image\" alt width=\"624\" height=\"624\"><\/figure>\n<p>Acara berikutnya adalah <em>Workshop Japanese Class<\/em> yang akan dibawakan oleh MC, yaitu Yudha dan Puti-Sensei dari <em>Gakushudo<\/em>. Gakushudo sendiri adalah sekolah bahasa Jepang dan <em>Manga <\/em>yang telah ada sejak tahun 1987. Setelah perkenalan, Puti-Sensei langsung melanjutkan ke sesi materi belajar bahasa Jepang dasar. Puti-Sensei mulai mengajarkan dari perkenalan, angka, bulan, sampai latihan soal. Jika kalian penasaran lebih lanjut mengenai pembelajaran bahasa Jepang dan ingin mendaftar di Gakushudo, kalian bisa mengunjungi <a href=\"https:\/\/www.gakushudo.com\/#\/\">website Gakushudo<\/a> untuk informasi lebih lanjut.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2021\/08\/474336.jpg\" class=\"kg-image\" alt width=\"1280\" height=\"1280\"><\/figure>\n<p>Kegiatan selanjutnya dilanjutkan dengan <em>workshop<\/em> dengan tema \u201cMerancang Dunia <em>Isekai<\/em>-mu dan Mencurahkannya ke Dalam Komik\u201d. Pada <em>workshop<\/em> yang dibawakan oleh Adriane akan membahas bagaimana membuat tema dunia <em>Isekai<\/em> kita sendiri yang kemudian akan dicurahkan hasil ide tersebut ke dalam bentuk komik. Adriane pertama menjelaskan apa itu \u201c<em>Isekai<\/em>\u201d dan bagaimana contoh hasil cetak dari genre <em>Isekai<\/em> tersebut dan juga penggunaan karakteristik yang digunakan dalam menciptakan cerita dunia <em>Isekai<\/em>. Selain itu, Adriane juga membahas hal yang harus diperhatikan dalam membuat komik bertemakan <em>Isekai <\/em>seperti menentukan <em>world building<\/em>, menentukan karakter, format dan juga teknik dalam membuat komik, dan juga efisiensi dalam membuat suatu komik. Setelah Adriane selesai memberikan materinya tentang cara membuat <em>Isekai <\/em>dan cara memasukkannya ke dalam bentuk cetak, sesi dilanjutkan dengan tanya jawab pertanyaan dari peserta.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2021\/08\/image-7.png\" class=\"kg-image\" alt width=\"602\" height=\"399\"><\/figure>\n<p>Sesi untuk hari kedua diakhiri dengan seminar <em>seiyuu<\/em> yang dibawakan oleh MC Hami dengan narasumber yang tidak asing lagi di dunia <em>anime<\/em> di Indonesia yaitu Hana Bahagiana yang merupakan pengisi suara untuk Naruto Uzumaki, Monkey D. Luffy, dan masih banyak lainnya. Narasumber acara juga dihadiri oleh Naomi Arifin yang juga memiliki pengalaman bersekolah di sekolah <em>seiyuu<\/em> di Jepang. MC Hami menanyakan kepada kedua narasumber bagaimana perjalanan karir mereka sebagai pengisi suara atau <em>seiyuu<\/em>. Untuk Naomi, ia menceritakan pengalamannya ketika mengikuti sekolah <em>seiyuu <\/em>di Jepang selama dua tahun dan aktivitasnya disana. Cerita perjalanan karir mereka dilanjutkan dengan cerita dari Hana yang menceritakan bagaimana ia diterima menjadi pengisi suara melalui <em>casting<\/em> untuk pengisi suara karakter utama hingga membuat dirinya mendapatkan banyak tawaran menjadi pengisi suara untuk berbagai acara televisi.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2021\/08\/image-8.png\" class=\"kg-image\" alt width=\"601\" height=\"400\"><\/figure>\n<p>Pada seminar ini, Hana juga memberikan saran untuk menjaga kualitas suara agar dapat melakukan <em>dubbing<\/em> secara baik. Hana mengatakan istirahat yang cukup dan rutin meminum air putih yang hangat dapat menjaga kualitas suara yang digunakan dalam kegiatan mengisi suara. Dari Naomi sendiri juga memberikan saran untuk menjaga kualitas suara, kita perlu menjaga diri sendiri agar kualitas suara dapat terjaga dan uniknya Naomi juga memberikan saran untuk setiap tiga jam sebelum rekaman, kita bisa memakan makanan yang berminyak dengan tujuan membuat tenggorokan licin sehingga dapat mengontrol suara yang dikeluarkan secara baik. Setelah sesi wawancara tersebut, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab pertanyaan dari peserta.<\/p>\n<p>Sekian liputan mengenai kemeriahan event Gelar Jepang UI 27 untuk hari kedua, banyak hal menarik yang dapat kita lihat dan pelajari sehingga menambah wawasan terhadap kebudayaan Jepang. Terima kasih kepada pihak Gelar Jepang UI 27 dan narasumber untuk kemeriahan di hari kedua ini. Sampai jumpa di artikel liputan Nippon Club selanjutnya!<\/p>\n<p>Author: MiwMiw &amp; Rie<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konnichiwa minna-san! Bertemu lagi dengan artikel liputan Nippon Club.<br \/>\nMelanjutkan kemeriahan event GJUI 27, kali ini kita akan membahas keseruan dari<br \/>\nhari kedua GJUI 27! Tentu hari kedua dari GJUI 27 tidak akan kalah serunya dari<br \/>\nhari pertama, penasaran bagaimana keseruannya? Yuk, disimak artikelnya.<\/p>\n<p>Hari kedua dari GJUI 27 diadakan sama seperti hari pertama, yaitu dari jam 09.00<br \/>\nsampai jam 17.00 WIB. Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada hari kedua ini<br \/>\nadalah Seminar Pop Culture, Worksho<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-2427","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2427","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2427"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2427\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2428,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2427\/revisions\/2428"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2427"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2427"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2427"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}