    {"id":2369,"date":"2021-04-30T23:38:49","date_gmt":"2021-04-30T16:38:49","guid":{"rendered":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/?p=2369"},"modified":"2021-04-30T23:38:49","modified_gmt":"2021-04-30T16:38:49","slug":"perbedaan-budaya-indonesia-dengan-budaya-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/2021\/04\/30\/perbedaan-budaya-indonesia-dengan-budaya-jepang\/","title":{"rendered":"Perbedaan Budaya Indonesia dengan Budaya Jepang"},"content":{"rendered":"<p><em>Konnichiwa minna-san! <\/em>Kembali lagi dengan artikel <em>Nippon Club<\/em>. Hal yang akan kita bahas kali ini adalah perbedaan budaya Indonesia dan budaya Jepang. Tentu kalian penasaran bagaimana perbedaannya bukan? Yuk, disimak artikel berikut ini.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card kg-card-hascaption\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2021\/04\/Gambar-1-3.jpg\" class=\"kg-image\" alt width=\"2073\" height=\"1382\"><figcaption>Ennichisai, Cultural Exchange antara Indonesia dan Jepang yang berlangsung di Blok M, Jakarta Selatan.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Setiap negara pasti memiliki budaya dan adat yang berbeda-beda, begitu juga dengan Jepang dan Indonesia. Jepang dan Indonesia sudah sering menjalin hubungan kerja sama, mereka saling melakukan pertukaran budaya untuk mempererat hubungan. Dari situ, kita bisa melihat berbagai perbedaan dan keunikan yang dimiliki oleh kebudayaan dari Indonesia dan Jepang.<\/p>\n<p>Nah, hal yang akan kita bahas lebih dalam adalah beberapa kebudayaan umum atau sehari-hari dari kedua negara tersebut, yaitu :<\/p>\n<h3 id=\"1-budaya-menghormati-orang-lain\">1.) Budaya Menghormati Orang Lain<\/h3>\n<p>Setiap negara memiliki caranya masing-masing untuk menghormati orang lain, begitu juga dengan Jepang dan Indonesia. Di negara Jepang, membungkukan badan merupakan cara mereka menghormati orang lain, hal itu disebut dengan <em>Ojigi<\/em> (\u304a\u8f9e\u5100). <em>Ojigi <\/em>ini biasa dilakukan saat ingin meminta maaf, mengucapkan terima kasih, dan sebagai salam pada acara seremonial atau acara resmi lainnya.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2021\/04\/Gambar-2-7.jpg\" class=\"kg-image\" alt width=\"1280\" height=\"1280\"><\/figure>\n<p><em>Ojigi<\/em> ini terbagi menjadi 3 jenis, yang pertama adalah <em>Seikerei <\/em>yang merupakan sikap membungkukan badan sekitar 45\u00b0. Kemudian, yang kedua adalah <em>Keirei<\/em> yaitu sikap membungkukan badan sekitar 30\u00b0- 45\u00b0, dan terakhir adalah <em>Eshaku<\/em><strong> <\/strong>yaitu sikap membungkukan badan sekitar 15\u00b0-30\u00b0. Dari ketiga jenis tersebut, <em>Seikerei <\/em>adalah jenis <em>Ojigi<\/em> yang cukup jarang dilakukan, yaitu hanya dilakukan saat menyampaikan permintaan maaf.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2021\/04\/WhatsApp-Image-2019-10-02-at-09.03.53.jpeg\" class=\"kg-image\" alt width=\"1280\" height=\"853\"><\/figure>\n<p>Indonesia juga memiliki cara menghormati yang serupa dengan Jepang. Bedanya, masyarakat Indonesia membungkukan badan dengan tangan kanan ke bawah &amp; tangan kiri ditekuk di belakang bagian pinggang. Hal ini biasanya dilakukan sebagai tanda permisi ketika melewati orang yang lebih tua.<\/p>\n<h3 id=\"2-budaya-berjabat-tangan\">2.) Budaya Berjabat Tangan<\/h3>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2021\/04\/Gambar-3.jpeg\" class=\"kg-image\" alt width=\"650\" height=\"366\"><\/figure>\n<p>Berjabat tangan adalah budaya yang dilakukan oleh masyarakat Jepang dan masyarakat Indonesia. Hal yang membedakan adalah bahwa di Indonesia, berjabat tangan merupakan hal yang umum dilakukan ketika bertemu dengan orang. Di negara Jepang, berjabat tangan adalah hal yang tidak umum dilakukan, tetapi budaya jabat tangan dilakukan pada saat acara Internasional.<\/p>\n<h3 id=\"3-budaya-makan\">3.) Budaya Makan<\/h3>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2021\/04\/Gambar-4-2.jpg\" class=\"kg-image\" alt width=\"1280\" height=\"1280\"><\/figure>\n<p>Sebelum makan, orang Jepang biasanya selalu bertepuk tangan kecil yang disebut <em>gassho<\/em>, kemudian mengucapkan <em>Itadakimasu <\/em>(\u3044\u305f\u3060\u304d\u307e\u3059) yang artinya selamat makan. Lalu, setelah selesai makan mereka mengucapkan <em>Gochisousamadeshita <\/em>(\u3054\u3061\u305d\u3046\u3055\u307e\u3067\u3057\u305f) untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada yang memasak. Kalau orang Indonesia, mereka berdoa sesuai keyakinan masing-masing pada saat sebelum dan sesudah makan.