    {"id":1825,"date":"2019-03-19T14:10:57","date_gmt":"2019-03-19T07:10:57","guid":{"rendered":"http:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/?p=1825"},"modified":"2019-03-19T14:16:46","modified_gmt":"2019-03-19T07:16:46","slug":"mengenal-sumo-olahraga-tradisional-asal-negeri-sakura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/2019\/03\/19\/mengenal-sumo-olahraga-tradisional-asal-negeri-sakura\/","title":{"rendered":"Mengenal Sumo, Olahraga Tradisional Asal Negeri Sakura"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/i.imgur.com\/hWgkbdM.jpg\" alt=\"null\" width=\"60%\" \/><\/p>\n<p>Jepang biasanya terkenal dengan budaya kerjanya yang sangat disiplin dan efisien. Disamping itu, Jepang juga lebih dikenal dengan budaya <em>anime<\/em> dan <em>manga<\/em> yang sudah merajalela di berbagai negara. Tapi ada satu hal dari Jepang yang tidak bisa dilupakan. Ya, Sumo jawabannya!!<\/p>\n<p>Sumo merupakan olahraga tradisional yang tertua di Jepang. Layaknya olahraga popular lainnya, sumo memiliki prinsip yang hampir mirip dengan olahraga bela diri lainnya. Yaitu mengalahkan lawannya melalui duel untuk menjadi pemenang. Tapi sumo mempunyai keunikan yang membuatnya berbeda dengan olahraga sejenis lainnya.<\/p>\n<p>Pertama, seseorang dikatakan menang bila telah mendorong lawan untuk keluar dari lingkaran pada lapangan. Lapangan yang dimaksud adalah <em>dohyo<\/em>, arena pertandingan sumo yang terbuat dari tanah. Sedangkan arena lingkaran yang dimainkan adalah <em>gyoji<\/em>.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i.imgur.com\/BQlKQ4o.jpg\" alt=\"\" \/><\/p>\n<p>Biasanya lapangan tersebut dilakukan upacara khusus untuk menolak bala dan menyucikan lapangan permainan. Yaitu dengan menaburkan garam di sekitar lapangan. Perempuan juga dilarang untuk naik ke atas panggung. Karena menurut orang Jepang, perempuan membuat lapangan menjadi tidak suci. Ini semua dipercaya orang Jepang karena sebenarnya sumo merupakan salah satu tradisi yang berasal dari agama Shinto. Keunikan lainnya terdapat pada 4 jumbai di sudut atap <em>tsuriyane<\/em> yang menggambarkan 4 musim di Jepang.<\/p>\n<p>Pemain sumo atau disebut sebagai <em>rikishi<\/em> umumnya berpakaian layaknya orang melakukan tinju. Namun yang membedakan mereka dengan petinju adalah atribut yang dikenakan. Pesumo tidak menggunakan pengaman yang digunakan umumnya, seperti helm, mouth guard, dan sarung. Mereka umumnya hanya menggunakan seperti <em>mawashi<\/em> (sarung pinggang) dan rambut dibentuk khas seperti daun ginkgo dengan minyak. Rambut ini menjadi bantalan yang memiliki fungsi seperti helm. Lalu pemain sumo umumnya berbadan besar. Karena semakin besar dan berat tubuhnya, kemungkinan menang lebih besar. Namun untuk sekarang, kondisi ini tidak terlalu berlaku. Karena sekarang pesumo sudah memiliki pertandingan sesuai kategori kategori bobot yang telah dilakukan. Kategorinya adalah <em>Makuuchi<\/em> (maks 42), <em>Juryo<\/em> (ditetapkan 28), <em>Makushita<\/em> (ditetapkan 120), <em>Sandanme<\/em> (ditetapkan 200), <em>Jonidan<\/em> (sekitar 185), <em>Jonokuchi<\/em> (sekitar 40).<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i.imgur.com\/7BpG1kC.jpg\" alt=\"\" width=\"50%\" \/><\/p>\n<p>Karena bobotnya yang besar, maka cara bermain pun sedikit berbeda dari pertandingan lainnya. Permainan ini cenderung menggunakan teknik melempar, mendorong, dan menampar dalam pertandingannya. Teknik\u2013teknik tersebut adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><em>Oshidashi<\/em> (\u62bc\u3057\u51fa\u3057) &#8211; Mendorong lawan lingkaran tanpa memegang <em>Mawashi<\/em> (sabuk sumo)<\/li>\n<li><em>Yori Kiri<\/em> (\u5bc4\u308a\u5207\u308a) &#8211; Mengusir lawan keluar dari lingkaran dengan memegang <em>Mawashi<\/em><\/li>\n<li><em>Tsuridashi<\/em> (\u540a\u308a\u51fa\u3057) &#8211; Mengangkat lawan keluar dari lingkaran<\/li>\n<li><em>Hatakikomi <\/em>(\u53e9\u304d\u8fbc\u307f) &#8211; Menampar lawan ke tanah<\/li>\n<li><em>Uwatenage<\/em> (\u4e0a\u624b\u6295\u3052) &#8211; Melempar lawan ke tanah dengan meraih <em>Mawashi<\/em> (lemparan ketiak)<\/li>\n<li><em>Shitatenage<\/em> (\u4e0b\u624b\u6295\u3052) &#8211; Melempar lawan ke tanah dengan meraih <em>Mawashi<\/em> (lemparan ketiak)<\/li>\n<li><em>Hikiotoshi<\/em> (\u5f15\u304d\u843d\u3068\u3057) &#8211; Menarik di bahu, lengan, atau mawashi lawan dan memaksa mereka ke tanah<\/li>\n<\/ul>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i.imgur.com\/E0H95OO.jpg\" alt=\"\" \/><\/p>\n<p>Perbedaan inilah yang membuat sumo berbeda dengan pertandingan bela diri lainnya. Karenanya, sumo tidak terlupakan dan memiliki keunikan tersendiri meskipun sudah banyaknya bela diri yang berkembang di dunia.<\/p>\n<p>Source: <a class=\"link\" href=\"https:\/\/www.tokyocreative.com\/articles\/20078-25-fast-facts-about-sumo-wrestling\">Tokyo Creative<\/a>, <a class=\"link\" href=\"https:\/\/jw-webmagazine.com\/all-you-need-to-know-about-sumo-5bd4ce43e474\">JW Webmagazine<\/a>, <a class=\"link\" href=\"http:\/\/www.suffieldtimes.com\/history\/sejarah-dan-fakta-tentang-olahraga-sumo\/\">SufFieldTimes<\/a>, <a class=\"link\" href=\"https:\/\/web-japan.org\/kidsweb\/virtual\/sumo\/sumo01.html\">Kids Web Japan<\/a>, <a class=\"link\" href=\"https:\/\/www.japanhoppers.com\/id\/all_about_japan\/martial_arts\/208\/\">Japan Hoppers<\/a><\/p>\n<p>Penulis: Zhe<br \/>\nEditor: Radclyffe<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jepang biasanya terkenal dengan budaya kerjanya yang sangat disiplin dan efisien. Disamping itu, Jepang juga lebih dikenal dengan budaya anime dan manga yang sudah merajalela di berbagai negara. Tapi ada satu hal dari Jepang yang tidak bisa dilupakan. Ya, Sumo jawabannya!! Sumo merupakan olahraga tradisional yang tertua di Jepang. Layaknya olahraga popular lainnya, sumo memiliki [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":111,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,100,8],"tags":[],"class_list":["post-1825","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article","category-culture","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/111"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1825"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1825\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1836,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1825\/revisions\/1836"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/student-activity.binus.ac.id\/nc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}