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2021\/04\/Gambar-5-2.jpg\" class=\"kg-image\" alt width=\"750\" height=\"422\"><\/figure>\n<p>Kemudian, di Jepang ada budaya tersendiri ketika memakan mie. Jika kita memakan mie di \u00a0Jepang, kita harus mengeluarkan suara \u201cslurp\u201d dan mienya tidak boleh diputus cepat. Hal itu dilakukan untuk menghargai sang koki bahwa makanan tersebut enak. Sementara di Indonesia, kita tidak boleh mengeluarkan suara ketika sedang makan apapun itu makanannya, dikarenakan hal itu dianggap tidak sopan.<\/p>\n<h3 id=\"4-budaya-minum\">4.) Budaya Minum<\/h3>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2021\/04\/Gambar-6-1.jpg\" class=\"kg-image\" alt width=\"1280\" height=\"1280\"><\/figure>\n<p>Di negara Jepang, terdapat budaya ketika minum teh yang bernama <em>Sadou (<\/em>\u8336\u9053). <em>Sadou<\/em> dibagi menjadi 2 tipe, yang pertama adalah <em>ochakai<\/em> (\u304a\u8336\u4f1a), upacara minum teh yang bisa dikatakan tidak begitu formal. <em>Ochakai<\/em> biasanya dilakukan sebagai perayaan kelulusan atau keberhasilan yang dilakukan dengan mengundang teman atau kerabat dekat. Kemudian yang kedua adalah <em>Chaji<\/em> (\u8336\u4e8b), Chaji ini sifatnya sangat formal dan bisa dikatakan sakral dan bisa berlangsung lebih dari 4 jam lho, <em>minna<\/em>. \u00a0Di negara Indonesia, tidak ada budaya atau tradisi meminum teh dengan peraturan yang ketat seperti di Jepang.<\/p>\n<h3 id=\"5-budaya-dalam-transportasi\">5.) Budaya dalam Transportasi<\/h3>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nipponclub.net\/content\/images\/2021\/04\/Gambar-7.jpg\" class=\"kg-image\" alt width=\"1280\" height=\"1280\"><\/figure>\n<p>Seperti yang kalian tau, Indonesia terkenal dengan kepadatan lalu lintasnya yang dipenuhi oleh kendaraan umum dan kendaraan pribadi. Banyak kendaaraan umum seperti angkot yang berhenti ditengah jalan untuk mengambil dan menurunkan penumpang, sehingga sering terjadi kemacetan yang membuat masyarakat menjadi emosi. Berbeda dengan Jepang, masyarakat di negara Jepang lebih menyukai transportasi yang tidak menimbulkan polusi berlebihan. Mereka sangat patuh untuk tidak menimbulkan polusi, dan juga sudah adanya transportasi yang memadai berupa kereta seperti MRT dan <em>Shinkansen<\/em>. Selain itu, pajak mobil di Jepang jauh lebih tinggi dibandingkan di Indonesia, oleh karena itu kita sering melihat anak-anak sekolah sampai orang dewasa di Jepang yang menggunakan sepeda untuk melakukan aktivitas.<\/p>\n<p>Demikian artikel mengenai budaya sehari-hari Indonesia dan Jepang, menarik bukan? Semoga dengan artikel kali bisa menambah wawasan kalian mengenai budaya sehari-hari di Jepang dan juga di Indonesia. Sampai jumpa di artikel berikutnya!<\/p>\n<p>Sumber : <a href=\"https:\/\/www.bahasajepangbersama.com\/2018\/12\/mengenal-tradisi-minum-teh-di-jepang.html\">Bahasa Jepang Bersama<\/a>, <a href=\"https:\/\/kumparan.com\/zalfaa-salsabila\/perbedaan-budaya-indonesia-dan-jepang-1v9mglucRdh\">Kumparan<\/a><\/p>\n<p>Author : MiwMiw<\/p>\n<p>Editor : Ririe<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konnichiwa minna-san! Kembali lagi dengan artikel Nippon Club. Hal yang akan<br \/>\nkita bahas kali ini adalah perbedaan budaya Indonesia dan budaya Jepang. Tentu<br \/>\nkalian penasaran bagaimana perbedaannya bukan? Yuk, disimak artikel berikut ini.<\/p>\n<p>Ennichisai, Cultural Exchange antara Indonesia dan Jepang yang berlangsung di<br \/>\nBlok M, Jakarta Selatan.Setiap negara pasti memiliki budaya dan adat yang<br \/>\nberbeda-beda, begitu juga dengan Jepang dan Indonesia. Jepang dan Indonesia<br \/>\nsudah sering menjalin hubungan ker<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-2369","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2369","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2369"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2369\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2370,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2369\/revisions\/2370"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}